Aku menghabiskan malam-malam seperti biasa, dalam sepi dan kenangan yang menyakitkan.
Ingatan perihal kamu selalu menempati deretan pertama sebagai penyebabnya.
Setelah sekian detik yang terlewat, dan aku masih tak tahu atas dasar apa aku dan kamu menjadi dua orang asing.
Tak memandang, apalagi saling sapa. Saat bertemu.
Pada angin yang kemudian mendesir, mengantarkan gigil yang menjatuhkan aku pada ketidaktahuan.
Tidak tahu apa salahku. Tidak tahu apa aku pernah menjadi seseorang yang pernah menjadi penting dalam hidupmu.
Aku tak tahu.
Padahal, dulu, dulu sekali. Aku masih ingat, sekarang pun perihal itu tak pernah lepas. Kau mengatakan sesuatu yang paling membahagiakan dalam hidupku.
"Aku menyukaimu. Sejak lama. Aku tak tahu bagaimana ke depannya, tapi, yang jelas sekarang aku ingin hidup bersamamu."
***
Bima, 15 Maret 2019

YOU ARE READING
CATATAN PATAH HATI (On Going)
De TodoCinta terlampau sederhana hingga kita membuatnya berubah rumit.