I’m right here
Don’t you recognize me?
I miss you so much
I’ve been waiting for a long time...
🍁🍁🍁
Seonghee Pov
Kelemahan Seonghee adalah Min Yoonjae.
Aku menatap nanar pantulan diriku sendiri di cermin. Menyedihkan. Rambut acak-acakan, mata sembab, dan pandangan yang tidak berselera untuk hidup.
Aku rindu Yoonjae. Berapa tahun aku terlalu biasa bersamanya? Lebih dari sepuluh tahun. Walau kami pernah hilang kontak dan seolah saling melupakan, nyatanya aku tidak bisa kehilangan dia lagi. Tidak untuk kesekian kalinya.
Jika aku sebuah pohon, maka Yoonjae sudah seperti sinar matahari yang selalu kubutuhkan untuk bisa terus hidup. Hanya butuh dia tetap dindekatku. Walau bukan sebagai kekasih, itu bukan masalah. Asalkan aku tahu kabarnya dan bisa datang padanya tiap aku merindunya, itu cukup.
Sudah hampir seminggu sejak Yoonjae menyuruhku berhenti datang ke apartemennya. Aku menurut. Lebih buruk dari itu, Yoonjae juga tidak pernah lagi membalas pesan ataupun mengangkat telefonku.
Ketakutanku, juga ketakutannya, masih sama.
Aku bertahan sampai hari kelima. Tapi di malam hari ke enam, pertahannku hancur lebur. Aku tiba dirumah setelah menyelesaikan syuting. Rumah kosong. Entah kemana perginya Hyejin, teman satu atapku itu sering tidak pulang sejak putus dengan pacaranya. Kesendirian membuatku semakin merasa terpuruk. Kemarin malam, aku hanya meringkuk seperti bayi di kasur. Menangis sejadinya karena Yoonjae tidak mengangkat telefonku.
Ingatan masa SMA dan awal kuliah juga bermunculan di dalam mimpiku semalam. Aku terbangun berkali-kali dan menangis lagi. Begitu terus, sampai rasanya tidak ingin bangun.
🍁🍁🍁
Flashback
Author Pov
Hari itu seorang remaja menunggu di sebuah cafe di dekat bangunan mantan sekolahnya. Dia sudah lulus. Baru saja lulus. Jadi sekarang dia menyebut bangunan itu 'mantan sekolah'.
Dia melihat keluar jendela. Di sana, diseberang jalan, matanya menangkap sosok yang ia tunggu sejak lima belas menit lalu.
"Apa kau sudah lama?"
Yoonjae menggeleng, "belum ada satu jam." Ia memamerkan gummy smilenya.
"Aku sebentar lagi menghadapi banyak ujian percobaan. Menyenangkan sekali kalau aku menjadi dirimu. Sudah lulus dan diterima sebagai trainee." Seonghee melepas tas sekolahnya yang penuh buku-buku tebal.
"Sebentar lagi, enam bulan lagi kau ujian. Itu akan cepat berlalu." Yoonjae mencoba membangkitkan semangat gadis di depannya.
"Kau kurusan. Apa itu permintaan agensimu?" Seonghee lebih tertarik berbicara mengenai keberhasilan Yoonjae dari pada kemalangannya sebagai siswa semester akhir.
"Tentu saja. Mana ada idol yang berat badannya berlebih."
"Tampan." Seonghee menahan tawanya dan menutupi wajah karena malu dengan ucapannya sediri. "Aku takut kau akan jatuh cinta dengan gadis-gadis di agensimu. Atau artis-artis lain."
"Itu tidak akan terjadi. Yang tercantik di mataku cuma orang di depanku ini."
"Ya, jangan menggodaku. Kau tahu sendiri aku lemah dengan ucapan seperti itu." Seonghee menepuk pipinya karena terasa panas.
"Aku serius. Kalau kau takut aku tertarik pada gadis lain, kenapa kita tidak berkencan? Kau tahu aku menyukaimu sejak lama. Setidaknya–, saat aku pergi, aku punya keyakinan kalau Cheon Seonghee adalah milikku." Suara Yoonjae berubah serius.
YOU ARE READING
Fifth Season (BTS - YOONGI VISUAL FICTION )
FanfictionCerita lain dari: Autumn to Winter (#SEASeries2) A complicated story about Cheon Seonghee and Min Yoonjae (Suga BTS visual) is here. Full Description coming soon
