Jangan lupa like nya ya:*
Hati-hati typo:*
Selamat membaca:*
.
.
Langit semakin gelap, tanda kalau senja akan segera berlalu, berganti dengan malam yang dipenuhi ribuan bintang malam ini.
Kim taehyung, sosok itu tengah termangu menatap nanar jendela rumah sakit yang memperlihatkan ribuan bintang yang bersinar terang.
Pikirannya kalut, memikirkan jenjang masa depan apa yang akan ia dapat jika hidupnya dipenuhi banyak kisah dramatis yang tak berkesudahan.
Apakah ini sebuah replika dikehidupan sebelumnya? Apakah ini sebuah reinkarnasi dari sosok pendosa seperti dirinya? Yang tak mampu mengubah nasib nya menjadi lebih baik, justru malah terjun kedalam lubang yang membuatnya selalu dalam bahaya.
Deritanya, seolah semakin menambah saat jungkook, hadir dalam hidupnya, memberikan kenyamanan dan kehangatan serta cinta yang mampu menghipnotis dirinya untuk membuka hati pada namja yang selalu menjadi pusat perhatiannya beberaa minggu terakhir ini.
Namun, jauh dari itu semua. Banyak pisau yang hendak menusuk nya beratus kali jika ia tidak berhati-hati saat mengambil langkah atau keputusan yang tepat.
Apakah seorang kim taehyung yang banyak kekurangan ini dapat bahagia bersama dengan sosok jeon jungkook yang begitu sempurna menyerupai sosok malaikat tak bersayap.
Akankah semua ini akan berakhir bahagia? Lagi-lagi taehyung hanya bisa menghela nafasnya kasar, di pusing memikirkan hal dramatis seperti ini, ingin ia melupakan semua yang terjadi, ingin ia menjadi taehyung yang dulu tanpa beban, hanya seorang pengangguran yang mencari pekerjaan dengan susah payah dengan ribuan kali ditolak hanya karena katanya ia terlalu sempurna untuk menjadi pegawai biasa atau bahkan pelayan toko biasa.
Disaat dia sudah tidak kebingungan lagi mencari kerja, disaat dia ditetapkan menjadi karyawan tetap dengan penghasilan sangat dan amat besar, kenapa hidupnya justru lebih banyak menyimpan beban yang membuatnya lelah untuk menghadapinya. Bolehkah ia menyerah sampai disini?
Ceklek
Taehyung menengok kearah pintu kamar rawatnya yang terbuka dan timbulah dokter bernama kim seokjin itu, menghampiri taehyung dengan senyum yang begitu lebar, sementara objek yang tengah dihampiri membalas senyuman itu tak kalah lebarnya hingga menampilkan gigi dan gusinya khas senyum seorang kim taehyung.
"omooo hyung sangat merindukanmu"ujar seokjin seraya memeluk taehyung erat-erat lalu melepasnya dan duduk dikursi samping ranjang taehyung
"taetae juga sangat merindukan hyung, kemana hyung? Ko taetae telpon nomernya selalu tidak aktif?" ucap taehyung seraya memanyunkan bibirnya tanda kalau ia ngambek saat ini sementara seokjin terkekeh melihat sifat manja taehyung yang seperti ini namun selalu kekeh menyebutnya sebagai namja badboy
"hahaha mianhae, hyung lupa memberi tahumu. Handphone hyung hilang saat sedang berjalan bersama namjoonniee di Las Vegas 1 minggu yang lalu" jelas seokjin pada taehyung yang terkejut saat mendengar kata hilang
"yahh hyunggg pantas saja taetae telpon tak pernah aktif, lagi si hyung jalan jalan ga ngajak taetae"gerutu taehyung semakin membuat seokjin gemas
"hahahah kan kau sudah punya pacar, kenapa ga jalan sama pacarmu saja sana.. Ahahha" ledek seokjin yang membuat taehyung merona malu mendengarnya
"kok hyung tau kalo kookie pacar taetae? "tanya taehyung penasaran, perasaan dari tadi dia ga ngebahas tentang jungkook?
"tentu saja hyung tau, hyung pernah melihat jungkook menyatakan cintanya padamu. Kau memilih orang yang tepat, firasat hyung mengatakan dia orang yang terbaik yang kau pilih tae, terutama dengan ketulusannya dan kekhawatirannya saat membawamu kesini tadi, kau harus bersyukur dan berterimakasih pada tuhan karena jungkook lah yang menjadi pendampingmu saat ini" tutur seokjin membuat taehyung yang awalnya terkejut kini murung saat mendengar kata-kata itu.
