V O T E
Kini Adeera sudah berpakaian rapi, serapi mungkin. Mungkin kalian bisa menyebut Adeera 'si Budak Cinta'. Tapi bagaimana lagi, ia ikhlas melakukannya.
Kini ia duduk di pinggir ranjangnya. Ia tak tau harus berbuat apa. Ingin menelpon pacarnya, tapi tadi sang pacar bilang bahwa ia yang akan menelpon duluan.
"Omong kosong. Udah sejam gue nunggu malah gada apa-apa. Ish!" gerutu Adeera.
Karena tidak sabar, ia mencoba misscall kekasihnya.
♡BAYUU♡
Tuut...tuut...
"Nyambung sih, tapi orangnya kemanee, huhu." Adeera yang sudah kesal terpaksa mengganti bajunya menjadi pakaian santai. Setelah itu, ia berbaring di atas kasur sembari menatap malang telepon genggamnya.
"Tau gitu ntaran aja mandinya. Huh," sesal perempuan pemalas itu kepada dirinya sendiri. Ya. Adeera hampir tak pernah marah atau sekedar ngambek kepada Bayu. Malah Bayu yang selalu mendiamkan kekasihnya karena alasan tertentu.
Bukannya Adeera tidak bisa marah, tapi ia tak tega. Ia sadar kedudukannya lebih rendah, sehingga merasa tak bisa melakukan hal wajar itu. Mungkin pernah sekali, ia ngomel ngomel tak jelas kepada Bayu. Namun, reaksi bayu yang memilih diam membuat kemarahan wanita itu semakin memuncak. Kemudian, Bayu akan mengucapkan 1 kata mutiara, 'stop'. Maka Adeera akan bungkam. Dan menyesali kelakuan manjanya.
Berbicara soal hubungan, ia lelah dengan Bayu yang kelihatannya tak meningkat kemesraannya. Namun sekali lagi, kedudukan Adeera lebih rendah.
Bukan hanya wanita itu yang mengakuinya, bahkan 'teman-temannya' juga membicarakan hal itu. Adeera yang sedang melaksanakan kuliah jurusan psikologi, telah dianggap remeh. Oleh 'teman-teman' yang sudah ia anggap sangat dekat selama kurang lebih 2 tahun ini.
Drrt.. Drtt.
Handphone Adeera berbunyi. Menampilkan sebuah sms yang sebenarnya ia tunggu.
"Sayang, ketemuan mau?"
Ah, basi! Pikir Adeera dalam hati, kemudian ia terlelap. Tak menyadari bahwa pesan tersebut memiliki makna yang diharapkan.
*
Adeera. Wanita itu kira, ia terlelap selama kurang lebih 3 jam. Namun nyatanya, ia menghabiskan waktunya untuk tidur hingga pukul 5 sore. Sungguh, ini merupakan rekor terbarunya.
Ia tak menyangka sudah ketiduran selama kurang lebih 7 jam. Ia bukanlah tipe orang yang bisa tidur siang. Hawa panas di siang hari tidak cocok untuk tidur menurutnya.
Adeera terbangun karena mendengar suara pintu gerbangnya terbuka lebar. Dan jendela kamarnya memperlihatkan sebuah mobil hitam memasuki area dalam rumah.
Mobil hitam itu milik Lily. Sahabatnya sejak SMA. Lily lah yang mengetahui seluk beluk asmara Adeera. Dan tentang kehidupan nya yang kadang terguncang. Wanita sepolos Adeera akan selalu memberi curahan hatinya kepada wanita ceroboh seperti Lily. Meski begitu, Adeera menyayangi Lily, karena hanya wanita itu yang paham akan dirinya. Bahkan lebih paham daripada pacar Adeera sendiri.
"Assalamualaikum ukhty," sapa wanita berambut kepang sembari membuka pintu sebuah kamar seorang gadis.
Yang empunya hanya mendengung ria. Bantal yang kini menutupi kepala nya meredam jawaban salam Adeera.

KAMU SEDANG MEMBACA
Regret || Osh
Teen FictionDatanglah. Jangan sekedar singgah. Jika semua tak kunjung indah. Pergilah. Takdir telah menyanggah. I take care to you! Baekyut, April 25ᵀᴴ 2019