Deg
" a.. Apa" Darren pun terkejut mendengar penjelasan Kevin
' berarti yang ku lihat itu adalah Michael ' batin Darren
" kau kenapa kok melamun dan kenapa kau terkejut begitu saat aku bilang keadaan Michael?" tanya Kevin
"eh nggak apa apa kok cuma kasihan saja" ucap Darren dengan nada sedihnya
" Kevin " panggil Darren
" ya"
" kau mau membantu seseorang? " tanya Darren
" tentu saja aku mau asalkan jangan yang tidak tidak" jawab Kevin santai
"hmm...maukah kau membantu sahabat kita agar dia bisa tenang? " tanya Darren
" maksudmu Michael kan, apa kau melihatnya? " tanya Kevin curiga
Darren pun mengangguk
" sudah kuduga kalau begitu aku siap membantu sahabat kita, tetapi bagaimana cara untuk menolongnya? " tanya Kevin
" hmm...nanti saja aku pikirkan dulu" jawab Darren
Kevin pun mengangguk
Kriingg
Semua siswa pun masuk dan mengikuti pelajaran selanjutnya
Kelas
Ryan dan Martin lagi duduk termangu di bangku masing masing,sepertinya memikirkan sesuatu
" Martin sudah satu bulan aku sering di teror sama hantu" ucap Ryan
" masa sih?" bingung Martin
Ryan pun mengangguk
" tapi wajah hantu itu familiar sekali,aishh aku bingung " ucap Ryan dengan wajah frustasi
" sudahlah sebaiknya kau panggil orang pintar saja" saran Martin
" kau benar juga ya" ucap Ryan
" yasudah, temani aku ketoilet yuk" ucap Martin
" yakk...kenapa kau bisa penakut seperti ini aisshh" kesal Ryan
" kau taukan aku ini penakut hehehehe " balas Martin sambil cengengesan
" ayo cepatlah "
Di toilet
" kenapa hawa disini agak lain yah? " tanya Ryan
" entahlah aku tidak tau... Shhhh....minggir aku mau masuk aku tidak tahan lagi" ucap Martin
" cepatlah jangan lama lama "
"iya"
Martin pun masuk ke dalam toilet untuk menyelesaikan urusannya,tiba tiba suhu di toilet itu dingin dan bikin bulu kuduk Ryan berdiri tiba tiba angin berhembus kencang dan lampu toilet pun berkelap kelip lalu siluet pemuda tengah berdiri di hadapan Ryan ,eh mungkin bukan manusia tetapi, hantu
" eh siapa disana? Kok aku merinding ya? Aduh si Martin lama sekali bagaimana ini? " sebenarnya Ryan ketakutan namun ia singkirkan
Wushhh~
Tiba tiba angin bertiup kencang padahal di toilet itu tidak ada ventilasi seketika tubuh Ryan menegang
Tap
Tap
Tap
Srekk
Deg
" MARTIN CEPATLAH A...KU TAKUT " Ryan pun berteriak ketakutan
'Aishh sebentar lagi Ryan'
" aisshh.....cepatlah bodoh"
Cklek
"yak...kenapa kau lama sekali huh? "
" aku minta maaf "
"yasudah cepatlah ke kelas aku merasakan hawa tidak enak disini"
"ayo"
Dan mereka berdua meninggalkan toilet
Kevin and Darren side
" Darren kau sudah menemukan caranya? " tanya Kevin
" aku sudah tau caranya tapi aku takut ini tidak berhasil "
"apa salahnya mencoba kan? " ucap Kevin santai
"tapi ini cara pertamanya kita harus berbicara dengan arwah Michael dulu sebagai petunjuk baru kita menyelidikinya " ucap Darren panjang kali lebar
"dimana kita temukan Michael? "tanya Kevin lagi
" dia dibunuh dimana?" Darren bertanya balik
"di gudang sekolah" ucap Kevin
"tunggu apa lagi ayo" ucap Darren sambil menarik tangan Kevin
Gudang sekolah
"ayo masuk"
Tap
Tap
Tap
"disini pengap sekali rasanya sulit bernafas " ucap Darren
"apa gudang ini sudah tak dirawat lagi? " tanya Darren
"semenjak kasus pembunuhan Michael gudang ini gak di pakai lagi" jawab Kevin
" yasudah kita mulai rencana kita" ucap Darren
"ayo"
"apa kau sudah melihatnya? " tanya kevin
" ehmmm.....kayaknya aku melihat siluet seorang siswa di samping tumpukan kardus di pojok sana " ucap Darren sambil menunjukkan tempat dia melihat siluet seorang siswa
" dipojok? jasad Michael juga ditemukan dipojok sana, jangan jangan itu dia" ucap Kevin
"benarkah? " tanya Darren dan Kevin mengangguk
" aku juga sudah merasakan aura yang agak lain di sini, dan kenapa hawa disini begitu dingin? Padahal disini nggak ada ventilasi " ucap Kevin sambil menggosok tengkuk nya
" aku akan mendekat,jadi kau jangan kemana mana" ucap Darren
" iya hati hati"
"pasti"
Perlahan Darren mendekat dan siluet siswa tersebut semakin jelas dan terlihat di mata Darren sesosok yang mirip dengan sosok yang dicarinya
" Michael? Kaukah itu? " ucap Darren pelan
Dan sosok itu menoleh ke Darren dengan wajah sendunya dia lebih terlihat menyedihkan ketimbang menakutkan walaupun banyak luka di sekujur tubuhnya
' tolong aku '
.
.
.
.
.
I'm back!!! 😉😉
Ada yang kangen sama cerita ini?
Atau kangen sama author nya???
Hahahah..... Enggak lah ya
Jangan lupa Voment nya readers author
Karena Voment kalian itu berharga buat author!!
And big thank's buat readers author yang udah Voment
Sampai ketemu di chapter selanjutnya ya
Pai pai✌✌
Salam hangat
NSM_528