Siapa yang tak bahagia jika di sukai sama namja tampan seperti jungkook? Namja romantis sekaligus humoris, namja pengertian dan peka dalam keadaan apapun, terlebih lagi dia pria mapan yang memiliki segalanya, taehyungpun tak mau munafik jika mengatakan ia tidak menyukai jungkook, tidak. Taehyung, kim taehyung sangat menyukai jungkook, mungkin lebih tepatnya sangat mencintai jungkook. Namun, jika ia mengambil mawar maka akan ada duri yang tertancap dijari atau telapak tangannya, apalagi disaat ia melakukan tindakan ceroboh, maka semua duri itu akan melukai seluruh telapak tangannya.
Duri yang telah tertancap, akan sangat sulit untuk melepaskannya, jika dilepas paksa maka darah yang keluar pasti akan lebih banyak mengalir dari pada saat duri itu masih tertancap.
"hmm hyung benar, aku sangat bersyukur karena tuhan memberika sosok yang begitu sempurna kepadaku melalui namja bernama Jeon Jungkook" jawab taehyung lalu tersenyum dengan berbagai arti yang tak mampu untuk seokjin mengerti namun seokjin hanya tak mau terlihat terlalu banyak berbicara, jadi dia hanya dapat membalasnya dengan senyuman sambil kedua tangannya terlurur untuk menggenggam tangan taehyung erat
"oiya hyung lupa, dimana jungkook? Kenapa hyung tidak melihatnya sejak tadi?"tanya seokjin seraya mengedarkan pandangannya mencari sosok jungkook yang tidak ada didalam kamar rawat taehyung
"oh.. Jungkook tiba-tiba ada pertemuan mendadak bersama presdir Steve dari spanyol di Blue House" jawab taehyung mengingat tadi jungkook tiba-tiba mendapat e-mail dari presdir steve untuk mengadakan pertemuan penting yang seharusnya ia ikut saat ini namun kondisinya lah yang akhirnya jungkook hanya berangkat bersama jimin dan yoongi
"ahh.. Pasti dia sangat sibuk kan? Dan kau jadi ikut-ikutan sibuk Sampai-sampai penyakin anemia mu ini kambuh lagi"ucap seokjin membuat taehyung terkikik geli mendengarnya
"hahahah hyung selalu saja benar, ah hyung besok tae sudah boleh pulang?"tanya taehyung pada seokjin yang mengeluarkan tablet pc dari saku cardinya yang lumayan lebar lalu mengecek sesuatu untuk ia periksa kembali
"sebenarnya kau sudah dibolehkan pulang sejak tadi sore, tapi jungkook memaksa pemilik rumah sakit ini untuk tetap merawatmu sampai besok pagi, karena kesehatanmu adalah prioritas utama jungkook, begitulah katanya"jawab seokjin dengan jujur sambil menaruh kembali tabletnya, ucaapan seokjin sontak membuat taehyung terkejut? Bagaimana bisa jungkook memperlambat kepulangannya dan lebih memilih taehyung untuk tetap bertahan dirumah sakit ini? Sepertinya ia harus memberi pelajaran pada jungkook nanti.
"ah ada pasien yang harus hyung tangani, kau tak apa ditinggal sendiri?"tanya seokjin pada taehyung
"aku tak apa hyung, aku sudah besar dan lagi aku bukan yeoja, aku ini namja hyunggg~ " jawaban taehyung lagi-lagi membuat seokjin tertawa mendengarnya, lalu keluar dari kamar rawat taehyung dengan tawa yang masih terus terdengar oleh taehyung
Ceklek
Pintu kamar rawat taehyung kembali terbuka, ia mengira kalau seokjin atau jungkook yang masuk kekamarnya tapi ternyata bukan..
"haii Kim taehyung oppa? Ku dengar kalau kau adalah pacarnya jungie oppa? Wahh aku tak menyangka kalau kau menyukai sesama jenis, Padahal kau tak kalah tampannya dengan jungkook oppa"
Bersambung guys wkwkkwk
Thankyou for yours like and comment :*
Jangan lupa likenya:*
Trus komen dan saran:*
And byebye:*
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet & Handsome (KookV)|| COMPLETE
RomancePria manis bersama Pria tampan, disaat mereka bertemu, seperti memang sudah ditentukan oleh yang maha kuasa, tapi si manis adalah seorang primadona di universitas bighit , dan si tampan adalah primadona diseluruh jagat raya, apakah pertemuan mereka...
