Perjalanan Kenzo ke kantin harus terhenti, ketika perempuan yang kini berstatus sebagai guru pembimbingnya itu menghalangi jalannya"Gue harap, lo gak lupa sama bimbingan lo. Jadwal nya ada disana, lo yang nentuin tempatnya. Kalau udah beres kabarin aja, nomor gue juga ada disana," kata Aldani menyerahkan secarik kertas kepada Kenzo
Kenzo mengambil kertas itu, memasukkannya kedalam saku celananya, lalu setelahnya berlalu meninggalkan Aldani
°•°•°•
Pulang sekolah, Kenzo tidak langsung kembali ke rumahnya. Kenzo punya kewajiban lain, seperti mengurus rumah makannya.Siang ini, Kenzo mampir ke rumah makan yang sudah lama ia kelola. Walaupun Kenzo sudah mempercayakan setiap orang untuk mengurus rumah makannya yang tersebar di beberapa kota, tetap saja Kenzo harus sesekali mengecek, apakah ada masalah atau tidak
Selain rumah makan, Kenzo juga memiliki puluhan penginapan didaerah puncak, yang dikelola langsung oleh Rian, saudara ayahnya
Sejak kepergian ayahnya, Kenzo memang sempat tinggal bersama Rian dan Tamara, istrinya Rian. Mereka membantu mengurus semua kekacauan yang tersisa. Apalagi, setelah Ayah Kenzo meninggal, perusahaan ayah Kenzo juga turut bangkrut. Sehingga hanya menyisakan rumah Megah sebagai warisan untuknya
Karena terdesak ekonomi, Rian akhirnya menjual rumah itu atas persetujuan Kenzo, hasil dari penjualan itu mereka pakai untuk membeli rumah yang sederhana dan lebihnya untuk merintis usaha kecil-kecilan, seperti warung kopi
Hingga, tak terasa warung kopi mereka mulai ramai dikunjungi, membuat ketiganya berpikir untuk mengembangkannya menjadi rumah makan
Kenzo sangat bersyukur paman dan bibinya masih mau merawatnya. Mereka sangat menyayangi Kenzo, apalagi mereka belum diberikan momongan
Hingga saat Kenzo duduk dibangku kelas 2 SMP, Bibinya hamil, mereka mulai sibuk mengurus calon anak mereka. Kenzo tidak cemburu, hanya saja ia merasa kalau pergi dari rumah adalah solusi terbaik
Tidak ! Kenzo tidak kabur begitu saja, ia pamit baik baik kepada Paman dan bibinya. Awalnya, mereka tidak mengizinkan. Tapi karena Kenzo memang keras kepala, jadi dengan berat hati mereka mengizinkan
Hidup sendiri diumurnya yang masih belia memang tidak mudah. Kenzo harus mencuci sendiri, menyiapkan makanan sendiri, tidur sendiri, menyapu sendiri, pokoknya semuanya selalu ia lakukan seorang diri
Hingga sekarang Kenzo sudah terbiasa hidup sendiri
Sepulang dari rumah makan, akhirnya Kenzo memutuskan untuk pulang. Kenzo membersihkan badannya lalu menyandarkan punggungnya pada kepala sofa
Merasa bosan, Kenzo lalu mengambil ponselnya dan memulai percakapan pada grup tidak berfaedahnya
4 COGAN, BIMA GAK TERMASUK
Knzoo
Abangg ;(
Dinda kesepian hikss :'((AlvaroPermana
Mau abang temenin ? Nanti om kasi permen dehB.Rafifff
Jangan bang, itu dedek Enco masih suciKnzoo
Amit-amit gue ditemenin kang galon
Enco pala lu !!Bimbima
Ehh anjay, itu yang ganti nama grup sape ? Perlu gue sampoin tuh mulutnyaAlvaroPermana
Si Kenzo bim. Wahh parah emang tuh anak
KAMU SEDANG MEMBACA
KENZO
Teen FictionKisah sederhana tentang dua orang remaja yang saling mencintai. Berbagai tekanan dan konflik membuat mereka bingung antara ingin bersama, saling melupakan atau justru mengikhlaskan demi kebahagiaan masing-masing🍃