Bab 1

43 7 3
                                    

Hikari POV

Nama ku Hikari Furuha, sekarang umurku 16 tahun. Sekarang aku sedang menuju ke apartemen ku, karna aku sudah selesai bekerja. Aku kerja di Detektif Agensi Bersenjata, ah tentang aku?

Aku adalah pengguna kemampuan. Ya ... Aku juga tidak tahu kalau ini kemampuan ku atau bukan ... Tapi, aku bekerja sama dengan iblis jadi ... Aku tidak yakin ini kemampuan ku yang sebenarnya. Banyak orang bilang kalau aku adalah orang yang berbahaya jika aku memakai kekuatan iblis ku.

Karna jika aku memakai kekuatan iblis ku, aku bisa membunuh 50+ orang katanya. Dan juga, kalau iblis yang berada di dalam tubuhku mengambil alih tubuhku, aku bisa membunuh semua orang yang berada di dalam satu kota.

"Yaa ... Itu salahku juga sih ..." aku menghela nafas malas dan masuk kedalam apartemen ku.

Hikari POV end

"Catty, aku pulang-" tiba tiba seekor kucing berwarna putih melompat ke muka seorang gadis itu dengan sangat keras sampai membuat dahi gadis itu merah

"Sakitt! ... Catty, sudah kubilang jangan dahi! Sakit oi ..." gadis itu mengusap kepalanya yang merah itu lalu membawa kucingnya masuk ke ruang tengah.

"Hora kau lapar bukan? Aku ada beli makanan kesukaanmu nih" setelah mendengar kata-kata itu, kucing putih itu tiba-tiba saja manja kepada pemiliknya itu. Dia mendengkur dengan imutnya dan mengeluarkan suara lucu

"Hilyh, mentang-mentang udah dikasih makan jadi unyu kau ya>:v" kata gadis itu jengkel dengan perilaku kucingnya

"Meong~" kucing itu menjilat pipi pemiliknya dengan imutnya. Pemiliknya ingin marah kepada kucing itu, tapi karna dia lemah terhadap kucing, dia merasa hatinya meleleh dan menggeliat seperti cacing kepanasan.

Dia ingin memeluk kucingnya itu, tapi sayangnya, dia malah dicakar kucingnya dan kucingnya pun memakan makanannya itu dengan anggun seakan akan tidak ada yang terjadi.

"Kau ..." Gadis yang merupakan pemiliknya itu meringis kesakitan dan menatap kucing itu tajam. Dan pada akhirnya kucing itu tidak peduli dan lanjut makan lagi.

"Aah dasar ..." gadis itu berjalan masuk ke kamarnya dan seketika dia iseng mau melihat foto-fotonya saat masih kecil dulu, dia mengambil beberapa album. Ada tiga album, yaitu album sekolah,album keluarga, album masa lalunya dulu.

Album yang pertama dia buka adalah album sekolah, disana ada fotonya dan teman-temannya berwisata ke gunung, piknik di bawah pohon sakura, pantai, dan ada foto lucu dimana dia dan temannya dikejar ama anjing putih yang besar karna mereka mengerjai anjing itu.

"Ahh ... Ngakak" dia berkata seperti itu dengan muka datar dan membuka halaman-halaman lainnya.

"Halaman 10 ..." gadis itu berhenti dan melihat foto teman-temannya yang berada di tanteisha. Di foto itu ada atsuko,riku,misaki san,jikare,hiroshi,shiroi san, dll.

"Ah ... Sudah berapa lama ya ..." dia melihat halaman berikutnya sampai halaman terakhir dan lalu beralih ke album keluarga.

Halaman pertama menunjukkan foto dia, ibunya, dan ayahnya. Mereka nampak bahagia melihat kamera. "Humnh ..." dia melihat halaman berikutnya sampai dia berhenti di halaman 14. Yaitu fotonya dan kakak laki-lakinya yang bernama ellard. Ellard memiliki mata hijau, rambut coklat, dan dia cukup tinggi. Sebenarnya itu bukan kakak kandungnya gadis itu, dia mengadopsi hikari dari umur 8 - 10 tahun.

"Ya ... Setidaknya dia orang yang baik seperti ayah ... Konyol dan baik." dia melihat halaman selanjutnya lagi dan berhenti lagi di halaman 28.

