[Imagine / Fanfiction]
IM itu udah temenen lama sama kamu.
Kata teman-temanmu IM menyukaimu sebenarnya kamu tau sih IM menyukaimu karna sekitar 3 bulan yang lalu dia menembakmu tapi kamu menolaknya. Bukan karna kamu tak menyukainya tapi yang kemarin terlalu mendadak sedangkan kamu belum ada perasaan sedikitpun padanya.
Meskipun kamu menolaknya kalian masih temenan baik dan dia bilang dia bakal bikin kamu menyukainya sampai-sampai tak mau kehilangannya.Seiring waktu terus berjalan.
Dan kamu sudah merasakan itu!
Apa yang IM lakukan padamu, perlakuannya, perkataannya, semuanya deh.
Kamu merasakan kalau kamu sudah mulai menyukainya.>>>
Pas lagi istirahat kamu melihatnya bermain dengan seorang wanita dengan sangat mesranya.
Dia mengajarkan wanita itu bermain gitar sambil memegang jari-jari cantik milik tangan wanita itu.
kamu yang berdiri dibalik pohon sambil memperhatikannya itupun sangat kesal!"Dia bilang menyukaiku! Dia bilang mau menungguku! Tapi apa? Dia malah main bersama wanita itu!" Omelmu
Tapi sekali lagi kamu pikir, apa hakmu itu memarahinya? Kamu bukan pacarnya? Kamu bukan siapa-siapanya?!
Kamupun membalikkan badanmu dan berjalan menuju perpustakaan. Mungkin dengan kamu membaca buku kamu akan melupakan segalanya
BRUKK...
Kamu terjatuh dilorong akibat wonho menabrakmu
"Aduh maaf yn, aku tak melihatnya" diapun membantumu bangun
"Iya, aku juga minta maaf karna aku tak melihatmu"
"Ehh? Tunggu? Kau berdarah?" Ucap wonho saat membantumu berdiri
"Astaga apa kau berdarah karna gelas kimia didalam kantong ini pecah?" Dengan cepat wonho memeriksa barang dikantong yang dia bawa tadi
"Aku tak apa kok" kamu membersihkan darah dikakimu
"Gelas kimia ini beneran pecah loh?! Apa ada beling yang menusuk kaki mu atau apa? Ayo kita ke uks!" Wonho pun menggenggam tanganmu
"Oppa, percayalah aku tak apa kok" jawabmu sekali lagi
"Aku harus membawamu, ini akan bahaya jika tidak ditangani segera"
Akhirnya kamu hanya bisa menuruti apa kata wonho.
Kamu mengikutinya sampai diuks dan kamu duduk disalah satu kasur diuks"Kamu tunggu disini. Akan ku panggil ibu uksnya" ucapnya
>>>
"Kamu kenapa??"
Bertapa terkejutnya kamu ketika IM tiba-tiba berlari menghampirimu.
"Kau tak apa? Huftt huftt" ucapnya dengan nafas terngesa-gesa.
Dia berdiri tepat dihadapanmu sekarang
"Iya aku ga papa kok yem" jawabmu
"IM? Kenapa?" Tanya wonho
Wonho yang baru datang setelah mengambil obatpun berlutut tepat dihadapanmu
"Hei!!" Bentak IM
IM langsung memegang tangan wonho saat ingin mengoleskan obat dikakimu
"kenapa?" Wonho menatap ke arah IM
"Biar aku saja" IM langsung mengambil obat itu dan mengoleskannya untukmu
"Kenapa tak wonho oppa saja?" Tanyamu ke IM
"Pokoknya AKU saja!"
