Allara menanti jam istirahat dengan gelisah. Ia harus bertemu dengan guru Matematika kesayangannya untuk meminta maaf atas kesalahannya beberapa saat lalu.
Bel tanda istirahat berbunyi.
"Hey, kau mau ke mana?" Ivy melihat Allara yang bangkit dengan cepat setelah mendengar bunyi bel."Menemui Mr. Axellio. Aku harus meminta maaf padanya." Usai mengatakan itu Allara langsung melangkah pergi, tapi ketergesaannya membuat ia tidak menyadari bahwa Angel yang duduk di depan telah meletakan kaki untuk menjagalnya dan menyebabkan ia terjerembab ke lantai sekarang.
Allara mengaduh sakit. Ivy bergegas mendekat ke Allara.
"Kau baik-baik saja, Allara?" Ivy memeriksa lutut dan tangan Allara.
Tidak terluka. Ivy bernapas lega.
"Ckck, dasar bodoh!" Angela mengejek Allara sembari berkaca. Ia menunjukan senyuman licik yang sangat menyebalkan di mata Ivy.
"Aku baik-baik saja." Allara cepat bersuara. Ia tidak mau Ivy terlibat masalah karena bertengkar dengan Angela. Allara kenal watak keras Ivy dengan baik.
"Ini semua pasti ulahmu!" Ivy menatap Angela tajam.
"Kau punya bukti aku yang melakukannya?" Angela membalas santai. Merasa tidak berdosa sama sekali.
Ivy tidak memerlukan bukti. Ia yakin bahwa Angela yang telah membuat Allara terjatuh. Di kelas ini, Angela adalah siswi yang paling tidak menyukai Allara. Angela jelas merasa tersaingi. Meski Allara tidak pintar, tapi Allara memiliki kecantikan yang bisa menandinginya di kelas itu. Dan Angela tidak suka itu. Ia tidak suka ada yang melebihi dirinya.
"Ivy, aku terjatuh sendiri." Allara memegangi tangan Ivy. "Kau lapar, kan? Ayo ke kantin." Allara menarik Ivy keluar.
"Apa-apaan kau ini, Allara?" Ivy melepaskan tangan Allara dari tangannya. Ia menatap Allara tidak terima.
"Sudahlah. Aku baik-baik saja."
"Tapi jika terus dibiarkan Angela bisa semakin bertingkah!"
"Dengar, kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan." Allara tersenyum seperti semua baik-baik saja.
Ivy tahu hanya ada satu manusia di dunia ini yang memiliki pemikiran sepolos itu. Dan ya, manusia itu adalah Allara. Jika ia yang ditindas maka dirinya pasti akan membalas, bahkan lebih sakit.
"Jangan membenci orang-orang yang membencimu, karena itu hanya akan mengotori hatimu. Dan aku tidak mau melakukannya. Hanya untuk seorang seperti Angela, aku tidak akan mengotori hatiku yang suci dan mulia." Allara memegangi dadanya dan kembali memuji dirinya sendiri.
Ivy berdecih. "Narsis."
Allara menggeleng dramatis. "Tidak. Aku memang memiliki hati yang suci dan mulia. Kau pasti tahu hanya aku yang memiliki hati seputih sajlu."
Ivy memutar bola matanya malas. Ia segera melangkah meninggalkan Allara sebelum ia mendengarkan banyak kata-kata tidak perlu dari mulut Allara.
Kali ini Ivy akan membiarkan Angela, tapi lihat nanti. Ivy tidak akan melupakan kejadian ini dengan cepat. Ia pasti akan membuat perhitungan dengan Angela.
"Hey, Ivy. Tunggu aku." Allara mengejar Ivy. Ia benar-benar membiarkan Angela yang telah menjahatinya. Allara tidak ingin memiliki banyak masalah di sekolah. Jadi ia akan membiarkan orang-orang yang bersikap jahat padanya. Namun, bukan berarti Allara gadis yang lemah. Ia hanya tidak ingin membuat kekacauan dan kehilangan ketenangan karena semakin banyak orang yang tidak menyukainya.
Allara dan Ivy pergi ke kantin. Ivy mengeluarkan ponselnya dan mulai mendengarkan lagu dengan headset yang sudah terpasang di telinganya. Ia melepaskan satu headsetnya lalu menatap Allara yang duduk di seberangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boyfriend
RomanceAllara Quinn, gadis ceria yang duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah atas di Kota S. Sky Axellio, pria berumur 25 tahun yang menjadi guru Matematika pengganti di sekolah Allara. Allara menyukai Sky yang tidak lain adalah gurunya sendiri. Dengan...