Delapan

575 78 9
                                    

Last chap!!

Putar vidio di atas😙
.
.
.
.

Sakura tersenyum menatap figura berukuran kecil yang terpampang di dinding kamarnya.

Foto terakhir Sakura bisa berkumpul bersama murid kesayangannya.

"Buk guru" ucap Hinata yang kini telah menjelma menjadi gadis remaja dengan tubuh profesional

Sakura menolehkan kepalanya, dia tersenyum membuat keriput di wajahnya semakin bertambah

"Kalian sudah datang rupanya" ucap Sakura pelan

Ino tersenyum.
"Bagaimana keadaan ibu?" Tanya Ino

"Sama seperti biasanya, bagaimana dengan kalian?" Tanya Sakura

"Aku dan Naruto tetap memperebutkan Hinata" ucap Sasuke

"Aku telah resmi menikah dengan sai" ucap Ino bangga

Sakura tersenyum.
"Selamat" ucapnya pelan

"Terimakasih" sambung Sai yang menggandeng tangan Ino

"Yang lainnya mana?" Tanya Sakura

"Sedang dalam perjalanan" jawab Naruto

"Bu.. terimakasih karna dulu telah bersabar menghadapi kejahilan kami, semoga ibu terus di beri kesehatan yah" ucap Hinata

"Buk, terimakasih telah membimbing kami selama ini dan mengajari banyak hal" sambung Ino

"Maafkan kami juga bu, selalu membuat ibu marah dan kesal" ucap Naruto

Sakura tersenyum.
"Kalian memang selalu membuat ibu marah dan kesal, selalu membuat ibu lelah namun semuanya terbayar hanya dengan melihat senyuman kalian" ucap Sakura tulus

"Tugas ibu sudah selesai sampai di sini, sebagian cita cita kalian juga telah tercapai ibu bangga dengan kalian" sambung Sakura

Hinata tersenyum sambil menangis membuat Sasuke refleks merangkul Hinata sedangkan Ino telah lebih dahulu menangis di pelukan Sai.

14.April di mana Hinata dkk menyampaikan rasa kagumnya terhadap guru masa TK nya dulu, dan terakhir bertatap mata dengan beliau.

Kini yang bisa mereka tatap hanyalah gundukan tanah, tak jarang juga mereka bercerita dengan batu nisan yang terukir nama guru tercintanya.

14.april
Sakura Haruno

Terima kasih atas semua jasa dan perjuanganmu selama ini.

Untuk guru tercintaku.



Lisa-ichiba no kataramono

ROMAJI:

kao o awashitara kenkashite bakari
sore mo ii omoide datta

kimi ga oshietekuretanda mou kowakunai
donna fujiyuu demo shiawase wa tsukameru dakara

hitori demo yuku yo tatoe tsurakute mo
kimi to mita yume wa kanarazu motteku yo
kimi to ga yokatta hoka no dare demo nai
demo mezameta asa kimi wa inainda ne

zutto asondereru sonna ki ga shiteta
ki ga shiteita dake wakatteru
umaretekita koto mou koukai wa shinai
matsuri no ato mitai samishii kedo sorosoro ikou

doko made mo yuku yo koko de shitta koto
shiawase to iu yume o kanaete miseru yo
kimi to hanarete mo donna ni tookunatte mo
atarashii asa ni atashi wa ikiru yo

hitori demo yuku yo shi ni takunatte mo
koe ga kikoeru yo shinde wa ikenai to
tatoe tsurakute mo samishisa ni naite mo
kokoro no oku ni wa nukumori o kanjiru yo

megutte nagarete toki wa utsuroida
mou nani ga atta ka omoidasenai kedo
me o tojitemireba dare ka no warai koe
naze ka sore ga ima ichiban no takaramono

INDONESIA:

Setiap kali kita bertemu, kita hanya akan bertengkar

Meski begitu, itu adalah kenangan yang indah

Kau mengajarkannya kepadaku dan aku takkan takut lagi

Meski pun terasa sulit, aku pasti dapat menggapai kebahagiaan, untuk itu

Meski sendiri, aku akan tetap maju meski pun jika itu menyakitkan

Aku pasti akan membawa mimpi yang kulihat bersamamu

Bersama denganmu begitu luar biasa, hanya denganmu dan bukan siapa pun

Namun ketika aku bangun di pagi hari, kamu sudah tak ada di sana

Aku merasa kita baru saja bersenang-senang

Aku mengerti jika aku hanya merasa seperti itu

Aku tidak lagi menyesal karena telah terlahir

Seperti perasaan setelah festival, rasanya sepi namun kini saatnya untuk pergi

Aku akan pergi ke mana pun dengan hal yang telah kupelajari di sini

Akan kutunjukkan bahwa impian yang disebut kebahagiaan dapat menjadi nyata

Meski pun kita berpisah, seberapa jauh pun kita berpisah nantinya

Aku akan hidup pada pagi yang baru

Meski sendirian, aku akan tetap maju meski pun jika aku ingin mati

Namun aku mendengar suaramu mengatakan padaku untuk tidak mati

Meski pun menyakitkan, meski pun jika aku menangis dalam kesendirian

Jauh di dalam hatiku, aku merasakan kehangatanmu

Berubah dan terus bergulir, waktu itu sementara

Apa yang terjadi setelah itu? Aku tidak ingat

Namun ketika aku mencoba menutup mata, aku dapat mendengar suara tawa seseorang..

Bagaimana pun, kini hal itu telah menjadi kenangan yang paling berharga bagiku

Pok meameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang