Olahraga mulut

6 3 0
                                    

Sesuai dengan janjinya kepada Olyn,Pagi ini Dylan sudah bertengger di atas motor ninja nya sambil sesekali melihat jam di tangannya. Pukul 06:15. Sudah 2hari ini Dylan merelakan waktu tidurnya hanya untuk menjemput adik sahabat nya itu. Dylan yang biasnya bangun pukul 7 kini harus bangun pukul 5.

Sudah 25 menit Dylan di halaman rumah olyn. Tapi tak ada tanda-tanda jika gadis itu akan keluar dari rumahnya. Sampai akhirnya pintu besar itu terbuka menampilkan sosok yang Dylan tunggu.

Olyn masih sibuk dengan tas abu-abu nya sampai-sampai ia tak menyadari jika ada ada dylan yang dari tadi memperhatikan nya.

Olyn hendak membuka pintu mobilnya. Gerakan nya terhenti ketika sudut matanya tak sengaja menangkap seorang lelaki yang sedang duduk di atas motor sambil memandang nya.

Perlahan tapi pasti Olyn memutar kepalanya 90°. Seketika dahi Olyn mengernyit heran.

"Ngapain lo disini?"Tanya Olyn Tothepoint.

"Naik"Ucap Dylan sambil memberikan helm kepada Olyn.

"Lo gila? Gue mau bawa mobil"Tolak Olyn tegas.

Dylan menghela nafas panjang"Udah gue bilg. Mulai sekarang lo sama gue"

"Gak gak gak,apaan gue gak mau. Udah sono lo pergi aja. Gak ada kerjaan amat tiap pagi jemput gue"Olyn mendumel tak jelas.

Jengah dengan Omelan Olyn,Dylan langsung menarik tangan Olyn dan memakaikan helm di kepala Olyn. Rambut Ombre nya terlihat rapih dengan sedikit curly di ujung rambut.

Dylan masih menatap Olyn. Tepatnya menatap mata indah milik Olyn. Dylan terhanyut dalam keindahan mata itu.

"Eh kutil ayam,udah puas mandangin gue nya?"Ucap Olyn sambil mengibaskan tangannya kehadapan Dylan.

Dylan tersadar dari lamunannya. Ia gugup. Ketahuan memandangi mata Olyn membuatnya bingung harus mengatakan apa pada Olyn.

"Yok ah buruan,Gue gamau telat ya cuma gara-gara lo!"sinis Olyn sambil menunjuk Dylan dengan jari telunjuk nya.

Tanpa sepatah kata pun. Dylan langsung menaiki motornya. Setelah ia merasakan jika Olyn sudah naik maka ia dengan segera melajukan motor ninja hitam itu menuju SMA gemilang.

Jalanan pagi ini cukup padat. Karena hari ini adalah hari Kamis. Banyak Motor dan mobil yang berlalu lalang.
Dylan mengendarai motor nya dengan kecepatan yang standar. Seolah sedang menikmati waktu berdua bersama gadis di belakang nya itu.

Sesekali Dylan memandang Olyn lewat spion yang sengaja ia arahkan tepat di wajah Olyn. Agar ia dapat melihat ekspresi wajah Olyn yang menurutnya lucu itu.

20 menit Dylan butuhkan untuk sampai di depan gerbang sekolah Olyn. Merasa Olyn sudah turun dari motornya,Dylan langsung meng-gas motor ninja itu tanpa mengucapkan sepatah kata kepada Olyn.

Olyn yang masih mengenakan helm itu pun bingung di buatnya. "Dasar Orang aneh"

-o0o-

Olyn melangkahkan kakinya memasuki sekolah ternama itu. Sampai sebuah suara membuat Olyn menghentikan langkahnya.

"Bitch!" Panggilan pertama ia abaikan.

"Heh! Olynda haus belaian!"

Olyn memutar tubuhnya. Tepat. Tepat dibelakangnya terdapat 2 orang nenek sihir dengan dandanan seperti tante-tante.

Olyn mengedikkan bahunya lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kelas tanpa menghiraukan kedua nenek sihir itu.

Sampai kembali sebuah suara menbuat Olyn geram setengah mati. Beruntung teman-teman nya datang di waktu yang tepat.

Bukan. Bukan karena Olyn tak berani menghadapi mereka seorang diri tapi jika ada teman-teman nya kan bisa menambah kekuatan nya.

"Mau lo apa sih?"Tanya Olyn santai.

"Mau gue? Lo keluar dari sekolah ini!"Ucap seorang dengan tampilan bibir merah rambut hitam legam dan baju yang sangat sangat sangat kekecilan.

Yang Olyn ketahui,mereka adalah siswi kelas 12 ips 1. Katanya sih 'BAD GIRL-nya SMA gemilang'. Tapi yang olyn dan teman-teman nya lihat mereka seperti tante girangnya SMA gemilang.
Yap. Siska dan Tria.

"Eh bapak lo karatan, suka gak mikir ya lo kalo ngomong"Maura Emosi melihat dua kakak kelas yang senioritas ini.

"Emang bapak-bapak bisa karatan ya ra?"Tanya Steffi Polos.

"Aduhh steff,mending diem deh lo,gak pas banget waktunya buat lelemotan kaya gini"Cicit Olyn pelan kepada Steffi. Sedangkan steffi hanya mengangguk mendengar ucapan Olyn.

"Sekolah ini gak butuh ya, pelacur-pelacur seperti kalian!"Ucap Tria sok enak.

"Sekolah ini juga gak butuh tante girang macam kalian!"Chaca ikut mengemukakan kekesalannya.

"Mending lo cuci tangan deh sana,bocah bau kencur aja, sok banget hidupnya!"Kata siska.

"Kalau kami bau kencur,lalu lo bau apa? Bau tanah? Bau bangkai? Ah atau bau busuk?"Ucap Olyn sambil memandang tajam kearah kedua orang itu.

Perkataan Olyn membuat siska dan Tria tambah emosi. Dilihat dari mata-nya yang menatap sinis kearah mereka berempat dan rahangnya yang mengeras.

"Bau busuk lebih cocok agaknya buat sampah seperti mereka!"Sinis Chaca.

"Iya betul tu,sampah mah gak cocok sekolah disini"Steffi berkata.

"Apalagi sampah yang gak berguna seperti kalian! Buang aja ke sungai"Olyn berucap santai.

"Terus kecampur deh sama kawan-kawannya disana"Ucap Maura mengundang tawa yang menggelegar.

"Sialan lo semua! Tunggu pembalasan gue!"Ucap Tria. Siska dan Tria melewati Olyn dan kawan-kawannya sambil menghantam kan bahunya ke bahu Olyn.

"Gue tunggu! Mau balas lewat apa? Surat atau pesan WhatsApp?"Tantang Olyn.

"Dah dah ah yok kekelas udah mau bel masuk juga"Ujar Chaca menengahi.





Tbc.
Jangan lupa tinggalkan jejak. Tapi bukan jejak petualang ya.
Hehe

Vote Comment and share 😘




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 22, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

O L Y N D ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang