Pregnant

3.6K 153 6
                                        

Keesokan paginya, sepasang pengantin baru itu masih terlelap padahal waktu sudah menunjuk pukul 9.00. Freyanna yg penasaran karna biasanya sang kakak tak pernah melewatkan waktu sarapan pun pergi mengecek ke kamar kakaknya.

Setibanya di depan pintu, ia mengetuk² pintu agar sang penghuni segera bangun tak lupa dngn teriakan melengkingnya.

"Kak! Woy bangun dong! Udah siang jngn tidur mulu!"

Freyanna masih setia menggedor kamar sang kakak.

Di dalam kamar..

Drysia yg merasa ada yg mengetuk pintu kamarnya pun beranjak bangun dan memunguti pakaiannya yg berserakan akibat ulah Vanno semalam.

Setelah selesai ia berjalan ke kamar mandi dngn tertatih² karna dibagian kewanitaannya terasa nyeri. Selesai dari kamar mandi perutnya tiba² mual dan iapun muntah beberapa kali di wastafel.

"Hoeekk.. Hoekkk.."

Suara Drysia membuat sang adik ipar penasaran dan dngn lancang ia berteleportasi ke dalam kamar sang kakak.

Ia menemukan kakak iparnya terduduk di dekat wastafel. Sedangkan kakaknya sendiri masih tidur di ranjang tanpa terganggu sedikitpun.

Freyanna lalu membantu Drysia bangun dan menyuruh Rexa membawakan segelas air.

Ia mendekati kakaknya lalu..

"Kak, kayaknya kak Sia hamil deh, soalnya dia muntah² tadi."

Hebat! Hanya dngan kalimat itu, Greyvanno mampu membuka matanya. Lalu melihat keadaan queennya.

Drysia terlihat tidak sehat, matanya berair, wajahnya pucat, badannya lemas. Greyvanno menyuruh adiknya memanggil Bryna untuk mengecek keadaan queennya.

Freyanna memanggil Bryna dngan memejamkan mata dan menyebut nama sang peramal sekaligus tabib kastilnya sebanyak 3 kali. Lalu muncullah asap berwarna ungu dan muncullah Bryna membawa gayung, karna tadi ia sedang menyirami tanaman.

Ia meletakkan gayungnya di nakas.

"Ada apa hamba dipanggil menghadap anda yang mulia Lord?"

"Queenku, apa benar dia hamil? Sejak tadi dia muntah²" katanya.

"Sebentar, biar hamba periksa."

Bryna mulai berkomat kamit lalu di jarinya muncul cahaya berwarna kuning keemasan saat tangannya berada diatas perut sang queen yg menandakan bahwa ia sedang mengandung.

"Selamat yang mulia, queen sedang mengandung." ucap Bryna.

Greyvanno, Drysia, dan Freyanna sangat senang mendengarnya. Bahkan Greyvanno mengecup kening Drysia berkali² saking senangnya.

"Terimakasih, Sia. Kau telah membuatku menjadi demon paling bahagia di negeri ini." ucapnya sambil memeluk Drysia.

"Selamat, kak Sia. Aku turut senang mendengarnya." ucap Freyanna.

"Kau tak boleh mengangkat barang² berat dan kau juga harus menjaga kesehatanmu, kak." Freyanna mengingatkan Drysia karna kakak iparnya itu suka sekali mengangkat barang² yg lumayan berat.

"Hm.. Baiklah adik kecil akan kuturuti  saranmu. Terimakasih." jawab Drysia sambil tersenyum.

"Ya, baiklah. Kalau begitu aku pamit dulu kak, aku ingin menemui Kyle."

"Ya, pergilah." lagi, Greyvanno sangat cuek dan dingin walau pada adik kandungnya sendiri. Namin tidak dngan Drysia. Ia selalu bersikap manis dan romantis pada queennya itu.

Drysia lalu menepuk pipi Greyvanno dan menyuruhnya mandi.

"Vann, kau tak ingin mandi? Ini sudah hampir tengah hari, dan kau kan seorang Lord, pasti pekerjaanmu banyak."

Benar, Greyvanno adalah pemimpin tertinggi di negeri Fouraqie Fantasia ini. Tugasnya pun banyak dan hari ini dia terlambat bangun, pasti Qey dan Max sudah menunggunya.

