Pagi hari tampak cerah, matahari selalu bersinar pada waktu nya dengan indah.Tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin, segar sekali cuaca pagi ini.
Seperti wajah seorang perempuan, yang masih berdiri di depan gerbang hitam tinggi menjulang.
"Not bad lah"kata nya sambil tersenyum.
Dia celingukan seperti bingung harus apa, "Aldi mana sih?"
"manjat nih?!"sambil bercacak pinggang diri nya terus mendumel.
Matanya berbinar tatkala melihat pak satpam dengan sebungkus nasi uduk yang masih tersegel karet hijau, "bapa!pak!, yaelah pake hedset segala, bapa, pak, Bapa"teriak nya sambil menggoyang goyang kan pagar.
"Eh siapa ya?"tanya pak satpam yang mulai sadar ada seseorang di depan gerbang, perempuan dengan rambut panjang nya, aerphone di lehernya, kulit putih, dan di permanis dengan manik mata coklatnya.
"anggota pasukan hijau sawangan pak"
bapak itu terkekeh pelan, "ah masa ci?"
"ya saya murid di sini lah pak"
Nama nya Alana, dengan nama panjang yang masih author rahasiakan sampai beberapa detik selanjutnya.
"saya pak brimo, selaku polisi sekolah"
Alana mendelik heran, beneran polisi nih?
"saya yang menjaga keamanan ketentraman dan kedamaian sekolah ini, ga lupa juga menjaga Bu Tuti si cantik itu" kata pak brimo sambil bergaya membersihkan seragamnya
Alana mengerutkan kening nya dalam, "iya aja deh pak"
"oh iya kamu mau masuk ga?"ujar pak brimo mengalihkan topik pembicaraan.
"mau!!"
_✓_
Kelas XI ipa 1, mungkin bisa di bilang segudang nya anak pintar jika di sekolah lain, tapi di sekolah ini berbeda, anak ipa yang memiliki otak di atas rata rata akan berada di kelas ipa 3, otak dengan rata rata di ipa 2, dan di bawah rata rata ipa 1.
Alana sudah tau itu dari bang Aldi yang menceritakan sepenggal kisah sekolah nya dan yang akan menjadi sekolah adiknya.
Gadis itu berdiri memandang sinis pada papan yang tertulis XI IPA 1, dengan huruf dan angka yang besar besar
"hmmm bad!"
Alana berfikir sejenak, bagaimana cara dia menyapa teman teman nya di dalam, harus kah dengan gaya ceria, kalem, atau biasa aja?
Tok tok tok..
"assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"jawab serempak semua manusia yang berada di dalam ruangan ber ac tiga itu.
"Ooh murid baru nya nih, masuk nak"
Alana menapakan kaki nya di tepat di samping Bu guru itu, dia tidak panik, hanya saja tatapan yang mereka berikan, seperti bukan tatapan seseorang yang senang akan kehadiran sesuatu yang baru, melainkan tatapan seperti terganggu.
"Nama"ucap Alana sambil menunjuk diri nya, "Alana"
"Udah Bu"
Bu dini sampai bingung, "o- oke Alana ya duduk di belakang bersama Nabila"
Bu dini kembali mengambil sepidol dan buku paket yang barusan dia taruh di atas meja, "lho kenapa ga duduk?"
"Mana tau saya Nabila yang mana"Alana membela dirinya dengan wajah melas.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALGEANA (hiatus sementara)
Teen FictionSulit, tapi hadirmulah yang membuatnya terasa mudah. Pada hati yang selalu terbuka kapan pun aku ingin masuk, Dan pada hati yang selalu tertutup pada saat aku ingin masuk. Nama itu, nama yang telah terkunci di sana, sulit di hilangkan. Nama yang ki...