CRUEL DEVIL | 5 - The Plan

76 11 0
                                        

Warning ⚠️: Cerita ini mengandung kata-kata kasar, kekerasan, dan seks. Tidak dianjurkan untuk pembaca di bawah umur. Only 21+

Malam di Tuscany membawa keheningan yang berat, menyelimuti tanah bangsawan yang penuh rahasia seperti kain kafan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam di Tuscany membawa keheningan yang berat, menyelimuti tanah bangsawan yang penuh rahasia seperti kain kafan. Setelah melarikan diri dari acara pertunangannya, Alessandra berlari tanpa tujuan pasti. Hanya satu tempat yang ada dalam benaknya rumah tua di luar vila, di pinggir perkebunan zaitun, tempat seseorang pernah berkata bahwa ia akan selalu memiliki tempat untuk pulang.

Gina.

Pelayan tua yang rambutnya sudah penuh uban, tapi sorot matanya lebih tajam dari siapa pun di rumah itu. Sejak kecil, Alessandra mengenalnya bukan sebagai pelayan, tapi sebagai penjaga bayangannya. Wanita itu tidak pernah tidur sebelum Alessandra tidur, tidak pernah makan sebelum Alessandra makan, dan tidak pernah sekali pun meninggalkannya sendirian saat luka masa kecil mulai membentuk retakan dalam jiwanya.

Saat pintu kayu itu terbuka, suara deritnya seakan menyambut seperti pelukan hangat.

Dan di dalam, Gina sudah berdiri di ambang dapur, seolah tahu Alessandra akan datang.

"Anakku..." bisik Gina, sebelum langkahnya tertahan melihat gaun merah Alessandra yang kotor dan sobek, rambut berantakan, mata sembab. Tanpa banyak kata, wanita tua itu memeluknya erat, seerat seorang ibu yang menemukan anaknya setelah dilanda badai panjang.

Pagi itu—beberapa jam sebelum mimpi buruk bernama "pertunangan" dimulai.

Cahaya matahari menyelinap malu-malu di balik tirai beludru merah tua yang menjuntai hingga ke lantai. Suasana kamar Alessandra begitu sunyi, tapi bukan sunyi yang menenangkan melainkan sunyi yang menghimpit dada, seperti ruang penjara mewah yang membungkam jiwa.

Alessandra masih meringkuk di ranjangnya, menatap kosong langit-langit kamar. Ia belum tidur. Tak ada tidur malam itu. Hanya gelisah, dendam, dan kehancuran yang menunggu meledak.

Lalu pintu kamar berderit pelan.

Seseorang masuk diam-diam, sangat hati-hati, seperti bayangan.

Gina.

Tubuh renta itu melangkah cepat namun penuh kewaspadaan, mengunci pintu dari dalam sebelum berjalan ke sisi ranjang dengan suara nyaris tak terdengar.

"Bangunlah, Alessandra. Kita harus bicara sekarang, sebelum semua mata terjaga."

Alessandra mendongak, kaget melihat wanita tua itu berdiri di sana dengan ekspresi serius. Matanya yang biasanya lembut kini menyimpan ketegangan.

"Gina? Apa yang kau lakukan di sini pagi-pagi begini?"

Gina menarik napas dalam. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya meraih tangan Alessandra dan menggenggamnya dengan kokoh.

"Aku akan membantumu kabur malam ini, Alessandra. Aku tidak akan membiarkan kau diserahkan ke pria menjijikkan itu. Ibumu takkan memaafkanku dari alam manapun ia berada jika aku membiarkanmu terkubur hidup-hidup di rumah ini."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cruel DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang