Pencuri
Pertemuanku dengan ayah Aleo beberapa hari lalu menyisakan perasaan marah dan kecewa diwaktu yang bersamaan. Tapi aku tak ingin terpengaruh pada apapun, aku juga harus kembali fokus pada pekerjaanku di restoran Karin dan fokus juga mencari pekerjaan yang lebih layak.
Setelah mulai kembali bekerja, aku juga menyibukan diri mencari pekerjaan tetap. Tidak mungkin selamanya aku bertahan mencukupi kebutuhanku dan Aleo hanya dengan menjadi pelayan di restauran Karin. Apa lagi tahun depan Aleo sudah harus sekolah.
Sebenarnya ada keinginan dihatiku untuk mencoba memasukan lamaran pekerjaan di kantor Aryo mantan pacarku dulu. Siapa tau dia masih punya sedikit hati untuk mempekerjakanku. Tapi rasanya malu juga jika harus bertemu denganya lagi. Jadi kubuang jauh-jauh pikiran konyolku itu.
Aleo sudah tertidur saat aku mengambilnya dari rumah bik Sumi. Hari ini dia kutinggal cukup lama. Rasanya kasihan juga karna setiap hari Aleo harus menghabiskan waktu bersama orang lain. Beruntung bik Sumi hanya tinggal bersama suaminya karna anak-anaknya sudah menikah semua. Jadi beliau dengan senang hati menjaga Aleo yang terpaksa setiap hari harus kutinggal.
Selesai mandi dan makan malam, aku memutuskan untuk segera tidur menyusul Aleo yang sudah tidur sejak tadi. Tidak butuh waktu lama untuk terlelap karna memang tubuhku sangat lelah dan membutuhkan istirahat segera.
Aku tersentak dan langsung terbangun saat sayup-sayup ku dengar suara bisik-bisik diluar kamarku. Siapa? Kuperhatikan pintu kamar yang sebelum tidur tadi sempat kukunci Untunglah aku sudah menguncinya, setidaknya jika mereka adalah pencuri aku dan Aleo cukup aman berada dikamar.
Dengan tanpa suara kudekati dinding kamar dan mencoba mempertajam pendengaranku. Masih terdengar suara dua orang atau lebih yang sedang berbisik-bisik dan suara benda-benda yang diseret. Jantungku tiba-tiba berdegub tidak karuan. Tanganku gemetar. Pencuri, ada pencuri dirumah kami.
Tak kehilangan akal segera kuraih ponselku dan secepatnya menghubungi tetangga terdekat.
Bik Sumi dan suaminya adalah orang pertama yang kuhubungi. Tak ada jawaban meskipun puluhan kali sudah aku menghubungi mereka.
Pemilik kontrakan sama saja. Tak ada yang menjawab, mungkin karna ini masih jam 2 dini hari.Dengan gemetar kuhubungi nomor Gustian. Ajaibnya hanya dengan sekali dering orang itu langsung mengangkat telponya. Segera kuputuskan sambungan telponku dan mengatur ponsel dalam mode diam. Ku tulis chat singkat pada Gustian kalau rumah kami kemasukan pencuri. Aku bersukur karna langsung di read tanda bahwa sang empunya ponsel sudah membaca pesan dariku.
Setengah jam berlalu. Suara-suara itu masih terdengar. Sesekali mereka mencoba membuka kamarku. Tapi temannya melarang dan mengatakan bahwa tidak mungkin ada barang berharga dirumahku selain mobil-mobilan Aleo. Aku masih duduk meringkuk disudut kamar dengan perasaan was-was dan tubuh gemetar tak tau harus berbuat apa.
Aku baru bisa bernafas lega saat mendengar suara ramai disekitar kontrakanku dan kegaduhan yang ditimbulkan oleh beberapa orang pencuri yang mencoba untuk melarikan diri. Dengan gemetar kubuka pintu kamar saat mendengar Gustian menyebut nama Aleo beberapa kali.
Gustian langsung menghambur masuk dan menghampiri Aleo yang masih tertidur nyenyak dengan earphone melekat di telinganya. Aku sengaja memperdengarkan ayat-ayat alquran pada Aleo agar Aleo tidak terjaga dan ikut ketakutan sepertiku.
Setelah memastikan Aleo baik-baik saja Gustian langsung menghampiriku. Aku masih gemetar dan tak bisa berkata-kata. Ingin rasanya menenggelamkan diri dalam pelukan Gustian dan mencari ketenangan disana, tapi siapalah aku ini.
Dan saat kudengar beberapa kali bik Sumi memanggil namaku barulah kelegaan sepenuhnya memenuhi hatiku. Segera kupeluk perempuan tua itu dan menangis terisak-isak melepaskan semua ketakutan yang sejak tadi masih menyisakan getaran-getaran halus ditubuhku. Jujur, aku takut sekali.

KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me Please (END)
RomanceHidup Nola yang dulunya biasa saja berubah secara drastis sejak dipertemukan dengan Gustian, ayah dari anak yang dia besarkan. Baca sampai habis ya, mudah-mudahan suka.