8

30 5 1
                                    

kisah fiona ribet banget ya. kemaren malem, hafiz, anak XII IPA 2 yang notabenenya mantan gebetan fiona mulai ngedeketin fiona lagi.

ngga cuma itu.

adik kelasnya, si kelvin juga ngedeketin fio. kalo kata orang sih "pucuk ubi direbutin" karena fiona ga cantik-cantik banget, malah bisa dibilang cukup jelek.

pagi ini, fio lagi bengong sambil nungguin sahabatnya dateng, fio selalu datang lebih awal,emang murid teladan banget.

"ciee, kenapa bengong bidadari? galau ya, gara-gara si juna nge post foto cewe lain?" tanya irvan sambil ketawa-ketawa.

"apasih lo ngga jelas banget," jawab fio. jujur, fio sangat bingung sama juna. beberapa minggu ini dia deketin fio, dibilang suka sama ochi dia iya-iya aja, dibilang suka sama fio juga iya-iya aja,terus pas mantannya pindah kesini dia juga welcome banget, dan sekarang dia ngepost foto temennya fio.

heran ya, cowo.

karena irvan ngomong gitu, fio jadi semangat buat nge chat fayra tanpa ragu-ragu.

WhatsApp

06.48 am
P
fay

06.56 am
slr
apaan?

lo kenal sama juna?

juna? juna mana nih?

juna, juna azhari nandito

oh, anak sekolah lo kan?

iya, lo kenal?

kenal sih, kenapa?

deket?

lumayan

banget?

ih emang kenapa sih fi?

engga, kepo aj, makasih

sip lah
read.

fio udah males banget chat sama fayra, bikin tambah galau ntar.

satu persatu temen-temennya dateng, dan pelajaran dimulai.

...

saat bel istirahat berdering, fiona dan sasa engga ke kantin karena diet katanya. di kelas mereka cuma ngobrolin putri yang kebetulan lagi main di kelas si juna.

"caper banget ga tuh?" kata sasa saat melihat putri yang ketawanya dibikin sekalem mungkin. fiona cuma iya-iya aja.

"udah lah daripada ngomongin orang mending lo temenin gue ke toilet deh sa," pinta fiona.

"mau ngapain?"

"ya buang air lah tolol,"

"besar atau kecil?"

"ah bodo ah bacot amat lo." kata fiona dan pergi ke toilet sendiri. saat perjalanan ke toilet, si juna nyamperin fiona.

"hai fi," katanya sedikit canggung.

"eh, hai"

"mau kemana fi?" tanya juna

"toilet nih, kenapa?"

"engga sih, nanti malem jalan yuk, mau ga?" fiona diem, kaget sih tiba-tiba ngajak jalan. bukannya dia lagi deket sama fayra?

"hah? kok ngajak jalan? bukannya lo lagi deket sama fayra ya?"

"ooh lo kenal sama fayra ya? bagus deh kalo gitu,"

"lah? kenapa?"

"jadi nanti malem gue ga perlu lagi ngenalin dia ke lo,"

"gimana-gimana?" tanya fiona yang tak mengerti dengan ucapan juna.

"udah lupain aja, ntar malem ya abis maghrib, jangan lupa"

fiona mematung sambil liatin juna pergi balik ke kelasnya, fiona pun memutuskan untuk balik ke kelasnya juga. mau ngasih info ke sahabatnya.

kata dhita, maksud dari perkataan juna tadi tuh dia mau ngajak gue sama fayra jalan sekaligus. gue ga percaya banget sih, soalnya sejauh ini juna keliatannya baik dan ga mungkin kelakuannya gitu.

fiona berusaha menghapuskan pikiran negatifnya tentang juna. sekarang jam enam sore, dan fio mau mandi, abis itu sholat maghrib baru deh siap-siap.

setelah mandi dan sholat maghrib, fiona mengganti baju rumahnya dengan baju yang sudah dipilihnya tadi. seperti biasa, fiona hanya memakai kaos oversize putih dengan kemeja flannel diluarnya, celana hitam pendek, totebag dan sneakers andalannya.

gak lama setelah itu, terdengar bunyi klakson mobil yang pastinya suara mobil si juna. fiona pun membuka pintu rumahnya dan mendapatkan mobil juna dengan juna di dalamnya, sendirian.

oke, juna ga seperti yang dhita bilang.

"heh fi, buruan naik, bengong mulu," katanya.

fiona pun mengunci rumahnya lalu menutup pintu pagar dan berangkat bersama juna.

di mobil cuma ada suara radio yang muterin lagu gantung - melly goeslaw  yang pas banget sama kondisi hubungan juna dan fio sekarang. mungkin kalo ada sahabat-sahabatnya, fio bakal diketawain.

"eh jun, ini mau kemana sih?" tanya fio karena sekarang jalanannya udah kaya ga kota lagi gitu. fiona takut.

"bentar, mau jemput fayra," jawab juna ddngan santai.

what the fvck?  fio menarik ucapannya tadi. juna benar-benar seperti apa yang dhita katakan. hatinya sedikit tergores.

fiona bungkam. mobil juna sudah berhenti di depan rumah fayra dan juna turun untuk memencet bel yang terdapat di dekat pagar rumah tersebut.

di dalam mobil, fio ingin sekali menangis tapi air matanya tidak keluar. fio sangat bersyukur karena air matanya sulit keluar saat ini jadi dia tidak menangis hanya karena juna. fio tidak mau menangisi laki-laki, apalagi yang bentukannya seperti juna.

setelah lima menit menunggu, akhirnya fayra keluar dengan outfit yang berbanding terbalik dengan fiona. fayra memakai sweater bermotif cherry, rok merah pendek, tas hitam kecil dan sneakers.

"eh, ada lo juga ya fi?" kata fayra santai sambil membuka pintu mobil disebelah kemudi. tempat yang sekarang fio duduki.

"iya nih," jawab fio sesantai mungkin.

"fi, maaf ya, lo duduk belakang aja ya? fayra didepan, soalnya gue mau fayra yang di depan" kata juna tanpa beban. lalu disusul dengan fiona yang keluar dari mobil dan pindah ke bangku belakang.

kalo tau lo kaya gini, mendingan gue sama irvan deh jun. batin fiona kesal setengah mati.

—hellabica, xoxo.

; gantung ; [DISCONTINUED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang