Sharing 2 - Bukan Kuper tapi Sunnah

101 1 0
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum akhwati Fillah
Sebelumnya Puteri mau minta maaf ke teman-teman semua karena sedikit ngaret dalam meng-update 😅
Alhamdulillah hari ini, Puteri masih bisa dikasih kesempatan sama Allah buat menulis kembali di dunia orange ini.

Materi pada Bab Sharing yang ke-dua langsung aja aku tulis ya 😆

🍂🍂🍂

Diam di rumah? Bukan Kuper tapi Sunnah!

Punya gak sih temen perempuan yang susah diajak main?
Punya gak sih temen perempuan yang mau kemana-mana harus izin ke orang tuanya dulu?
Punya gak sih temen perempuan yang pada saat pulang telat dikit, langsung di telepon orang tuanya?
Punya? Pasti punya dong satu atau dua orang, atau kalian sendiri yang mengalami hal itu?

Tau gak? Puteri pribadi adalah salah satu dari orang itu :)

Ya, dari dulu sampai saat ini Puteri sangat susah buat bisa kayak temen-temen yang bisa kemana-mana, pulang sekolah bisa main dulu, pulang telat ya gak apa-apa, atau mau kemana-mana pun tanpa izin dulu maupun izin dulu pasti dikasih izin.

Banyak sekali temen-temen Puteri yang kadang suka bilang "ah, Lo mah di rumah terus kuper ah" atau "di rumah mulu emang gak bosen?" Atau juga saat temen Puteri ngajak main setelah pulang sekolah, mereka akan bilang "pasti izin dulu deh." Ya kurang lebih seperti itu.

Awalnya Puteri pun merasa sangat terkekang dengan cara didikan orang tua Puteri yang bisa dikatakan 'serba gak boleh'. Dulu pun Puteri ngerasa kalau kayak gini nih emang bener-bener jadi kuper. Bisa-bisa gak dikenalin orang.

Tetapi faktanya, bukan hanya Puteri yang di didik seperti itu sama orang tua. Ada beberapa temen Puteri yang mengalami hal serupa, dan tidak hanya Puteri yang merasa diri sendiri jadi orang yang sangat kuper akibat jarang keluar rumah.

Sampai akhirnya Puteri memberanikan diri buat nanya ke Papah, dan juga Mama yang sangat protektif Masya Allah.

Awalnya Puteri nanya ke Papah lebih dulu, begini pertanyaannya. "Pah, kenapa sih? Dede kalau mau main harus izin, kemana-kemana harus izin, terus kalau disuruh pulang tepat waktu ya harus tepat waktu. Kenapa sih? Kan Dede udah gede" *Betewe, Puteri emang dipanggil Dede karena faktor anak bungsu.

Papah Puteri awalnya cuma ketawa aja, terus langsung bilang. "Kamu perempuan, diamnya perempuan di rumah adalah Sunnah" udah gitu aja jawabnya, dan Puteri pun cuma bisa diem aja karena memang dulu gak pernah ngerti apa-apa soal agama.

Beberapa hari setelah nanya ke papah, akhirnya Puteri nanya ke mama. "Ma, kok mama sering banget ngelarang Dede keluar rumah, terus kalau mau janjian main keluar. Kalau pulang juga gak boleh telat, kenapa sih ma? Kan Dede udah gede" dan, jawaban mama cukup panjang dari jawaban simple nya papah.

Mama bilang "kamu kan perempuan, diamnya perempuan itu Sunnah de, terus mama tuh gak mau kamu jadi anak palala (dalam bahasa Minang 'palala' artinya 'perempuan tukang main'). Emang kamu udah gede? Kamu kan masih tinggal di rumah mama. Ya kalau mama sih ya de cuma gak mau kamu nantinya lebih betah di luar rumah dari pada di rumah sendiri. Gimana nanti kalau kamu udah berumah tangga?" Percaya gak percaya, jawaban mama sama Papah tuh masih nempel di otak sampai sekarang. Dan setelah mendengar jawaban mama, lagi-lagi Puteri cuma diem. Karena gak paham sebetulnya, kenapa Islam sangat menganjurkan perempuan untuk betah di rumah?

Dan akhirnya Puteri nanya ke guru agama di sekolah, benar atau tidak nya kalau perempuan diam di rumah itu Sunnah? Ternyata emang bener.

Tinggal di rumah adalah perintah Allah dalam Al-Quran, Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
"Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu."
(Al Ahzab: 33)

"Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar dari rumahnya, maka setan akan menghiasnya. Dan sesungguhnya wanita lebih dekat kepada Allah ta'ala ketika ia berada di dalam rumah nya." (HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabarani. Dan lafadz ini milik beliau. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu'anhu.)

***

Intinya adalah, wanita itu aurat. Allah menciptakan wanita sebagai hamba yang sangat Allah jaga. Puteri pun mulai paham, Islam itu mudah hanya manusianya yang mempersulit.

Eits, tapi jangan salah meng-artikan kata Sunnah ya temen-temen. Kita masih boleh kok keluar rumah, kerja keluar rumah juga boleh kok. Tapi, harus sesuai syari'at ya. Jangan sampai karena perempuan Sunnah nya di rumah, yaudah gak kemana-mana sampai tidak bersosialisasi wah itu mah bahaya banget. Itu mah sih beneran kuper, hahaha.

Kalau Puteri pribadi sih, keluar rumah jika memang mengharuskan keluar rumah. Contohnya, ke sekolah, atau kerja kelompok, hal-hal yang berbau kegiatan sekolah, ke warung, dan hal-hal lain yang memang mengharuskan Puteri keluar rumah.

Terus pernah main sama temen gak tuh? Ya pernah dong, itu pun mintanya izinnya agak susah. Asal pulang tepat waktu pasti diizinin, itu pun harus ada temen Puteri juga yang ikut minta izin ke orang tua Puteri. Kalau gak gitu, ya akhirnya bakal bilang "maaf ya, Puteri gak diizinin" wkwk.

Bagaimana kalau ada acara reuni sekolah?
Kalau Puteri pribadi gak terlalu sering ikut itu, apalagi saat ini status Puteri pun masih sendiri, masih ketergantungan orang tua, uang jajan pun masih dikasih orang tua. Jadi ya izin dulu, kalau gak diizinin ya gak ikut. Kalau kata mama Puteri sih "Asal tidak memutuskan tali silaturahim, kalau ketemu dijalan tetep nyapa" begitu temen-temen.

Gimana caranya biar gak bosen di rumah?
Ada banyak cara kok, lakukan hal-hal yang positif, selagi itu diniatkan karena Allah ya kenapa mesti bosen? Misal, niat ngafal Qur'an, atau bantu orang tua beres-beres gitu bebenah, ya lakuin apa aja yang menurut kita itu baik dan asyik. Lakuin aja, asal bukan hal yang negatif.

Dan Alhamdulillah, semenjak pencarian Puteri tentang diamnya wanita di rumah, Puteri makin betah di rumah(dalam artian bukan males keluar rumah ya). Jadi kalau lagi di luar pasti deh suka cepet kangen rumah.

Oke guys, segitu dulu ya. Karena besok Puteri harus ulangan jadi sharingnya sampai disini dulu :)

Tulisan ini, bukan berarti Puteri udah baik ya. Tulisan apapun yang Puteri tulis, In Sya Allah selalu Puteri jadikan sebagai penasihat diri sendiri.

Doain Puteri juga biar bisa istiqamah :)
Sampai ketemu di lain waktu..

Wassalamu'alaikum


Purwakarta, 28 November 2018
#authorARD

Pena MuslimahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang