Disarankan banget buat muter lagunya Roulette_Aku Jatuh Cinta
___________________________________
Ada kisah yang inginku sampaikan padamu. Tentang sebuah perasaan kaku. Yang bermetamorfosa sebagai kupu-kupu. Dia sering bungkam bila ditanya cinta. Sering malu bila ditanya rindu. Karna dunianya hanya mengenal hitam putih dan abu-abu.
Ternyata benar kata pepatah "tak kenal maka tak sayang". Semakin ku mengenali dunia nya. Semakin ada rasa tersendiri untuknya. Sulit didefinisikan bagaimana rasanya. Aku pun tidak bisa mendetail kapan rasa ini tumbuh.
Aku dan Rara sedang duduk berdua dimeja kantin. Menikmati nasi goreng dan es jeruk untuk menghabiskan waktu istirahat. Ketika aku merasa ada yang duduk disebelah ku dan melihat muka Rara yang seketika melebarkan matanya sesekali melirik kesamping ku. Mengisyaratkan bahwa yang tiba-tiba duduk disebelahku itu bukan orang yang ingin makan juga. Tapi itu adalah kak Afi. Sontak aku kaget saat menengok ke arahnya.
"Hai de." Tersenyum lebar.
"Kakak dari kapan duduk disamping aku?" Masih memegang sendok yang tadinya aku ingin melahap nasi gorengnya.
"Tuhkan langsung dikasih pertanyaan aja. Tadi aku nyapa aja belom dibales." Mengaduk minuman ditangannya yang penuh dengan es batu.
"Plis deh kak. Rese amat sih jadi orang". Lalu melahap nasi goreng yang dari tadi sudah ada ditangan ku.
"Aku lagi nggak rese kok de. Cuma pengen nyapa kamu aja. Emang ngga boleh ya?" Memperhatikan muka ku yang sedang mengunyah makanan ku.
"Boleh kok boleh. Kakak udah makan apa istirahat ini?" Ku alihkan pembicaraan.
"Makan kaya kamu tuh. Tapi udah dari tadi selesai. Baru abis ngembaliin piring pas kedepan liat kamu yaudah aku samperin aja deh." Terkekeh.
"Modusnya gailang ya." Ikut terkekeh.
"Aku modusnya cuma sama kamu doang de. Oiya nanti pulang bareng yuk." Memasang raut muka yang seperti penuh harap.
"Nggak deh kak aku bareng Rara aja naik kendaraan umum kayak biasanya." Melirik ke arah Rara.
"Eh gapapa sih Mi kamu bareng kak Afi aja. Aku mah gampang pulang sama yang lain juga oke oke aja." Mengaduk minum dihadapannya.
"Tuhkan de, Rara aja ngebolehin aku pinjem kamu." Menaikkan alisnya.
"Yeh emang aku barang apa yang seenaknya bisa dipinjem-pinjem gitu aja." Kaki ku reflek menginjak kakinya kak Afi.
"Aduh nggak gitu maksud ku dede. Kamu mah agresif banget sampe tega nginjek kaki aku." Mengangkat kakinya yang habis ku injak lalu mengelusnya.
"Udah buruan Mi abisin makanannya. Aku aja udah selesai ini. Nanti keburu bel tau." Ketus Rara.
"Yaudah de aku balik ke kelas dulu ya. Kamu abisin makannya. Makan yang banyak ya dede. Satu lagi nanti jangan balik dulu sebelum aku samper ke kelas kamu oke?" Mulai berdiri yang ingin beranjak dari sampingku.
"Iya kak bawel banget sih". Memasang muka jutek. Setelah kak Afi pergi, aku pun segera menghabiskan makanan ku. Mengabaikan ekspresi nya Rara yang sedang menggodaiku karna sikapnya kak Afi tadi. Tidak lama kemudian bel berbunyi.
Karna hari ini adalah jadwal aku piket, jadi aku harus membersihkan ruangan kelas bersama teman piket ku yang lain dan akan pulang belakangan tentunya. Disaat aku sedang menyapu, seperti ada yang memperhatikan ku dari kejauhan tepatnya orang itu ada didepan pintu. Ternyata kak Afi yang berdiri dengan posisi menyenderkan badannya ke pintu dan tatapannya menuju ke arahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu canduku
Teen FictionTentang kamu yang telah menjadi canduku dan sebuah kisah yang tak pernah usai.