"Baiklah my queen, aku mandi dulu. Kau makan saja dulu. Aku akan langsung menemui Qey dan Max." kemudian Greyvanno melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

Sedangkan Drysia? Ia menuruti apa kata Lord nya, ia menghampiri pelayannya, Rexa dan Rexy si mermaid kembar yg ada di dapur.

"Apa yg anda lakukan disini, queen? Apa anda ingin makan siang? Biat saya siapkan, anda tak perlu datang kemari." ucap Rexy.

"Iya, aku ingin makan karna kata Vanno aku harus makan agar bayiku tumbuh sehat." ucapnya.

(Oh iya, seluruh penghuni kastil sudah mengetahui perihal hamilnya sang queen.)

"Mari saya antarkan ke ruang makan, queen." kemudian Rexa mengantar Drysia ke meja makan dan tak lama kemudian Rexy muncul membawa beberapa macam makanan dan buah²an.

"Apa kalian tak ingin ikut makan bersamaku? Ayolah tak apa²."

"Tidak, queen. Kami tidak selevel dngan anda, kami akan makan di dapur saja."

Inilah yg tak disukai Drysia. Ia paling tak suka bahwa orang menganggap dia lebih tinggi derajatnya.

"Hei, sudah kubilang, aku dan kalian ini sama. Jadi jangan sungkan terhadapku. Sudahlah ayo makan,aku memaksa." akhirnya tawaran Drysia yg memaksa kedua mermaid itu menemaninya makan pun disetujui lalu mereka bertiga makan bersama.

15 menit kemudian..

"Ahh aku kenyang sekali! Seperti biasa masakan kalian memang tak ada duanya!" Drysia selalu memuji masakan kedua mermaid itu karna menurutnya rasanya sangat lezat.

Di lain tempat..

"Lapor, Lord! Para Werewolf merusak kebun bunga milik para Fairy!" ucap salah satu penjaga.

Ya, sekarang Greyvanno ada di singgasana nya dan ia mendapat laporan bahwa para Werewolf merusak taman milik para Fairy. Memang kaum Werewolf sangat suka mencari masalah.

"Max! Kemarilah!"

Max yg merasa dirinya dipanggil kemudian melangkah mendekat.

"Ada apa kau memanggilku?" tanyanya. Oh astaga apakah Max sudah tuli? Apa dia tidak dengar apa yg barusaja diucapkan oleh salah sagu penjaga nya?

"Apakah kau tuli, heh?" ucap Greyvanno.

"Tolong urusi makhluk bodoh itu! Aku tak ingin mengotori tanganku!"

"Ya, baiklah." Max pergi dngan diikuti oleh penjaga tadi, karna dialah yg menunjukkan dimana kekacauan itu terjadi.

Sedangkan Greyvanno, ia lebih memilih menemui queennya. Rasanya sebentar tanpa Drysia akan menjadi 100 abad untuk Greyvanno.

Max sampai di taman para Fairy lalu dia disambut oleh Fany, putri kerajaan Fairy. Ia menyampaikan keluh kesahnya kepada Max.

"Hai, aku Fany, putri kerajaan Fairy. Lihatlah taman milik keluargaku, sungguh tak kusangka taman yg indah berubah mengerikan seperti ini." Fany menangis.

"Fany, aku akan menghukum para Werewolf untukmu." hiburnya.

"Terimakasih, Max."

Disisi lain...

Seorang wanita duduk di tepi jurang keputusasaan, ditemani seorang penyihir tua. Ia menyeringai.

"Tak lama lagi, kau akan menderita! Tunggu saja. Silahkan nikmati masa kehamilan dan harimu yg indah sebelum semuanya berakhir! Hahaha.."

"Takkan kubiarkan kalian berdua bahagia! Tak lama lagi, aku yg akan menjadi queen, bukan dia lagi hahahha.." tawa jahat wanita itu sungguh menakutkan. Membuat siapapun yg mendengarnya akan ketakutan.


Haii.. Aku up lagi nih.. Ada yg nungguin nggak ya kira²? Btw kalo kalian suka, recommended in ke temen² kalian juga yaa biar makin banyak yg baca dan biar aku jd semangat nulisnya.. Okee..
Pelukcium dari Fany🤗😘

The King Demon's Mate ~Greyvanno_Drysia ~Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang