Chap; II{Dead Shot}

7.4K 482 20
                                        

/

/

/

beri voment dulu sebelum baca, biar happy authornya T-T

/

/

/

Shot

Sebuah kata kerja yang berarti menembak. Shot bermakna menembak atau membidik tepat kesasaran yang di inginkan.

/

/

/

SEOUL,17,JUNI

Seorang namja bersurai cokelat tua keemasan sedang duduk santai di balkon rumahnya. Dia menikmati saat saat sunrise tiba. Berteman dengan segelas cokelat panas dan sepiring biskuit bertabur chocochips membuat awal harinya menjadi sempurna. Namja itu memandang langit yang mengeluarkan semburat jingga ciri khas pagi hari, sangat indah dan damai.

Sayangnya hari ini tidak akan sedamai covernya, karena hari ini akan ada orang yang akan mati ditangan namja bersurai cokelat. Harus orang itu harus mati atau minimal orang itu harus terluka cukup parah, demi bayaran sebuah rahasia yang tak pernah ia tahu kebenarannya.

Saat sedang asyik asyiknya melamun sambil memainkan pisau lipatnya, tiba tiba suara handphone berdering menusuk gendang telinganya. Masa bodo dengan panggilan, dia memilih untuk menikmati kehangatan mentari pagi yang mulai meninggi. Kehangatan itu mulai terganggu saat dirasanya handphonenya kembali berdering. Nomor yang sama dengan yang pertama, karena kesal mendengar dering handphonenya terus menerus. Namja itu memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.

"Halo? Yeobseo?" Tanyanya dengan nada agak tinggi, tak ada jawaban atau respon dari si penelpon.

"Halo?" Tak ada jawaban lagi.

"Aish, siapapun itu orangnya kusumpahin dia kepeleset di tangga berpaku yang udah karatan, terus jatuh dengan posisi kayang dan ngehantam dinding sampe kepalanya pecah, kemudian dikutuk jadi batu kayak malin kundang. Ah, lebih baik aku tutup saja teleponnya. " Gerutunya panjang X lebar X tinggi berniat menekan tombol tutup.

"HEI!!! TERKUTUK KAU JEON JUNGKOOK SYAITAN!!! KU DOAKAN KAU KUALAT SETELAH INI!!!" Sahut manusia diseberang telepon sambil memberikan respon yang berlebihan.

Jungkook refleks menjatuhkan handphone kesayangannya karena kaget akan suara yang menggelegar memecahkan gendang telinganya. Saat dia sadar, dia menemukan hanphonenya tergeletak dengan layar retak menghiasinya. 'Oh Shit...' umpatnya kesal, sepertinya dia perlu membeli handphone baru yang lebih mahal lagi.

"Ada apa Jin Hyung? Kenapa pagi pagi begini menelpon ku? Awas saja kau menelpon ku hanya untuk lelucon tak penting, jika hyung ingin basa basi tak penting lebih baik aku matikan saja teleponn.."

"YAAAK!!! JANGAN TUTUP TELEPONNYA !!! Kali ini ada hal penting untuk kutanyakan padamu." Potong Jin segera sebelum Jungkook menyelesaikan kalimatnya. Jungkook hanya menghela nafas pelan, hyungnya ini memang menyebalkan tingkat dewa. 'Pfft, untung sayang.' Batin Jungkook sabar.

"Jadi, hal penting apa yang membuatmu menelponku pagi pagi buta ini?"

"Jungkookie, apakah kau sedang berada di Seoul?"

"Iya, memangnya kenapa?"

"Aku ingin mengajak kamu dan Yoongi jalan jalan ke cafe baruku."

"Seokjin hyung buka cafe baru lagi ya?"

"Iya, Kookie mau ikut nanti hyung bikinin senampan biskuit untukmu."

"Ma maaf hyung, Kookie lagi ada tugas penting jadi nggak bisa ikut. Maaf ya Seokjin hyung..,"

"DROPPED" POSESSIVE MAFIA VS PHYSICOPATH ASSASSIN {TAEKOOK, KTH X JJK}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang