“BRAAAAK!!!!”Liu tak tahu apa yang terjadi,namun terdengar suara hantaman yang teramat keras hingga ia terjungkal ke belakang.debu dan pasir berterbangan.secara refleks Liu menutup matanya dan begitu ia membukanya,iapun mengerti apa yang terjadi.
Mobil karavan entah muncul darimana telah menabrak dinding batu bata serta menghantam Jeff hingga tersungkur tak sadarkan diri.
Liu bangun dan melihat Theo keluar dari dalam mobil.
“Kau tak apa-apa?”
“Apa yang kalian lakukan di sini?” seru Liu,“Sudah kubilang kan kalian untuk pergi?”
“Terima kasih kembali!”jawab Theo, sambil menutupi hidung dan mulutnya dari debu yang berterbangan.
Liu berjalan menghampiri mereka, namun tiba-tiba seutas tangan mencengkeram pergelangan kakinya.
Jeff! Ia masih hidup!
“Jangan pikir kau bisa lolos,Liu!”Jeff mengancam dengan suara serak sembari berusaha bangun dari tumpukan batu yang menimpanya.
“Jenna!nyalakan mobilnya!”seru Theo panik.Jenna segera pindah ke depan kemudi dan kemudian berusaha menyalakannya lagi,namun percuma.
“Mesinnya tak mau hidup!” jerit gadis itu.
“Kalian baru saja menabrakkan mobil ke tembok dan berharap mesinnya masih menyala?”seru Liu,“Kalian anak-anak masih polos sekali!Cepat pergi!”
“Setelah kubunuh kau,Liu ...”Jeff menyeringai lebar,“Aku akan mengejar dan membunuh keparat-keparat kecil itu..... HAHAHAHA!!!”
“Tidak!!! Kau takkan bisa menyentuh mereka selagi ada aku!”
Jeff mendorong Liu ke dinding hingga luka di punggungnya kembali mengeluarkan darah.
“Tenang” Jeff bangkit berdiri seakan-akan tertabrak mobil karavan dan tertindih tembok batu sama sekali tak memiliki pengaruh padanya.
“Kalian semua akan mendapatkan giliran kalian ....”
“DOR! DOR!!!”suara letusan senjata kembali terdengar,kali ini merobohkan Jeff.Jenna menjerit mendengarnya.
Liu bangkit dan melihat siapa yang telah menyelamatkannya.
“Marshall!Kau masih hidup!”
Pria itu tersenyum pada Liu,“Aturan pertama menjadi seorang marshall, selalu bawa pistol cadangan.”
“Tapi aku pikir kau sudah ...”
“Dia tadi menusukku,namun aku memakai kevlar”Marshall menunjukkan jaket anti peluru yang ia kenakan,“Cukup tebal untuk mencegah pisaunya masuk terlalu dalam.”
Tiba-tiba terdengar peringatan Theo, “Dia bangkit! Dia bangkit!!!”
Theo benar. Jeff masih berusaha bangkit walaupun timah panas sudah menerjang tubuhnya.
“Apa bensin mobil ini terisi penuh?” tanya Marshall.
“Iya, kurasa begitu.Kenapa?” balas Theo.
“Semuanya pergi dari sini! CEPAT!!!”
Liu segera menggiring Jenna dan Theo keluar dari gedung itu,disusul Marshall.
Ketika mereka sudah berada di luar, Marshall berteriak,“Menunduk!!!”
“Apa yang akan kau lakukan?”
Marshall membidik tangki bensin mobil karvan yang terjebak di dinding tersebut dan menembaknya.
“DUAAAAAAR!!!!”
Ledakan dahsyat segera menelan gedung tersebut dalam kobaran api. Liu terjungkal di tanah,sementara Theo tiarap di tanah,berusaha melindungi Jenna dari efek ledakan.Liu terbangun menatap Marshall berdiri menatap kobaran api itu.
“Apa ... apa dia mati?’
Marshall menoleh,“Jika itu tidak membunuhnya,berarti dia bukan manusia.
” Liu kemudian bangkit menghampirinya,“Kau berhasil membalaskan dendammu.”
“Dan kau?” Marshall menatap pemuda itu,“Apa kau merasa lebih baik?”
Liu hanya menatap api yang melalap bangunan itu dan asap hitam yang membumbung tinggi ke angkasa.
“Penjahat super selalu ada,Marshall” Liu berkata,“sayangnya pahlawan super tak pernah ada.”
Marshall masih menatap Liu, “Pahlawan super? Kurasa aku sedang melihatnya.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Horor
Horrordisini ada cerita tentang psikopat,misteri hantu, cinta,legenda legenda misteri,riddle hantu dan creepy pasta.dari berbagai sumber cerita,nanti insya Allah ceritanya ada yang kubikin sendiri.yang mau nyumbang cerita horor boleh kok,silahkan!mau horo...
