Keesokan pagi nya, Diri Kanya sudah memungkinkan untuk masuk. Dirinya tidak sabar untuk menginjak'an kaki di Gemas.
Seperti biasa. Pukul 6 kurang 10 menit Kanya sudah sudah keluar kamar dan pamit kepada Mamanya,
"Ma? Kanya berangkat dulu ya." Pamit Kanya seraya menyium tangan Mama nya, Diana.
"Iya Nya. Hati - hati lho kamu!" Pesan Diana kepada Anak nya.
"Iya."
Kanya berjalan kaki ke Halte terdekat. Kembali seperti rutinitas biasa, Kanya menaiki bus atau Metromini. Dirinya teringat bahwa Ankana juga biasanya menaiki Metromini untuk pergi kesekolah. Menerka - nerka, Kanya berharap Ankana ada didalam Metromini.
Kanya naik. Mengedarkan sekeliling nya dengan alasan mencari bangku kosong, namun pikiran nya tertuju pada seseorang yang mempunyai Otak Jenius.
Ketemu.
Ankana sedang menengok ke samping kiri, melihat pemandangan pagi yang begitu Asri.
Kanya duduk di kuris kosong di samping Ankana.
Ankana yang merasa bahwa ada yang menduduki kursi kosongnya pun menoleh ke samping kanan, seketika dirinya terpaku melihat sosok yang menduduki kursi kosong—nya itu.
"Kanya? Naik Metromini juga Nya?" Tanya Ankana berusaha menetralkan jantungnya.
"H-hah? I-iya Na." Ini mereka berdua kenapa jadi salting begitu ya? Hanya karena tatapan sederhana, mereka berdua sudah seperti orang bodoh yang terkena virus cinta. 🤣
"Kok gagap gitu sih? Santai kali Nya. Gue serem banget emangnya?" Pertanyaan bodoh macam apa itu Ankana? Desis Ankana dalam hati.
"Hah? Ngga kok. Ngga gugup gue. Kalo ditanya muka lo nyeremin atau ngga, ya gimana ya. Nyeremin sih, sama kaya pas gue ketemu lo pas pertama kali hehe." Jawab Kanya seraya menggaruk kepala nya, ciri - ciri Kanya kalau salting.
"Emang menurut pandangan seorang Kanya Devanya, sosok Ankana Naviola itu gimana sih?" Tanya Ankana seraya menengok kearah Kanya.
Blush. Pipi Kanya memanas. Ntah karena apapun itu, tiba - tiba saja pipi Kanya merona malu. Ini tidak beres, Kanya mencoba menjawab pertanyaan Ankana yang tidak berdasar ini. "H-hm, pertama kali gue ngeliat lo tuh kayaknya introvert Banget serius. Terus lo tuh orang nya jutek banget sama orang yang baru lo kenal, ya pokoknya lo tuh orang nya bikin oran lain takut lah. Kalo lo ngeliat gue tuh gimana Na?" Kali ini Kanya yang antusias mendengar jawaban Ankana mengenai dirinya.
"Sok deket."
Dua kata yang keluar dari mulut Ankana sukses membuat Kanya mematung. Melihat Ekspresi Kanya yang kaget dan tidak biasa, Ankana tertawa lepas,
"WAHHAHAAHAHH. Ngakak gue liat komok lo Nya—"
Ucapan Ankana terputus kala seorang Kenek mengumumkan bahwa,
METROMINI MOGOK.
Nasib sialan ini menimpa lagi. Kali ini juga terhadap Ankana. Kanya hanya mem-beo saja. Sialan sekali pagi ini.
Persoalan mengenai First Impression Ankana terhadap Kanya terpaksa dilupakan gara - gara berita sialan ini. Terpaksa Kanya dan Ankana berjalan kaki.
Membutuhkan waktu 35 menit. Ankana dan Kanya akhirnya sampai pada gerbang megah Gemas.
Terlihat Satpam penjaga gerbang sudah mau menutup pintu.
Begini, kalau di Gemas Jam setengah 7 sampai Jam 7 gerbang akan tetap dibuka namun siswa yang telat harus kelapangan bukan ke kelas guna menjalankan hukuman. Jam 7 Sampai seterusnya, Gerbang ditutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
EinFalt
Teen Fiction"Gue tuh punya 1001 cara sederhana supaya lo bahagia Nya." Jelas Ankana yakin. "Oh Ya? Salah satu nya tuh apa?" Tanya Kanya tidak kalah menantang. Ankana mendekatkan dirinya ke Kanya, lalu berucap "Ada dua hal yang bakal gue pelajarin ke lo. Yang pe...
