Jangan pernah berhenti mengejar cita-cita, raihlah dan yakinkan bahwa kita mampu meraihnya.
Hari ini adalah hari bahagia bagi seorang Hani, dimana dia akan bertemu dengan seorang perempuan pemikat hati Galih yang diharapkan bisa membuat Galih pulih seperti biasa.Sekarang jam menunjukkan pukul sebelas, Hani telah siap menemui Zilya di salah satu taman yang dekat dengan rumahnya.
Tapi sebelumnya, Hani tak lupa berpamitan pada Galih kakak laki-lakinya itu.
"Kak Galih, Hani izin keluar sebentar boleh kan?" tanya Hani pada Galih yang dari tadi hanya melamun dan berdiam diri didepan teras rumah kecil nan sederhananya itu.
"Hmm" Jawab galih dengan sangat singkat. Hani mengangguk dan tersenyum manis, Hani mengerti dengan sifat kakaknya sekarang.
Hani pun pergi melalui Galih dan meninggalkan rumah dengan perasaan gugup yang bercampur aduk dengan senang.
Entah apa yang ada dibenak Hani sekarang, Hani hanya ingin bertemu Zilya berdua dan meminta bantuan untuk mengembalikan sifat ceria seorang Galih.
Ya, meskipun belum tentu Zilya bisa membantunya.
Di Taman
Hani sedang melihat Zilya yang sedang duduk di bangku taman sambil membaca majalahnya.
Dengan gugup, Hani berjalan menemui Zilya.
"Hai kak Zil" sapa Hani sambil memperlihatkan senyuman manisnya.
"Hai sayang, sini duduk" Zilya mempersilahkan Hani untuk duduk disebelahnya.
"Kak jadi gini, aku menemui kakak untuk minta bantuan Kak Zil, boleh?" Hani memulai pembicaraannya.
"Boleh, bantu apa?" Tatapan lembut Zilya kepada Hani seolah membuat suasana hati Hani kembali normal.
"Jadi gini kak, semenjak orang tua ku meninggal semua berubah, Kak Galih menjadi berbeda sekarang dia selalu saja menyendiri kan diri suka menenangkan diri dengan cara yang mestinya dia gak lakuin. Dulu kak Zil dan kak Galih pernah sedekat Minggu ke Senin siapa tau saja dengan kehadiran kak Zil lagi, Kak Galih bisa kembali seperti dulu"
Zilya memegang tangan Hani sambil tersenyum dan berkata "Kakak akan bantu kamu"
Hani menunjukkan bahwa dirinya sangat bahagia, ia menganggap ini adalah hal yang paling bahagia dalam hidupnya suata saat nanti kalau Hani sudah besar dia akan berjanji akan membalas semua kebaikan Zilya.
Zilya sangat ingin membantu Hani dalam artian dia ingin merubah Galih seperti dulu, Galih si periang.
Singkatnya Zilya sekarang mulai sering mengunjungi rumah Galih untuk membantu Hani memasak, mengurus Galih dan lain lain.
Pada awalnya Galih sedikit kaget melihat kehadiran Zilya didepan matanya, Galih berekspresi seperti dia menunjukkan kalau dia sedikit bahagia karena kembalinya teman dekat itu.
Zilya juga cukup kaget saat melihat Galih yang jauh berbeda dari dulu karena bagaimanapun dulu Zilya dan Galih pernah sedekat nadi.
"Hai Galih ini aku Zilya, temen deket kamu dulu kita kan sering pergi ketaman makan ice cream bareng, kamu inget gak?" Galih hanya mengangguk dia masih ingat memori bersama Zilya saat dulu, Galih juga masih menyimpan fotonya bersama Zilya.
Galih nampaknya tidak memperdulikan kehadiran Zilya dihadapannya. Ia hanya melamun melihat awan yang hari ini nampak kosong tidak berwarna dan tidak mau tau apa yang terjadi hari ini.
Meskipun begitu, Zilya akan tetap berusaha untuk membuat Galih kembali ceria dan Zilya tak ingin membuat Hani selalu murung memikirkan keadaan kakaknya sekarang.
--dulu ku kira bertemu dengan mu adalah hal terindah dalam hidupku, tapi nyatanya keindahan itu hanya datang sesaat sedangkan perasaan ku selalu datang dan terus menunggumu.
Halo! maaf ya aku baru kembali
Jadi terkesan seperti pelangi datang lalu pamit dan tak tau kapan ia hadir lagi.Kabar kalian sedang baik-baik saja kan?
Galih akan membaik mungkin masih lama lagi, tapi doakan saja.
Jgn lupa vote ya.
Cinta dari ku untuk kalian! hehe

KAMU SEDANG MEMBACA
GALIH || semangat.
RandomG A L I H 'hidup itu se-sederhana itu' secara gak langsung, ucapan itu munafik dan bohong adanya.