rasa

119 7 0
                                    

Sikapku bukan menunjukkan bahwa aku tak memperdulikanmu
Karena hanya itulah cara yang dapat ku lakukan
Agar aku tak ingin menyakiti hatimu.
Jika kau salah mengartikan semua sikapku
Dengan beranggapan bahwa aku sangat mengacuhkanmu
Mungkin itu suatu pertanda,bahwa ada perasaan yang salah dalam hatimu

-Al Farid Ghifari

***

Di tengah lapangan yang luas dan teriknya matahari pada pagi ini, terlihat seorang gadis dan lelaki yang sedang berdiri tegak sambil mengangkat tangan kanan nya (hormat) di depan tiang bendera.

Anissa pov

Sudah sekitar 10 menit berlalu dengan ke heningan di bawah teriknya matahari, keringat yang terus mengucur, rasa lelah karna berdiri dan perut yang terus berbunyi lengkap sudah hari ini.

Dan di sebelah nya ada lelaki yang bernama farid itu ingin sekali aku berkata pada farid,kenapa dia tidak naik keatas untuk praktik dan malah menundanya untuk tetap disini menemani ku,tapi rasanya canggung untuk menanyakan itu,akupun memilih untuk tetap diam.

Sambil memejamkan mata untuk menahan rasa lelah dan pusing, serta perut yang berbunyi aku pun mencoba untuk menenangkan diri "kamu kuat nissa jangan lemah" ucapku dalam hati tanpa sadar farid memperhatikan ku

"sebentar lagi bel bunyi, masih kuat kan?" tanya nya padaku, yang seakan dia tau apa yang aku rasa kan

"i iya ka" jawab ku sedikit gugup

"ka? Emang kamu kelas berapa?" tanya nya sedikit penasaran

"XI-Ak¹"

"ohh" ucapnya aku pun memilih untuk tetap diam.

Aku tau farid memang berbeda dengan kebanyakan lelaki yang ada, dia sangat menjaga perempuan dan bertanggung jawab atas kesalahan nya, sikap nya yang dingin kepada perempuan bukan berarti dia cuek dia cuman tidak mau memberi harapan lebih kepada perempuan yang ia temui.

Ya mungkin aku baru mengenal nya tapi dari sikap nya yang ku lihat dia memang berbeda.

Akupun mulai memberani kan diri untuk bertanya padanya walaupun masih terlihat gugup. "Bismillah" ucap ku dalam hati.

"kak" ucapku

"ya?"

"kaka kenapa ga mau keatas dan malah memilih disini"

"aku telat jadi harus dihukum, soal praktik itu bisa nanti kan"

Aku bingung harus jawab apa di tengah lamunan ku terdengar suara itu.

"kenapa? Lapar ya"

Pertanyan nya sukses membuatku gugup

"eng.. " ia memotong kata kataku

"kamu pasti kuat ko sabar ya.. Se" belum sempat dia melanjutkan kata katanya bel pun berbunyi

Kring kring
Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama telah usai begitu pun hukuman ku, tanpa berfikir panjang dan memperdulikan suasana sekitar, dengan rasa lelah yang ada ditubuh ini aku pun langsung duduk di depan tiang bendera dan membuang nafas panjang rasanya sudah tidak kuat lagi tanpa sadar lelaki itu mengagetkan ku.

"nih" ucapnya sambil memberikan bekal makanan nya kepada ku

"eh ini apa ka" tanya ku gugup

"aku tau ko, kamu lapar kan, makan ini aja" pinta nya yang masih menyodorkan bekalnya pada ku

"engga ko ka, buat kaka aja, aku gapapa" maafkan aku harus berbohong ya allah

"bohong itu dosa loh"

Take Me With You To JannahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang