Lihat itu ayah ada hewan yang lehernya panjang sekali apa namanya yah?
Itu namanya jerapah anakku.
Kalau itu yang pantatnya besar?
Itu kudanil anakku.
Mengapa mereka diberikan rumah yang berbeda-beda? Kenapa tidak semua binatang itu dijadikan satu kandang saja semuanya sehingga kita lebih mudah melihatnya satu-satu?
Kalau mereka dijadikan satu mereka bisa saling memakan satu-sama lain.
Kenapa demikian? Kenapa hewan harus memakan hewan lainya?
Karena memang hewan diciptakan demikian jika mereka dijadikan satu mereka akan saling memakan hingga nanti hanya ada satu jenis saja yang paling kuat. Sehingga kamu tidak bisa melihat jenis-jenis mereka lagi.
Tapi manusia tidak pernah ada yang dimasukkan kandang mereka juga tidak saling memakan satu-sama lain. kenapa hewan tidak bisa? Bukankah mereka juga memiliki dunia sendiri?
Hahaha kamu masih perlu banyak belajar nak. Dunia manusia sama saja dengan dunia hewan, kita hanya saling memakan dengan cara yang berbeda.
---
Sudah sekitar 3-4 tahun aku tinggal disini, tempat ini bau, ya bau, kotoran binatang, makanan, mereka, kemudian bercampur keringat kurir, orang-orang yang bekerja disini, kemudian kadang bercampur dengan bau minyak wangi dari istri-istri mereka dan perempuan yang mereka sewa semalam atau dua. Benarlah seperti yang sudah diketahui banyak orang. Tempat ini dulunya adalah Phek Swa Thong But Heng 白沙动物园 (kebun binatang pasir putih) yang sangat besar dan tersohor, karena letaknya di lereng gunung dan banyak sekali binatang disini dari yang lokal, sampai yang sangat langka seperti gajah bergading empat, badak bercula satu. Kera yang hidungnya sangat besar sekali yang katanya di datangkan dari daerah yang sangat jauh di selatan, dan tentu saja Istriku, Harimau betina yang di datangkan dari lembah sungai indus yang jauh di barat. Sekarang tempat ini bukan lagi kebun binatang semenjak berakhirnya jaman pendekar. Kami bekas pendekar dengan sinkang yang terlanjur sakti menaklukan tempat ini dan rumah-rumah binatang tersebut kami bongkar pasang dan kami jadikan kantor pembunuh bayaran.
Rumah Harimau yang kutinggali jujur saja terletak di tempat yang paling sulit di jangkau di dalam kebun binatang ini. Ada struktur yang berlaku disini, lingkaran luar yang dulunya kandang binatang lokal seperti anjing, serigala, singa biasa, jerapah, gajah, babi rusa ditempati oleh pembunuh dengan bayaran biasa. Pesanannya paling hanya untuk membunuh orang biasa, maling lingkungan, paling elit juga kepala bandit kampung.
lingkaran yang lebih dalam yang dahulu berisi binatang eksotis seperti trenggiling, kerbau, landak, ular besar, atau kudanil, didiami oleh pembunuh dengan tarif agak mahal perlu menggocek kantong lebih dalam untuk membayar mereka. pesanan yang mereka dapat biasanya untuk membunuh tuan tanah yang kikir yang tak jarang tuan tanah itu juga memesan di sini.
Sementara lingkaran terakhir yang paling dalam dahulu berisi hewan-hewan yang di datangkan dari luar negeri, kera hidung besar, gajah bergading empat, badak bercula satu, katak besar yang bisa menyerupai kambing, dan komodo. Rumahku adalah bekas kandang Harimau yang berasal dari lembah Indus tadi. Tarifku sangat tinggi aku dan lingkaranku dibayar dengan uang yang dicari seumur hidup, hanya pendendam dan orang yang patah hati sejati yang mencari kami dimana biasanya mereka sudah tidak memikirkan masa depan mereka setelah membunuh. Aku beri nama kantorku Kim Houw Bun 金虎门(Rumah Harimau Emas) aku menerima pesanan untuk membunuh orang penting dan pendekar sakti bahkan kadang pembantaian.
Aku mengenal banyak orang disini, serikat kami cukup kuat, memang sering beberapa dari kami tidak sengaja saling membunuh karena pesanan yang bertabrakan namun semuanya kita anggap resiko pekerjaan yang sudah ada petisi dan sudah kita sepakati bersama-sama.

YOU ARE READING
Rumah Harimau Emas 金虎門 (Kim Houw Bun)
AdventureMenceritakan dunia persilatan di titik nadir. Pendekar-pendekar agung di masa senjanya hingga kematian-kematian mereka satu per satu dan peristiwa-peristiwa klimaks menjelang kiamatnya dunia persilatan. semuanya di simak oleh mata seorang pensiunan...