My Beloved Enemy 5

41 4 0
                                        

The Story begin.-







***


Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Dua anak manusia yang kini tengah tidur saling berpelukan masih terlelap. Seakan saling menemukan kenyamanan satu sama lain sehingga membuat mereka berdua enggan untuk bangun.

Neska mengeratkan pelukannya pada guling kesayangannya. Guling yang di belinya saat study tour di Bandung waktu kelas 10. Guling pink yang selalu di taruh di Kamarnya.. ?

Setelah dia merasa janggal di alam bawah sadarnya gadis itu mengernyit. Bukankah dia sedang di Bali liburan bersama keluarganya. Seingatnya juga dia tidak membawa guling sama sekali. Lalu apa yang dia peluk sekarang ini.

Dengan perlahan gadis itu membuka matanya, mengerjap pelan. Rasa kantuk masih melandanya. Pemandangan seorang pangeran tampan berambut pirang dan bibir merah menyapanya.

Senyum di bibir Neska terbit, jika dia bermimpi seperti ini terus setiap hari maka dia akan sangat senang untuk menambah jadwal tidurnya. Bayangan ketika gadis itu tertidur dengan pulas dan seorang pangeran tampan memeluknya erat.

Semua bayangan fantasy indahnya buyar seketika ketika mata Orang di depannya itu terbuka. Neska mengedip-ngedipkan matanya. Apakah ini nyata?? Apa jangan-jangan dia udah berbindah di Negeri Dongeng.

"Lo udah bangun." Sebuah suara serak khas Orang bangun tidur membuatnya melongo. Pangeran dari manakah dia pikir gadis itu.

Sementara Cowok yang sedari tadi menatap gadis itu kini mengernyit bingung. Saat melihat ekspresi aneh gadis itu muncul lagi Cowok itu memutar bola matanya. Pasti lagi ngelamun lagi.

Usapan di pucuk kepalanya membuat Neska tersentak langsung terduduk di ranjangnya sambil mengucek kedua matanya.

Cowok itu ikut duduk di sebelahnya memandangnya datar.

"Lo siapa ?? Kog bisa masuk di Kamar gue kog bisa tidur di ranjang gue. Truss lo kok..Ehmm..Mm" belum sempat berucap lebih mulutnya sudah di bekap oleh tangan yang lebih besar darinya itu.

"Brisik banget sih lo, diem lo kalo cuma nggak sadar doang. Tidur lagi aja gih sana."

Mendengar suara yang telah kembali normal seperti biasanya, Neska buru-buru menyingkirkan tangan yang tengah membekap mulutnya.

"Agra ?" Tanya gadis itu ragu.

Masalahnya tampilan Cowok itu berbeda dari semalam. Bukankah semalam rambutnya masih blonde tapi kenapa sekarang rambutnya jadi pirang?. Tunggu-tunggu semalam Agra bersamanya lalu kenapa bisa dia... MASIH DI SINI DAN TIDUR SERANJANG DENGANNYA !!!
Neska memukul kepalanya pelan kemudian meringis.

Agra masih terdiam di tempatnya. Kini tangannya menopang pada sebelah kakinya memandang gadis itu.

"Tunggu-tunggu Ga, loe bukannya semalem udah gue usir dari sini. Trus kenapa lo bisa di sini sih, dan.. kita tidur bareng ?"
Kata terakhir itu membuat tubuh Neska menegang. Apakah terjadi sesuatu semalam. Dia mengecek baju tidurnya lalu bernafas lega. Dia masih menggunakan baju yang sama.

Mendengar kebawelan gadis itu, Agra sedikit melengkungkan bibirnya ke atas. Akhirnya gadis itu telah sadar juga.
Dan sayangnya Neska melewatkan hal itu.

"Gue nggak ngapa-ngapain lo. Belum waktunya." Kata Agra sambil menguap.

Neska memiringkan kepalanya bingung. Ingin bertanya. Namun kini matanya terfokus pada rambut yang kini menjadi pirang itu.

My Beloved EnemyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang