2

80 5 2
                                        

CAPER
.
.
.
.
(CARI PERHATIAN)

Waktu sudah menunjukan pukul 03.00 PM, dan yang paling dinanti-nantikan seluruh murid SMA JAYA SAKTI.
"ALDO" panggil Tiara.

Aldo menghentikan langkahnya lalu berbalik, dia melihat Tiara menghampirinya.

"Eh Ala, ada apa?" Ujar Aldo

"Ala ala, lo itu baru kenal gue tadi jadi jangan panggil gue ALA" Tiara terlihat kesal,

Pasalnya sedari tadi dia menahan rasa kesalnya, karena dia tau bahwa pemilik suara yang mengganggu moment nya dengan Justin tadi adalah Aldo.

"Mau lo itu apasih, baru aja kenal tadi udah ganggu kehidupan gue selama 5 jam"

"Mau gue?"

"Iya lo,awalnya lo bilang Justin ga baik lah terus pake teriak-teriak bilang orang alay lah, ganggu banget tau" Tiara melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.

"Kalo mau caper itu gak usah norak caranya ya, gue gak suka"

Tiara menatap tajam ke arah Aldo namun hal tersebut bagi Aldo bukan hal yang menyeramkan melainkan hal yang lucu.

"Sorry mulut gue reflek aja ngomong gitu, lagian gue gemes liat si Justin ngebaperin anak orang, gemes pen jotos mukanya" ujar Aldo terang-terangan.

"Wih ada Tiara, annyeongaseo" sapa bagas yang tiba-tiba muncul dari kelasnya.

"Ala lo ngapain disini sama si Aldo" ucap Eva yang tiba-tiba juga keluar dari kelasnya.

"Kleann berpacarann yach??" Ujar Bagas, Tiara memutarkan bola matanya,

"Ni oppa thailand ngawur juga ya kalo ngomong, mana mungkin gue mau sama cowo caper kaya dia" Ujar Tiara lantas berjalan melalui Aldo dan disusul dengan Eva.

Aldo terlihat terkekeh melihat aksi Tiara, entah kenapa hal tersebut merupakan hal yang lucu bagi dia.

"Lo suka sama Tiara Do?" Ujar Bagas

"Gak lah, dia aja yang udah ke geeran duluan tuh" Ujar Aldo masih sedikit tertawa.
.....

Bulan dan Bintang kini menghiasi langit-langit di malam yang gelap, menerangi bumi, seorang lelaki tersenyum menatap bintang yang bertaburan di langit.

"Bunda aku kangen"

ia yakin bahwa salah satu dari bintang yang bersinar paling terang adalah Bundanya, lelaki tersebut adalah Aldo.
14-11-15 merupakan hari dimana Aldo kehilangan sosok wanita yang paling berarti di hidupnya. Setiap tanggal 14 November ia pasti datang ke tempat ini, tebing yang tinggi dimana kita bisa dengan sangat jelas melihat dan memandangi bintang yang sedang bersinar dilangit, tebing ini juga memiliki tingkatan dan Aldo berada di tebing yang paling tinggi, tidak jauh dari rumahnya.

"Bintang tolong jatuh dong dari dulu kamu itu jatuhnya cuma sekali, dan itu 3 tahun yang lalu kan?"
"Aku mau minta satu harapan lagii tolong ya?"
"Kayanya bintang marah deh sama gue"
"Kamu marah ya sama aku? Iyasih aku jarang kesini tapi kan "

Seorang gadis sedang bermonolog, Aldo seperti mengenali suara gadis tersebut ,Aldo menunduk menatap gadis tersebut, disana tidak terlalu terang jadi sedikit susah mengenali orang yang datang kesini.

"Berisik" Ujar Aldo, gadis tersebut menoleh ke atas.

"Jangan nyuruh bintang jatuh"

Gadis tersebut seperti mengenali suara tersebut

"Aldo?" ia membuka matanya lebar-lebar namun ia tetap tidak melihat wajah lelaki tersebut.

"Bintang terlalu berarti"
"Jangan di sia-siakan buat hal-hal yang gak penting seperti yang lo inginin" Ujar Aldo

Let MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang