Dua

699 110 16
                                    

Hinata sedang main masak masakan bersama temannya ino.

"Nah, ino-chan silahkan di nikmati" ucap Hinata sambil menyodorkan piring piringan dari daun yang penuh dengan tanah yang telah di tata dan di hias dengan berbagai macam kelopak bunga.

Ino menerimanya, lalu pura pura memakannya. Padahal yang di lakukannya hanyalah mengaduk ngaduk tanah yang telah Hinata tata hingga menjadi hancur tak terbentuk.

Hinata menjambak rambut ino, membuat si empu meringis kesakitan.

"Hinata ndak bole gitu, lambut Ino sakit" ucap Ino

"Ino nakal! Hinata kan udah capek capek bikin itu buat ino-chan. Ndak boleh di lusak! Halus di makan" ucap Hinata.

"Tapi Hinata. Ino ndak makan tanah" ucap Ino membela diri

"Kita belikan ke cacing aja yah? Cacing kan makan tanah" ucap Hinata polos

"Tapi Hinata. Ino ndak tega kan kacian cacingnya"

"Telus gimana? Masa mau di buang? Kan Hinata capek yang bikin"

Hinata dan Ino sama sama terdiam.

"Kita belikan ke Gaala aja yah?" Tanya Ino

"Jangan Ino-chan. Gaala kan olangnya galak, nantik di gigit looh.. gaala juga ndak punya alis, kata Okaa-san kalok olang yang ndak punya alis bisa ngelihat tuyul. Hinata ndak mau liat tuyul"

"Iya iya Ino juga ndak mau! Telus gimana?"

"Kita kasihkan ke Naluto aja yah?" Tanya Hinata

"Iya iya ayo!" Ucap Ino semangat.

Keduanya lalu mencari cari di mana Naruto berada.

Hinata membuka lebar mulutnya, sedangkan Ino menjatuhkan daun yang di gunakan sebagai piring tersebut.

Naruto menangis, Sasuke memukul pantat Naruto dengan menggunakan tangannya.

Hinata dan Ino sama sama menjambak rambut Sasuke lalu menjauhkan Naruto dari Sasuke.

"Sasu ndak boleh gitu. Sasu jaat" ucap Ino kesal

"Sasu nakal yaa, nantik Hina bilangin sama Itachi Nii loh" sambung Hinata

Naruto memperhentikan tangisannya. Sasuke melongo

"Sasu ndak nakal!" Ucap Sasuke

"Sasu nakal! Kasian Nalu sampek nagis" ucap Hinat

"Sasu sama Nalu main ayah ayahan. Sasu jadi ayahnya, Nalu nakal jadi Sasu pukul" jelas Sasuke

Hinata melengos sambil menarik Naruto dan Ino

"Ayo Nalu, main mama mamaan sama Hina sama Ino-chan aja yah, nantik Hinata kasih Nalu kue yang besar" ucap Hinata tanpa memperdulikan Sasuke yang telah menangis karna di tinggal dan juga di campakkan

T.B.C




Terima kasih banyak kepada ekmiwa yang selalu mendukungku dan juga untuk yang lainnya muach😄😄😙😙

Ku sudah janji ceritanya bakal di lanjutin, sudah ku lakukan yah😄😄
Selamat membaca dan semoga sukaaa😉😉😉😉❤❤❤

Pok meameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang