Mumpung semangat jadi aku lanjutin.. Jangan jadi siders -_- hargain penulis okayy..
Happy reading all😘
Mentari pagi menembus sela2 jendela kamar Greyvanno membuat ia mengerjapkan matanya berkali2 karna cahayanya yg sangat silau.
Ingin rasanya ia kembali tidur tp dia ingat bahwa hari ini ia akan menemui calon queennya itu dan mengatakan yg sejujurnya mengenai asal usulnya. Greyvanno lalu memasuki kamar mandinya dan mulai membersihkan diri. Setelah kurang lebih 15 menit ia keluar dgn rambut yg basah dan handuk melilit pinggangnya.
Hari ini Greyvanno memakai baju kemeja berwarna hitam yg dilipat sampai siku, dan celana panjang berwarna senada. Ia menyisir rambutnya dan tak lupa memakai sedikit parfum.
Setelah selesai ia melangkahkan kaki mendekati jendela kamar nya dan mengambil kalung berliontin biru yg sangat indah. Rencananya ia akan memberikan kalung itu pada Drysia.
Ia berbalik lalu beranjak pergi dari kamarnya menuju pintu keluar, ia harus melewati lorong2 panjang agar sampai dipintu keluar kastil. Ia pun menggunakan kekuatan demonnya dan alhasil dalam sekejap ia sudah berada di depan pintu keluar.
Tatapannya masih tetap sama, datar dingin tajam menusuk. Lalu para prajurit spt biasa membungkukkan badan "Salam kami yang mulia Lord" lalu perlahan pintu mulai terbuka. Ia lalu menuju depan pintu kastil miliknya lalu mengeluarkan sepasang sayapnya.
Dgn kekuatan terbangnya, Greyvanno sudah tiba di taman yg biasa dikunjungi Drysia. Dan lihatlah! Gadis yg sedari tadi memenuhi pikirannya sedang ada di pinggir danau.
Walau ia duduk membelakangi Greyvanno, pria itu yakin kalau gadis itu adalah pujaan hatinya. Karna bau harum mawar khasnya sudah menyeruak di indra penciuman Greyvanno. Terlintas dipikirannya untuk mengagetkan gadis itu.
Perlahan ia berjalan mendekati sang gadis yg duduk ditemani hewan berbulu yg bentuknya seperti rubah namun sangat kecil dan menggemaskan (kucing maksudnya wkwk).
Setelah dekat ia mengagetkan Drysia dgn memegang pundak gadis itu. "Dorrrr!"
"Astagaaa yaampun Vanno kau mengagetkanku!" gerutu Drysia. Greyvanno pun hanya terkekeh kecil kemudian duduk disamping gadisnya.
"Maafkan aku bidadariku" kata terakhir yg diucapkan Greyvanno mampu membuat Drysia salah tingkah, pipinya pun memanas dan memerah, semerah buah tomat.
"...." bingung ingin menjawab apa, Drysia hanya diam saja. Dalam hati ia merasa senang dan diperutnya spt ada kupu2 yg menggelitiki.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tp berjanjilah kau akan tetap bersamaku apapun yg terjadi" tatapan matanya menjadi serius serta tangannya memegang tangan gadisnya.
Drysia dgn senang hati akan mendengarkan dan harus ia akui bahwa ia telah terpikat pada pria disampingnya ini dari pertama mereka bertemu.
"Tentu Van, aku akan slalu bersamamu apapun yg terjadi" senyum merekah dibibir Greyvanno. Lalu ia mengajak Drysia ketempat sepi. Semula Drysia membayangkan bahwa ia akan disakiti oleh Greyvanno, tp mengingat pria itu spt sangat menyayanginya, ia enyahkan pikiran buruk itu.
Dan tibalah mereka disebuah rumah tua yg masih terawat. Mereka lalu masuk kedalamnya, Greyvanno memegang erat tangan gadisnya menuju ruangan tengah rumah tersebut.
Rumah ini bergaya kuno, banyak hiasan2 dan ornamen2 yg indah serta patung terbuat dari emas diruangan yg sekarang dipijaknya ini.
"Ini rumahmu? Bagus sekali" puji Drysia.
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Demon's Mate ~Greyvanno_Drysia ~
FantasyGreyvanno Audryn Billgates, seorang pemuda tampan yg sejatinya dia adalah seorang raja demon dr segala raja yg memerintah di Negeri bernama Fouraqie Fantasia yg terkenal dgn kepribadiannya yg cuek, dingin, kejam, dan menakutkan. Ia begitu ditakuti o...
