chapter 5. keluarga esa.

3.3K 959 492
                                        


21.13

esa yang baru selesai mandi dan memakai skincare nya itu membuka pintu kamarnya yang ada di lantai 2.

kamar esa serba putih, hanya ada beberapa barang yang warnanya beige atau warna warna soft seperti biru langit, lavender muda dan lain lain.

esa meneguk thai tea yang barusan dia bikin di dapur. dan duduk di meja belajarnya.

entah kenapa. esa sangat senang, bisa dibilang bahagia.

esa mengambil buku diary nya dan mulai menulis apa saja yang terjadi hari ini.














drrrt.

"eh, tumben ada yang nge line aku?"

esa mengecek handphone nya yang tergeletak di kasur.
ia membuka halaman notifikasi, dan . .

ada pesan, dari juna.

esa membuka ruang obrolan nya dengan juna,

















LINE ! , 3 unread messages.

Block | Add | Report

Arjuna Afriansyah


ini line esa?
gue juna.
save ya.


esa menepuk pipi nya pelan, ini, bukan mimpi kan?
esa melempar handphone nya ke kasur.

lalu dia ambil, dan itu benar line nya juna.

esa mau gila rasanya.

anak laki laki dengan piama kebesaran itu langsung lari dan meminum segelas thai tea sekaligus, mungkin agar hati dan jantung nya bisa sedikit lebih tenang.




Arjuna Afriansyah

iya juna, ini esa.
udah aku save yaa



esa menutupi muka nya dengan bantal we bare bears nya, pipi nya memerah. he's blushing right now.




LINE !

esa langsung melempar bantal nya kesembarang tempat dan langsung mengecek roomchat nya dengan juna.


Arjuna Afriansyah






bagus deh kalo gitu.
udah makan malem?

belum
baru selesai mandi aku

oh,
udah gosok gigi?

ya belum lah junaa,
kan belum makan juga.

oh iya. lupa.


esa bahagia bukan main, kaki nya terus terusan menendang selimut yang sedang ia pakai.

karena esa bingung mau balas apa, jadi dia hanya me-read pesan dari juna.

dear juna | junho, eunsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang