Maret 2016
Author Pov
"One Zoom out!" Wanita itu memijat pelipisnya, rasanya semua hal tidak berjalan baik sejak pagi tadi. "Ini live!! Kenapa dia terus membuat kebodohan dengan menyebut merek kosmetinya? Apa dia amatir?"
Seonghee buru-buru meng-cut kamera satu yang mengarah pada wajah artis yang hari ini menjadi bintang tamu acara mingguannya, Saturday with Idol (SWI).
"Aku ingin bicara dengannya sebelum masuk segmen akhir." Seonghee memerintahkan salah satu staf di timnya. Matanya tetap fokus pada monitor-monitor di ruang control utama. "Two cut, Byul-ssi dua menit menuju iklan." Dia berbicara melalui mokrofon yang tersambung pada earpiece kedua pembawa acara.
"T-tapi unni, dia, maksudku Lily, kau tau sendiri bagaimana ekslusifnya dia. Aku tidak yakin dia mau kau temui." Staf yang tadi dia suruh ternyata belum beranjak.
"Kenapa? Karena Lily anak emas agensinya?"
"B-bukan, tapi dia memang tidak suka digangggu saat istirahat."
"Hah? Manajer mereka yang memohon untuk tampil di SWI, dan kau tau sendiri aku tidak mentolerir kesalahan." Seonghee bangkit dari kursinya dan beranjak keluar ruang kontrol.
"Biarkan mereka mulai segmen terakhir tanpa Lily, member lain lebih pintar dari gadis sok innocent itu." Dia masih sempat kembali memberikan perintah pada tim broadcastnya sebelum menutup pintu.
---
"Kau tau apa kesalahanmu Kim Lily-ssi?"
Artis yang sedang menatap wajahnya di cermin sambil mengoles lipstik itu menoleh kearah pintu yang tiba-tiba terasa di dobrak oleh seseorang.
"PD-nim? Ku dengar kau ingin bicara dan menunda kemunculanku di segmen berikutnya?" Dia meletakkan lipstiknya dan menyilangkan kaki menghadap Seonghee.
"Tidak tahu sopan santun" Seonghee mendesis pelan.
"Dua kali menyebut merek di acara live dan kau masih bertanya apa yang ingin kubicarakan? Aku bisa menerima kesalahan yang pertama, tapi yang kedua–, apa itu strategi perusahaan kalian? Merek bedakmu yang disponsori besar-besaran oleh SBS, kau pikir programku dan JTDC sedang membuat acara amal?"
Gadis di depannya justru terkekeh pelan, "ah, kau terlalu membesarkannya PD-nim. Orang-orang akan menganggapku imut dan lucu, maksudku imageku memang polos jadi itu justru akan membuat rating SWI hari ini naik."
Seonghee menatap artis di depannya tanpa berkedip, "lucu? Polos? Hahaha, kau pikir kenapa manajermu memohon-mohon untuk tampil di SWI kalau bukan karena skandal hubunganmu dengan Hyunbin itu berakhir dengan mengenaskan? Ayolah Miss Kim, saat iklan begini kau lebih baik membuka internet dan langsung baca komentar mereka yang melihat tayangan barusan."
Seonghee sudah sempat membaca beberapa komentar di portal live stream. Dan itu benar-benar bisa membuatnya mendapat ceramah panjang dari ketua departemen variety setelah ini.
"A-apa maksudmu? Perusahaan kami memohon ke TV kabel untuk masuk ke acaranya? Kau pasti bercanda PD-nim." Akhirnya suara angkuh yang sejak tadi diperlihatkan Lily berubah terbata-bata.
Seonghee berdecak, tidak percaya bahkan manajer mereka tidak memeberitahukan fakta itu, "Membermu yang lain tahu masalah ini dan kaulah penyebabnya. Astaga kenapa agensimu masih sangat mamanjakan artis sepertimu. Kurasa gosip bahwa ayahmu membayar banyak agar kau tetap dipelihara agensi itu bisa jadi bukan berita bohong." Seonghee tiba-tiba merapatkan giginya, tidak sadar dia sudah mengucapkan kalimat yang berlebihan.
"K-kau, aku ingat kau reporter Hot Entertaiment yang menuduhku sebagai selingkuhan Hyunbin setahun lalu. Dan sekarang—, dan sekarang berani-beraninya kau juga menuduh Appaku?" Lily berdiri dan berjalan dengan kalap ke arah PD di depannya, tangannya sudah hampir melayang untuk menampar wanita itu.
YOU ARE READING
Fifth Season (BTS - YOONGI VISUAL FICTION )
Fiksi PenggemarCerita lain dari: Autumn to Winter (#SEASeries2) A complicated story about Cheon Seonghee and Min Yoonjae (Suga BTS visual) is here. Full Description coming soon
