Chapter 9

7 3 0
                                    


~•~
Pada saat Mario dan Raina sedang berdansa, dari kejauhan ada seorang wanita melihat mereka dengan mata kebencian.
Dan ada seseorang menghampiri wanita itu
" mbak, semuanya sudah beres" kata pria itu
"Bagus, ini bayaran kmu" si wanita memberi amplop
"Terima kasih, permisi" si pria pun bergi meninggalkan si wanita
"Gue gk akan pernah biarin hidup lo tenang Raina, liat aja gue bakalan rebut mario dari lo" kata si wanita dengan senyuman jahat

~•~

Pada saat Raina dan Mario berdansa dengan posisi ditengah lantai dansa, sebuah lampu besar akan jatuh dan mengenai mereka.
Dan mario melihat lampu itu dan berkata
"Raina awas!!!" dengan menarik Raina ketepi bersamaan dengan jatuhnya lampu itu
"Bruukkkkkkk!!!!!!!!!"
"Lo gpp kan Raina" tanya mario
"Gpp kak, lo sendiri gpp kan" jawab maira
"Iya gue gpp kok, ehhhh..."
"It..itu tangan lo berdarah kak"
"Gue gpp kok, ini cuma luka kecil"
"Gpp gimana kak, itu berdarah tau. Ini semua pasti salah ku" kata Raina sambil menangis
"Hey, lo knpa juga nangis nih. Udah gue gpp kok, tinggal diobatin aja" kata mario
"Oi, mas bro. Udah cepetan sana ke rumah sakit" kata adi
"Iya, nti lo di temenin sama Raina" kata wanda
"Pake mobil gue aja, yuk gue sama wanda nganterin kalian" ajak dani
"Ya udah, kmu jngan nangis lagi ya" kata mario
"Iya kak, ayo aku bantu bangunnya" kata Raina

Mereka pun menuju rumah sakit dengan mengendarai mobil dani. Dari kejauhan si wanita marah Dan berkata
"Kurang ajar, kali ini emng gue gagal. Tapi liat aja, lain kali gue bakalan hancurin lo raina " si wanita pun pergi dengan wajah benci
~•~

RainaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang