Setelah Jennie bergulat dengan pekerjaan nya di kantor, akhirnya ia bisa melepas lelahnya. Sekarang Mereka---Jennie dan Jimin, sedang makan di restoran kecil di yg tak jauh dari kantor, bukan Jennie yg ingin makan, tapi lelaki yg didepannya ini yg minta untuk makan, siapa lagi kalau bukan Jimin?
"Yakin tidak mau makan?"tanya Jimin dengan mulut yg penuh dengan ddeokbokki
"kalau aku makan, nanti berat badanku naik"Jawab Jennie
"hanya sedikit saja..makan lah,nanti kau sakit" ucap Jimin dengan penuh perhatian
"kau saja yg makan, aku disini hanya menemanimu" ucap Jennie meyakinkan Jimin, bahwa ia tak apa
"ayolah sedikit saja, buku mulutmu"Jimin meminta Jennie untuk membuku mulutnya
"sedikit saja, ayolah..." Jimin memohon
Jennie membuang nafasnya kasar
"huft..baiklah, tapi sedikit saja"
"iya, buka mulut nya,gadis cantik. Aaa.." Jimin menyuapi Jennie layaknya anak kecil
"nah, gadis pintar"Jimin mengacak pelan rambut Jennie
"bagaimana?mau lagi?"tanya Jimin
"tidak..tidak.."ucap Jennie
Sedari tadi ada sepasang mata yg menatap tajam ke arah mereka, tatapannya sangat tidak suka melihat kedekatan Jennie dan Jimin
"Itu Jennie kan, dan itu Jimin, tapi kenapa mereka terlihat sangat dekat sekali, bukannya mereka sudah putus?" ia berdialog sendiri
"aku mau ke toilet, tunggu sebentar"Jennie segera pergi ke kamar mandi wanita
Setelah ia keluar dari kamar mandi,ia sejenak merapikan penampilan nya di depan cermin,tiba tiba saat ia mengikat rambut nya, ada seorang wanita yg berdiri di belakangnya dengan smirk andalannya
"Jennie kim" panggilnya
Jennie terkejut,ia segera membalikkan tubuhnya dan menatap gadis yg memanggilnya tadi
"Nara?"
"iya,apa kabar adikku sayang"ucapnya sok ramah dengan senyum evil
"seperti yg kau lihat sekarang"jawab Jennie sekedar
"tampaknya kau kelihatan bahagia sekali ya, suap-suapan dengan, Jimin" Nara menyinggung soal mereka tadi
"tidak, biasa saja, kenapa?ada perlu apa?"ucap Jennie tanpa basa basi
"ada hubungan apa kau dengan Jimin lagi?bukannya kalian sudah putus?" tanya Nara dengan suara yg meninggi
"bukan urusanmu!"jawab Jennie tak kalah tinggi nya
"Jennie kim,aku bertanya!jaga kesopananmu!"emosi Nara melonjak
"apa sih, tiba tiba emosian"tanya Jennie balik dengan nada dinginnya
Nara sangat geram, kedua tangannya terkepal dan ingin memberi pukulan terhadap Jennie, tapi sekarang ia masih bisa sedikit menahan nya
"Argh..kau ini, kalian sudah putus, mengapa kalian bisa dekat lagi?"tanya Nara dengan emosi yg agak mereda
"dengar ya Lee Nara, walaupun kami sudah putus, apa salah nya jika kami masih dekat?lagian pula ini bukan urusanmu, jadi urusi urusanmu, permisi"Jennie langsung meninggalkan Nara begitu saja
"Jennie!awas lo ya Jen!"Nara terus menyebut nama Jennie, tetapi sang pemilik tidak menghirau kannya
Jennie langsung buru buru menghampiri Jennie, ia tau Jimin pasti menunggunya dari tadi
"Maaf Jim" ucap Jennie
"iya, tidak apa apa, kenapa lama?"tanya Jimin
"oh, tadi ada masalah dengan air nya tadi, sudah makannya?"Jennie berbohong, ia tak mungkin menceritakan kejadian tadi
"iya nih sudah, yuk pulang, tadi sudah aku bayar"Jimin beranjak dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Jennie
Melihar perlakuan Jimin yg tiba tiba, Jennie hanya bisa diam, sejujurnya, ia sangat bahagia,walaupun ini tak seberapa
.
.
Sekarang Jennie mengantar Jimin pulang kerumahnya, saat di mobil tadi Jimin terus merengek untuk tetap tidak mau pulang kerumahnya, dia bilang ia masih ingin jalan jalan bersama Jennie
"Besok jalan jalan lagi ya Jen"ucap Jimin. Sebelum pulang, mereka sempat jalan jalan ke taman kota sambil menikmati hembusan angin malam
"Jalan jalan? Jennie besok kerja, kenapa di ajakin jalan?"tanya Eomma Jimin menatap Jimin dengan tatapan tak suka
"sehabis Jennie pulang kerja ma.."rengek Jimin
"Jennie pasti lelah, dia harus istirahat" ucap Eomma dengan tegas
"tidak apa apa eomma, hanya keliling sebentar" Jennie berucap
Mendengar Jennie bilang seperti itu, senyum mengembang di bibirnya,
"Jennie aja tidak repot, masa eomma repot?"ledek Jimin
"hah, sudahlah, terserah, eomma mau ke kamar dulu" eomma langsung beranjak pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu
Jennie sekarang sudah berada di apartemen nya, ia berbaring di kasur kesayangan yg berukuran king size itu, ia melepas penatnya dengan kasurnya,tak lama ponsel nya berdering
"Ayah?"Jennie mengerutkan dahinya
"Halo?"
"halo nak, besok datang kerumah ya, ada acara kumpul keluarga" ucap Tuan Kim tanpa basa basi
"Iya, kalau tidak sibuk" ucap Jennie
"Sibuk tidak sibuk yg penting datang"
Tutt..
Tuan Kim memutuskan panggilan nya,begitulah Tuan Kim, ia mempunyai sifat pemaksa dan mau tidak mau permintaan nya harus di laksanakan
"Ayah pemaksa.." ucap Jennie
Akhirnya update nih, setelah lama hiatus
Gimana, udah liat BTSXSNL tadi??
Oh my oh my oh my oh my💜💜
Army ayo streaming trus MV BWL

Yg mana ni punya kalian??
Oh iy, doain ya, besok author USBN,semoga bisa jawab pertanyaan nya besok, buat kalian yg lagi USBN semangat!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember Me Back [JenMin]
Teen FictionMenceritakan kisah percintaan Jennie dengan Jimin.Dimana Jennie akan menikah dengan Jimin yg kehilangan ingatannya. Akankah Jennie dapat membantu Jimin mengingat kisah sebelumnya? "Bisakah kau ingat aku kembali Jim?" . . Udah baca jgn lupa votenya...
![Remember Me Back [JenMin]](https://img.wattpad.com/cover/177102143-64-k814345.jpg)