Fotonya dan bibi gilanya yang tersenyum menghadap kamera dan hikari yang murung. Mungkin orang-orang melihat senyum bibinya itu sangat cantik dan mempesona sehingga dia bisa memikat hati para pria, tapi bagi hikari itu adalah senyum yang menyeramkan. Karna pada saat dimasa lalu, bibinya selalu bertanya kepada hikari. Hikari selalu dibuat bingung olehnya dan sampai umurnya 12 tahun, dia menjadi pemurung dan pendiam total.

"Ne hikari chan, apa yang akan kau lakukan kalau kau depresi? Akankah kau terus hidup? Atau mati begitu saja? Nee ... Jawab aku ..." pertanyaan itu selalu muncul saat dia tinggal bersama bibinya setiap hari. Ya, untungnya dia tidak melakukan kekerasan apapun kepada gadis itu. Tapi tetap saja suara-suaranya masih berbekas di dalam kepala hikari sampai sekarang.

"Ah, aku capek. Kurasa aku tidur sebentar saja dulu." dia berjalan ke tempat tidurnya lalu merebahkan dirinya disana lalu tertidur pulas

.

.

.

.

"Hikari chan"

"Hikari chan, bangunlah"

"Ini sudah siang"

"Hikari chan"

Dia membuka mata dan melihat seorang wanita mengkucir rambut hitamnya wanita itu seperti seorang ibu yang dia kenal "ayo bangunlah, ayah menunggu"

" ... Ayah? ..." hikari terbangun dari kasurnya lalu melihat tangannya "tanganku ... Kecil?" dia kebingungan

"Hora, kau sudah berjanji sama ayah untuk ke kota bukan?" ibunya menyiapkan sarapan yang lezat dan hikari pun bangkit dari kasurnya lalu bertanya ibunya

"Ibu, sekarang tahun berapa?" dia mendekat ke ibunya dengan sebuah boneka teddy bear yang dipeluknya

Ibunya bingung melihat tingkah anaknya yang tiba-tiba aneh itu "Humn? Sekarang tahun ..."

"Hah? ... HAAHHH?!" hikari terkejut mendengar perkataan ibunya sehingga ibunya pun ikut terkejut dengan tingkah anaknya

"Hikari? Kenapa sayang?" ibunya mengelus kepala anaknya dengan lembut lalu menatapnya heran

"T-tidak ada ..." hikari melihat ke jendela yang cerah dan melihat sekitarnya

"A-aku ... Jadi selama ini tinggal di gunung ... Kukira dulu aku dulu tinggal di desa ... Yaa kenangan lama juga, mungkin aku lupa" tiba tiba dia batuk dan menutup mulutnya

"Kenapa ... Aku sulit bernafas ..." hikari terduduk di teras kecilnya dan melihat pemandangan dari atas gunung. "Woah ..." tiba tiba dia merinding dan kedinginan "Tte dingin!!"

"Ah ya ... Aku lupa kalau diatas gunung itu dingin dan oksigennya sedikit." dia menggosok kedua tangannya sampai hangat lalu menempelkannya ke pipi

"Hikari chan, apa yang kau lakukan disitu?" ibunya datang lalu menggendong anaknya itu "bajumu bisa kotor bukan."

"Maafkan aku ..." dia dan ibunya masuk kedalam lalu memakan sarapan paginya

"Uhmmnn enak!" anak itu memakan sarapan nya dengan bahagia, ibunya tersenyum melihat kelakuan anaknya yang sepertinya sudah kembali normal

"Makannya yang banyak ya, nanti kau akan ke kota bukan?" ibunya membersihkan mulut hikari lalu memasak air

"Ya!" hikari lanjut makan dan berpikir sejenak (mind:tunggu dulu ... Aku ... Bermimpi ya? Tapi kenapa semua ini terasa nyata? ... Tapi sekali ini saja ... Boleh bukan? Tidak tunggu ... Kalau ini adalah mimpi dimana orang tua ku belum terbunuh, itu artinya-)

Tiba-tiba ada suara orang membuka pintu dengan membawa bunga indah di tangannya "ayah pulang!"

"Ara, selamat datang kembali ayah!" ibunya pun memeluk ayahnya erat

(Mind hikari:a-bahkan ayah?! Apa yang sebenarnya terjadi?!)

Bab 1 end

Yooo, maaf kalau ceritanya jelek ya:'v ku akan mencoba membuat cerita ini menjadi menarik, tolong baca terus yak:'v thank you yang udah baca:'V

Hikari Furuha(Bungou stray dogs version)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang