Diary Berdarah

50 5 0
                                        

Sumber cerita-ulvy(nama sengaja saya samarkan)
Cerita fiksi
.......................................................................
Hari ini  adalah hari yang paling bahagia menurut Jessy karena dia ulang tahun yang kelima belas.so,dia dapat banyak kado dari teman-temannya beserta keluarganya tapi ada satu kado yang menurut Jessy,itu kado paling menarik diantara kado yang lain.Jessya membuka kertas kado itu secara perlahan-lahan dan dia mendapatkan sebuah diary yang bagus dan tebal,lalu sebuah surat terjatuh dan Jessy membacanya dengan teliti.

Hai Jessy...
Apa kabar?
Happy birthday ya Jes,semoga selalu panjang umur dan sahabatku yang cantik ini jadi tambah pinter,hahaha.
Btw,kado dari aku bagus ngak?maaf kalau aku belum kasih kado yang mahal dan bagus seperti yang kamu inginkan.udah dulu ya surat dariku ini,bye-bye sahabatku.
                                                    Tertanda
                                                    Karin
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya...
"Jessy".
"Jessy".
"Jessy".
Jessy yang mendengar teriakan ibunya dari lantai bawah segera keluar dari kamarnya dan menuju lantai satu.
"Iya mah?".
"Hari ini mama mau pergi ke pesta kawinan teman mama sama papa kamu,kamu gak apa-apa kan sendiri dirumah?".
"Iya mah gak apa-apa".
"Makan malamnya udah mama siapin tuh di atas meja,ya udah mama pergi dulu ya jes".
"Iya mah
Selepas kepergian kedua orang tuanya,Jessy segera menuju kamarnya dan menulis di diary kesayangannya hasil pemberian Karin.

Dear diary...
Malam ini mama papa lagi pergi,aku bosan sendirian dirumah!
Huh,seandainya aku punya adik,mungkin sekarang aku lagi bermain dengannya!
Tapi ya sudahlah,aku memang ditakdirkan untuk jadi anak tunggal,hufff!
Ya sudahlah sampai disini dulu ya diaryku.
Selepas menulis diary,Jessy bersiap pergi ke lantai bawah untuk makan malam.Jessy sangat terkejut karena ada seseorang di depan pintu kamar tidurnya dan menyapanya secara halus.
"Halo anak manis"ucap orang itu sembari tersenyum dan menunjukan pisaunya di depan Jessy.
"H...halo,o...om...siapa?Jessy ngak kenal om"ucap Jessy.
"Kamu gak perlu tau om siapa,yang penting kamu mau kan main sama om?".
"M...main?main apa?".
"Petak umpet dan pisau".
"Ma...maksudnya?".
"Jadi gini,kalau kamu kalah bakalan om bunuh".
"Terus?".
"Sekarang om yang jaga ya,anak manis.cepat sekarang kamu sembunyi karena sebentar lagi permainan akan dimulai".
"I...iya om,tapi aku boleh bawa buku diaryku om?".
"Buat apa kamu bawa diary?".
"Cuma buat dipeluk doang om".
"Dasar anak aneh,ngak sabar gua rasanya pengen bunuh nih anak"ucap orang itu dalam hati.
"Cepat kamu sembunyi,om hitung sampe sepuluh ya".
"Iya om".
"Satu".
"Dua".
"Tiga".
"Empat".
"Lima".
"Enam".
"Tujuh".
"Delapan".
"Sembilan".
"Sepuluh".
"Halo anak manis,kamu sembunyi dimana?hahahha,dasar anak bodoh.mau saja saja kubohongi,kamu ngak bakalan bisa kabur dariku anak bodoh karena aku bakalan tau tempat persembunyianmu"ucap orang itu sembari tertawa licik dan mengecek satu persatu ruangan.
Lima menit kemudian...
"Halo anak manis,sekarang om sudah menemukanmu"ucap orang itu sembari membuka lemari dimana Jessy bersembunyi.
"A...aku kalah om?".
"Iya,anak manis.kamu kalah"ucap orang itu tiba-tiba menusuk dada Jessy.
"Akhhhhkh,sakit om".
"Hahhhaha,rasakan ini anak bodoh.ih darah,aku mau minum darah"ucap orang itu meminum darah Jessy yang sudah hampir tewas dan darahnya sebagian mengenai diary kesayangan Jessy.
"Aku bersumpah,arwahku akan bangkit dan balas dendam untukmu penjahat.aku bersumpah,dua puluh tahun kemudian aku bakalan punya adik dan adikku yang bakalan nemu diary ini dan bakalan balas dendam ini atas suruhanku karena aku akan memasuki raganya jika dia menemukan diary terkutuk ini,maka mulai sekarang diary ini akan ku kutuk menjadi diary berdarah untuk selama-lamanya"ucap Jessy panjang lebar sembari membuka halaman kedua diary itu.
"Untuk tusukan terakhir anak manis dan ini tusukan paling indah untuk didengar"ucap orang itu sembari mengrahkan pisaunya ke jantung Jessy.
"Akhhh".
Crattts...cratss...
Orang itu menusukan pisaunya berkali-kali kejantung Jessy dan Jessy tewas seketika itu juga sembari memegang diary yang kebuka dan terkutuk itu.
"Akhirnya selesai juga,untung gue udah pakai alkohol dan sapu tangan karet biar sidik jari gue terdeteksi.tinggal bungkus darah ini anak untuk gue minum.jantung,mata,hati,telinga,gue bungkus untuk gue makan daripada dijual,kan bisa rugi gue.mending gue makan aja"ucap orang itu sembari

HororTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang