REUNITE

36 5 1
                                    

"Suatu saat, pohon flamboyan di puncak bukit ini akan gugur daunnya, mengering kemudian kembali menyatu dengan tanah. Saat itu juga aku tidak bisa lagi menunaikan janjiku padamu. Maka sebelum hal itu terjadi, aku ingin bertanya sekali lagi kepadamu. Masih pantas kah aku merindu? "

Gadis cantik itu tersenyum lalu melepaskan tangannya dari genggaman yogi.

"Heii, jawab aku" ucap yogi sambil berjalan pelan ke hilda

Hilda kembali melempar senyuman manis kepadanya, kemudian mundur perlahan seirama dengan langkah yogi.

Dia kemudian terhenti ketika punggungnya menyentuh batang pohon flamboyan, senyum manisnya masih tergambar di bibir.

Yogi berhenti lalu menatap gadisnya lekat-lekat. Hilda kemudian membalikkan badan lalu berlari ke belakang pohon, Yogi sontak mengikutinya namun ketika langkahnya menggapai belakang pohon, gadisnya menghilang...

*****
Hujan perlahan mengguyur jakarta pagi itu. setitik demi setitik jatuh kemudian menyebar ke seluruh penjuru jalan, batu, toko, kendaraan bahkan rumput liar.

Irama musik jazz dari radio seakan-akan ikut menyelaraskan musiknya dengan rintik hujan.

Yogi membuka matanya perlahan, hangat selimut dan nyamannya kasur masih melekat kuat bagaikan gravitasi dalam dirinya.

Di liriknya jendela besar di samping tempat tidurnya, air hujan yang mengguyur jakarta ikut serta membasahi si kaca.
Dia kemudian berbalik melirik langit-langit, bayangan mimpi yang baru saja dialaminya masih tertanam dan tertancap dalam pikirannya.

"Bahkan dalam mimpi aku merindukanmu" ucapnya lirih

Dia kemudian mengangkat setengah badannya, meronta lalu mencoba lepas dari gravitasi yang sedari tadi mengekangnya. Diusap wajahnya lalu menyingsingkan selimut yang semalam setia mendekapnya.

Sementara itu hujan masih begitu deras..

******
Petugas itu tersenyum sambil menyerahkan tiket pesawat ke Yogi.
Setelah berterimakasih yogi berjalan keluar ruangan itu lalu meraih telepon genggamnya yang sedari tadi berdering.

"Halo?" ucapnya

"kamu dimana, sudah di pusat perbelanjaan? " tanya sarah dari telepon

Yogi terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan sarah.

"Aku sedang menuju kesana, nanti kutunggu disana saja" Ucap yogi lagi

"yahhh, kamu gak bilang sih, padahal aku bawa mobil"

"maaf, nanti pulangnya aja barengan"

"Yaudah tunggu yah" ucap sarah lalu menutup telponnya.

****
Sarah melambaikan tangannya lalu mempercepat langkahnya menuju ke yogi yang sedari tadi menunggunya.

"Dari tadi? " tanya gadis itu

"gak kok barusan juga sampai" ucap yogi tentu saja jawaban ini di karangnya

"Kenapa tiba-tiba mau beli baju hangat sih? Emang kamu mau keluar negeri? " tanya sarah

"iya, tapi cuma sebentar kok"

Mereka kemudian melangkah masuk kedalam pusat perbelanjaan
Membaur dengan orang sekitar kemudian menghilang ditelan keramaian.

"urusan pekerjaan?" tanya sarah tiba-tiba hingga mengagetkan yogi yang sedang memilih baju-baju di salah satu toko di pusat perbelanjaan besar di jakarta.

"Bukan" ucapnya pelan

Sebenarnya sarah ingin menanyakan lebih jauh, tetapi sebuah perasaan tidak enak menghinggapinya, akhirnya diurungkan niatnya tadi.
Dia lebih memilih menatap sepupunya.saat itu ada sedikit cahaya yang dipancarkan yogi. Walaupun hanya secerca tapi sarah bisa melihatnya, itulah kenapa dia lebih memilih diam agar cahaya itu tetap ada.

Delonix Regia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang