IFY | 5

52 1 0
                                    

"Duh kesiangan gue.." ujar tania sambil berlari

"Jjjja..ng..an" teriak Tania yang berada jauh dari gerbang sekolahnya kira-kira 10 meter.

"Jangan ditutup gerbangnya."

"Duhh.. gimana nih" ujar tania yang merasa cemas

"Hari ini ada free test matematika lagi!!.." gumam Tania sambil mondari - mandir

"Duhh... Brisikk.!!" Terdengar suara berat dari arah pohon yang berada di sebelah kiri Tania.

"Kamu terlambat aja paniknya ampe mau mecahin gendang telinga orang.." jawab seorang pria yang mengarah ke Tania. Semakin jelas wujud orang itu.

"Kamu mau masuk ngak??" tanya pria tersebut.

"Woi.. kok ngelamun." Jawabnya lagi sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah Tania yang sedari tadi melamun.

"Mau ikut tidak? Aku mau masuk nih.." tanyanya sekali lagi.

Tania melihat pria itu sudah hampir jauh darinya.

"Iii..ya. tunggu gue" jawabnya sambil bejalan menuju cowok tersebut.

Sesampenya mereka di gerbang sekolah. Tidak ada orang yang menjaga disana. Mungkin saja pak kumis sedang ke toilet.

Tania berfikir kalo mereka akan memanjat gerbang karna tidak ada pak kumis. Hal itu membuatnya takut.

"Kita mau ngapain.? Gerbangnya sudah ditutup." Pekik Tania.

"Yah masuk lah.." jawab ketus Putra

"Kamu diam aja.. biar aku yang urus."

Dari kejauhan terlihat pak kumis berjalan menuju ke arah gerbang.

Tiba-tiba sebuah tangan melayang ke pundak Tania. Membuat Tania kaget.

"Tenang aja aku ngak bakalan berbuat yang aneh-aneh sama kamu." Jawab Putra yang sudah merangkul Tania.

"Eh.. kalian ngapain di situ.?" Tanya pak kumis semakin mendekat.

"Ini sudah jam berapa.!! Kenapa kalian disini.? Kalian tidak bisa masuk.." pekik pak kumis ke Tania.

"Emm.. anu.. pak" jawab gugup Tania. Tiba-tiba dipotong oleh pak kumis

"Eh.. nak Putra kokk bisa terlambat.??" Raut wajah pak kumis berubah menjadi lembut ketika melihat Putra

"Hehehe.. iyya pak. Saya habis ditabrak sepeda, trus kaki saya terkilir jadi saya di bantu sama Tania jalan ke sini" jawab Putra.

Ternyata ada cara lain yang di gunakan oleh Kak Putra untuk masuk sekolah.Tania menarik kembali pemikiranya mengenai panjat gerbang.

"Astaga... kokk bisa.? Kamu di tabrak dimana.? Trus penabraknya dimana.? Dia melarikan diri.? Sudah tanggung jawab dia.?" Cerocos pak kumis tak hentinya.

"Hehehehe... tenang dulu pak. Satu-satu tanyanya." Jawab Putra sambil tersenyum manis.

"Saya ditabraknya di depan gang sebelah, trus tadi penabraknya mau tanggung jawab tapi saya suruh dia pergi karna tidak ada yang parah ko pak. Cuman terkilir. Palingan besok sudah sembuh kalo di urut." Jawab Putra

"Hehehe.. iyya. Bapak khawatir sama kamu nak Putra. Tapi kamu ngakk papa kan.?" Tanya pak kumis lagi.

"Iyya. Pak. Saya cuman terkilir saja."

"Kami boleh masuk ngak pak.?" Tanya Putra

"Eh.. iya iya. Silahkan masuk nak. Inikan juga kecelakan jadi kamu terlambat" jawab pak kumis sambil membuka gerbangnya.

"Makasih pak.."

"Iyah.. sama - sama" jawab pak kumis sambil tersenyum.

"Ehh.. kamu namanya siapa.?" Tanya pak kumis sambil menunjuk Tania.

"Saa.. saya Tania pak. Anak X IPA 1."

"Hmm.. makasih yah nak Tania sudah bantuin Putra." Ujar pak kumis

"Iyya pak." Jawab Tania.

Tania yang sedari tadi diam mendengarkan pembicaraan mereka melihat Putra tersenyum sombong karna sudah mengelabui pak kumis.

"Ini namanya kebohongan. Apalagi kakk Putra membohongi orang tua. Ngak bener nih." Gumam Tania yang masih menopang Putra.

"Ini namanya berbohong demi kebaikan." Jawab Putra sambil mengacungkan ibu jari tangan kanannya.

"Sama saja bohong tetap bohong." Ujar Tania.

"Kan yang penting kamu masuk. Emang kamu mau ngak sekolah hari ini." Gumam Putra.

"Ya.. tapi ngak harus dengan cara ini juga kalee.." jawab Tania.

"Duh brisik.. sana keluar lagi. Kelarkan." Pekik Putra. Membuat Tania terdiam.

Putra melepaskan tangannya dari Tania dan menuju ke kelasnya. Tania yang terdiam hanya melihatnya saja berjalan.

Sesampainya di depan kelas Tania mengintip untuk memastikan ada guru yang mengajar dikelasnya atau tidak. Ternyata tidak ada guru. Kesempatan bagi tania masuk.

Kemudian Tania masuk menuju mejanya. Disana sudah terlihat Elina yang memandang Tania kesal.

"Kenapa loe terlambat.?" Tanya Elina.

"Gue kesiangan bangunnya." Jawab santai Tania sambil menjatuhkan bokongnya ke kursi.

"Trus kenapa loe bisa masuk. Ini sudah hampir jam 9. Bagaimana kamu bisa lewatin pak kumis yang garangnya minta ampun." Tanya penasaran Elina.

"Ceritanya panjang." Jawab singkat Tania





--------
Akhirnya update lagi..
Selamat membaca...


IF YouWhere stories live. Discover now