Dia pun mengobati obatmu
"Hyung, yn biar ku urus kau pergi saja" Ucap IM
"Ooo baiklah, maafkan aku karna mengganggu kalian berdua. Aku pergi, good luck yem!" Wonho menepuk pundak IM. Lalu pergi
"Kenapa bisa luka gini sih?" ucap IM tiba-tiba
"Ini cuman luka kecil yem" ucapmu
"Kalau luka kecil kenapa harus dibawa ke uks? sama wonho lagi"
"Lalu? kalau tau ini luka kecil kenapa kamu mau obatin? Kan aku bisa sendiri"
Kamu langsung mengambil obat yang sedang IM pegang
"Eh- bukan gitu!" IM mengambil obatnya kembali
dia melanjutkan mengoleskan obatnya di lukamu setelah itu dia duduk disampingmu
"Siapa yang memberitaumu?" Tanyamu
"Tentang?"
"Aku terluka. Padahalkan kan cuman sedikit, Sebenarnya aku ga mau ke uks tapi wonho oppa memaksaku, ya... mau tak mau"
"Bilang aja mau modus sama wonho"
"Ga mungkin kali yem. Jadi siapa yang memberitaumu?"
"Seseorang"
"Siapa?"
"Kepo deh"
"Ii kenapa emangnya? Ga boleh?"
"Iya"
"Iyadeh terserah kamu aja, tapi syukur deh masih ingat aku"
"Aku memang selalu ingat sama kamu kali" dia menjitak kepalamu
"Masa? Tadi? Pegang tangannya siapa?"
"Ya mana?" IM memikirkan apa yang kamu maksudkan
"Ooo, jadi? Kenapa? Kamu cemburu?" Lanjutnya
Dia mendorongmu dengan jari telunjuknya sambil menyengir
"Ga kok" kamu memalingkan mukamu
"Ii jujur deh, cemburu yaa" dia terus mendorongmu dengan jari telunjuknya
"Seriuss, aku ga cemburu sama sekali. Lagian Aku kan bukan siapa siapa ga berhak kan?" Kamu memukul pundaknya pelan
"Yn" dia langsung menatapmu dan memegang kedua pundakmu
"Kamu berhak, berhak banget. Oke kalau kalau ga suka aku ga bakalan ngelakuin itu lagi kok" lanjutnya"Ehh-?"
Kamu terkejut seketika.
Kamu bingung apa yang harus kamu jawab sekarang dan didalam hatimu bertanya tanya
"kenapa IM begini sekarang?"
"Kenapa dia seserius itu?"
Kenapa, kenapa dan kenapa."Aku serius" ucapnya
"Kenapa sih yem?" Kamu melepaskan kedua tangannya dari pundakmu
"Aku becanda kok" kamu menepuk pundaknya"Yn, kamu masih ragu ya untuk menerimaku? Apa waktu 3 bulan ini tak cukup untukmu?" Ucapnya. Dia menatap mukamu dengan tatapan serius, sangat serius.
"Bu-bukan gitu yem" ucapmu terbatah-batah
"Apa kamu sama sekali tak ada perasaan sedikitpun padaku? Padahal aku sudah menyukaimu sekitar 1 tahun lamanya. aku menembakmu 3 bulan yang lalu tapi kamu menolakku. Kamu bilang 'mana bisa pacaran tanpa ada perasaan?' Ya sudah sejak itu aku berusaha untuk mendapatkan hatimu dan berusaha membuatmu ada perasaan padaku tapi usahaku mungkin sia-sia" IM pun berdiri dan pergi
Kamu bingung apa yang harus kamu lakukan.
Kamu tau selama 3 bulan ini IM sangat memperjuangkanmu. Bahkan dari sekian banyak cewek yang dekat dengannya dia menolak semuanya.
Karna dia tau, kamu sudah berjanji padanya kalau ada perasaan kamu akan menerimanya.
Tapi sekarangpun, kamu bingung tentang perasaanmu. kamu dilema.
Kamu baru punya perasaan padanya kalau dideskripsikan dengan angka 30 dari 100
Memang sih hatimu sudah sedikit tergerak dgn apa yang IM lakukan padamu selama 1 tahun ini.
Tapi apa kamu bisa menjamin IM pantas untukmu?
