chapter3

50.2K 1.6K 78
                                        


"Karena orang tua pasti tahu apa yang terbaik untuk anak nya."

__
_________________

"Sumpah yaa, gue capek banget. Gilaa!" Teriak Valle setelah berhasil menghabiskan satu gelas es teh.

Lia mengangguk setuju, "Si Keo kalo ngasih hukuman nggak tanggung tanggung sih ya?" Yap, mereka baru saja selesai mengerjakan hukuman yang di berikan Keo yang tak lain ialah membersihkan gudang sekolah yang dulunya bekas ruang ganti baju, jujur saja tadi sewaktu baru masuk ke gudang rasanya mereka ingin muntah di tempat, bagaimana tidak? Jika banyak baju bekas yang kemungkinan sudah berabad abad berserakan di mana mana serta bau tak sedap yang menempel pada setiap baju yang sepertinya langsung di buang di situ tanpa di cuci terlebih dahulu. Kira kira bagaimana bau khas nya?

"Kalian pada capek nggak sih?" Tanya Sisi tiba tiba yang refleks membuat Lia yang tadinya sibuk mengibas ngibaskan telapak tangannya di area wajah kini berhenti serta Valle yang tadinya sibuk memakan es batu kini sudah melotot tajam ke arah gadis itu.

"Kenapa? Kok liatin nya pada gitu banget?" Heran nya yang lalu menyeruput es teh di depannya.

"Lo nggak liat ya Si?" Tanya Valle.

Kening Sisi berkerut bingung, "Liat lah, kan gue punya mata."

"Terus menurut ngana? kita abis bersihin gudang yang jorok nya minta ampun gitu nggak capek?"

"Ya capek lah, Eca. Gitu aja pake nanya gimana sih?" Ucap Sisi yang membuat darah di ubun ubun Valle mendidih.

"Sabar Ca, kadang kita perlu banyak energi buat ngadepin Sisi yang lumayan pinter ini." Ujar Lia dengan tangan yang menepuk pelan bahu Valle.

Valle mengangguk, lalu tampak mendengus ketika matanya tadi tak sengaja melihat tiga manusia yang baru saja memasuki area kantin. "Balik yuk." Ucapnya yang langsung berdiri.

"Bentar elah Ca, esteh gue masih seperempat nih." Gerutu Sisi dengan tangan yang menarih lengan Valle agar kembali duduk.

Valle hanya mengangguk pasrah.

"Ngapain di sini?" Dingin Keo yang baru saja datang dengan kedua teman sepaket nya, Bembi dan juga Reno.

"Yeu! Seharus nya gue yang nanya kek gitu, ngapain Ketos jam pelajaran gini main ke kantin? Seharus nya lo itu ngasih contoh yang baik buat yang lainnya gi-"

Satu alis laki laki itu terangkat, "Keliling, nyari murid tukang bolos kayak lo." Potong Keo cepat yang membuat bibir Valle sukses terkatup.

Valle mendengus, "Gue juga gabakal bolos kalo seandainya tadi lo nggak nyuruh kita buat ngebersihin gudang yang jorok nya minta ampun kek gitu."

"Alesan." Sahut Bembi.

"Heh diem lo Bambang!" Sentak Lia yang membuat Sisi dan Reno tertawa berbeda dengan Bembi yang justru mendengus tak suka.

"Nama gue Bembi, Lia. Bukan Bambang."

"Bodo, Yuk ah balik unfaedah ngurusin si bambang." Ajak Lia yang langsung menarik tangan Sisi yang masih saja tertawa dan Valle yang masih saja menatap tajam ke arah Keo.

Married With Enemy (TERBIT & TERSEDIA DI DREAME)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang