Welcome to Prancis

42 4 0
                                        

Musim dingin,
Kota Strasbourg

Kota Strasbourg mulai memasuki musim dingin. Kebanyakan orang lebih memilih bergelung di balik selimut daripada keluar rumah. Tetapi lain lagi bagi Adelyn, hal ini malah menambah semangat Adelyn untuk jalan-jalan keliling kota Strasbourg.
Strasbourg sendiri sebenarnya adalah sebuah kota besar dan bahkan merupakan ibukota Alsace; provinsi yang terletak di Perancis bagian timur dan berbatasan dengan Jerman (karena itu kota lama Strasbourg juga merupakan bentuk perpaduan antara kebudayaan Perancis dan Jerman, termasuk rumah-rumah kayunya yang setipe dengan yang ada di Jerman).

Saat ini, Adelyn sudah siap keluar dengan mengunakan baju musim dinginnya, tak lupa ia membawa kamera yang ia kalungkan di lehernya. Ia akan mengabadikan setiap moment yang ada di kota Strasbourg ini.

"Semangat!" seru Adelyn sambil mengepalkan tangannya di udara.

"Ayo kita berangkat," kata Om Andre tersenyum melihat semangat Adelyn.

Petite France, tempat nomer satu yang ada di list Adelyn. Tempat yang pertama kali ingin ia kunjungi di kota Strasbourg ini. Bahkan menurut Adelyn, area ini lebih penting dan menarik dibandingkan Cathédrale-nya.

Tak butuh waktu lama, Adelyn sudah tiba di Petite France.

"Woww!" kagum Adelyn.

Ia baru pertama kali menginjakkan kaki di sini. Dan pemandangan yang di suguhkan benar-benar membuatnya sangat kagum.

Di mana Petite France merupakan area kanal-kanal kecil dari sungai Ill mengalir di antara bangunan kayu warna-warni dan bunga-bunga colourful. Area ini juga memiliki kanal-kanal air yang membelah kota di antara bangunan-bangunan tradisional warna-warni dan bunga-bunga colourful yang menggantung di dinding-dinding rumah dan tepi kanal.

"Indah banget, ya, Om," kata Adelyn.

"Om mah sudah sering jalan-jalan ke sini, Lyn," jawab Om Andre bangga.

"Ish, sombong."

Om Andre terkekeh.

"Mau naik bus air?" tawar Om Andre

"Emang ada, Om?"

"Ada lah. Ayo!" ajak Om Andre dan Adelyn dengan semangat mengikuti sambil memotret pemandangan yang sekiranya indah.

Adelyn dan Om Andre memilih naik bus air untuk menelusuri kanal. Tinggal duduk manis, dan pemandangan cantik khas Petite France di Strasbourg akan silih berganti memanjakan mata Adelyn. Benar-benar tempat yang indah.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat ini Petite France merupakan salah satu daya tarik wisata utama dari kota lama Strasbourg dan kota Strasbourg secara keseluruhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat ini Petite France merupakan salah satu daya tarik wisata utama dari kota lama Strasbourg dan kota Strasbourg secara keseluruhan. Area ini adalah tempatnya jalan-jalan dan bangunan-bangunan paling cantik dan fotogenik di Strasbourg, dengan jalan-jalan cobblestone yang sempit, yang berliku di antara deretan bangunan-bangunan berbingkai kayu yang cantik dan colourful.

"Kalo gue ajak Emi, Siska, dan Raina ke sini, pasti mereka heboh," kata Adelyn entah pada siapa.

"Lyn, jangan biasain  pakai Lo-Gue di sini ya. Om nggak suka dengernya," ucap Om Andre jujur.

"Iya, Om. Hehe."

"Om, ke sana, yuk," ajak Adelyn setelah turun dari bus air.

"Ayo!" seru Om Andre.

Seteah naik bus, Adelyn  berkeliling Petite France lewat darat dan menelusuri jalan-jalannya yang cantik dan fotogenik di setiap jengkalnya. Pemandangan di sini merupakan perpaduan apik antara half timbered houses yang khas, dinding warna-warni, bunga-bunga colourful, jalan berbatu yang sempit, serta lampu dinding yang klasik. Pokoknya indah dan sangat memanjakan mata Adelyn.  Rasanya ia akan betah berlama-lama di area ini.

Bicara jalan-jalan, waktu yang paling tepat untuk jalan-jalan keliling Petite France adalah pagi atau malam hari. Pada pagi atau malam hari, jalanan lebih lengang sehingga 'feel' atau nuansa kota kecilnya lebih terasa.

"Ayo, Om!" Ajak Adelyn girang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayo, Om!" Ajak Adelyn girang.Om Andre hanya tersenyum dan mengikuti kemanapun Adelyn ingin pergi.
Tiba-tiba Om Andre teringat sesuatu.

"Lyn." Panggil Om Andre

"Iya, Om" jawab Adelyn tanpa menoleh. Ia masih asik memotret apa saja yang menurutnya bagus. Terpaksa Om Andre yang mendekati Adelyn.

"Ini, ada titipan buat kamu," ucap Om Andre.

Adelyn menoleh.

"Dari siapa, Om?" tanya Adelyn sambil mengerutkan kening.

"Om juga tidak tahu."

Adelyn pun menerimannya.

"Ya sudah, Om. Ke sana, yuk?" ajak Adelyn lagi setelah menyimpan sesuatu yang katanya Om Andre 'titipan' itu dalam tas nya tanpa memikirkan siapa pengirimnya.

***

Jam menunjukkan pukul dua siang. Kaki Adelyn mulai terasa pegal. Sudah hampir lima jam ia dan Om Andre berkeliling dengan jalan kaki.

"Kamu capek?" tanya Om Andre yang melihat Adelyn sudah tidak semangat seperti tadi.

"Iya, Om."

"Mau makan dulu atau langsung ke apartemen?" tanya Om Andre lagi.

"Langsung ke apartemen, deh, Om. Nanti delivery aja makannya," pinta Adelyn.

"Ya sudah, ayo ke mobil!" ajak Om Andre seraya berjalan ke arah parkiran dan diikuti Adelyn di belakangnya.

Jarak parkiran dari tempat sebelumnya Adelyn berada tidak jauh. Jadi sekarang ia sudah duduk nyaman di dalam mobil. Ia memilih duduk di belakang sambil meluruskan kaki nya. Om Andre segera menjalankan mobilnya.

Adelyn teringat sesuatu yang di berikan Om Andre tadi. Segera ia keluarkan dari tas nya, dan langsung ia buka.

'Surat lagi?' batinnya.

Jantungnya berpacu cepat. Keringat dingin mulai menguasai badannya. Ia bahkan belum percaya jika orang itu kembali lagi.

'Bolehkah aku mengajakmu melihat kembang api di tahun baru ini?  Sambil menikmati secangkir cokelat panas. Seperti saat kita masih bersama dulu.'

tu me manques, Lyn.❤

-A.L-

***

Adelyn ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang