"Tan, yukk ke kantin." Ajak Elina yang sudah beranjak berdiri.
"Kamu aja. Aku lagi males jalan." Sahut Tania sambil membaca Novel kesukaannya.
"Ayuukk.. nanti aku beliin." Bujuk Elina yang tak sabar ke kantin.
"Malless.." Tegas Tania.
"Ayo!!" Jawab Elina sambil menarik-narik tangan Tania. Membuat novel yang di pegangnya terjatuh.
Tania menarik napas yang dalam sambil mengambil novelnya yang terjatuh. Ia melirik kesal Elina yang cengigisan melihatnya.
Akhirnya dengan terpaksa Tania menemani Elina ke kantin.
"Wahh.. banyak skali manusia disini" gumam Elina sambil mencari meja yang kosong.
"Emang ellho yang punya ini kantin." Jawab ketus Tania.
"Itu disana ada meja yang kosong" Tunjuk Elina pada sebuah meja kosong yang berada di sudut kantin.
Elina menarik Tania berjalan menuju meja kosong tersebut.
Entah mengapa Elina merasa aneh. Mengapa semua menatap mereka berdua seakan ada yang aneh dari mereka.
"Tan, lho tunggu disini yah. Gue pesan dulu. Jagain tempat duduk gue yah" ujar Elina sambil beranjak dari tempatnya.
"Iyya.." Tania hanya bisa mengangguk.
Tiba-tiba semua siswi berteriak hiteris melihat kedatangan Putra dan kedua temannya yang berjalan menuju ke arah Tania.
Tanpa Tania sadari mereka bertiga sudah berada disampingnya.
"Misi neng.. ini tempat duduk kita." Kata Adrian.
Tania yang terfokus dengan bacaannya tidak menyadari bahwa dirinya yang di ajak bicara.
"Woi.." sahut Adrian sekali lagi.
"Woi.. denger ngak sihh." Bentak Adrian membuat Tania kaget.
Tania yang langsung melihat kesal Adrian tidak sanggup untuk bicara karna semua orang yang berada di kantin menatapnya.
Elina yang melihatnya langsung menghampiri dan menariknya dari kursi tersebut.
"Maaf kakk... kita ngak tau itu tempat duduk kakak." Jawab Elina.
"Lain kali tuh kalo mau duduk izin dulu sama yang punya" ucap Adrian membuat mereka bertiga tertawa.
"Iyya kakk.. maaf kakk" Jawab Elina yang kemudian pergi dari hadapan mereka.
Tania yang di tarik oleh Elina hanya bisa melihat kesal mereka bertiga.
"Gila tuh kakak kelas.. emang dia yang punya kantin. Seenaknya aja bilang itu tempat duduknya.. dasar senior." Cerocos Tania sambil memakan bakso yang di belikan oleh Elina.
"Emang lho ngak tau. Itu gengnya kakk Putra yang katanya di takuti sama siswa yang lain." Jawab Elina
"Ngak tuh." Jawab Tania tanpa menatap Elina
"Katanya lagi mereka itu suka malakin dan ngerjain siswa yang lain sampai-sampai mereka selalu masuk ruang BK" lanjut Elina
Tania melihat Elina "Orang kayak mereka itu harus diberi pelajaran."
"Katanya lagi guru-guru disini pada ngak sanggup lagi urusin mereka bertiga. Ngak tau deh senakal apa lagi mereka." Lanjut Elina lagi.
"Huufftt.. pokoknya gue ngak mau berurusan sama mereka bertiga"
"Ayo ke kelas, udah bunyi bel tuh" jawab Tania.Tania dan Elina segera bergegas ke kelas.
Sesampainya mereka dikelas, semua mata tertuju ke Tania. Bahkan Elina menyadari temannya itu sedang di ceritai.Tania yang tampak tidak peduli dengan tatapan teman kelasnya itu berjalan menuju bangkunya.
"Oky.. sekarang buka buku kalian halaman 5" ucap ibu agnes guru bahasa indonesia.
"BAIK BU..."
------
Akhirnya aku update lagi..
Selamat membaca..😊😊

YOU ARE READING
IF You
Teen FictionKenapa... Kenapa... Kenapa harus dia yang pergi.. ~ Tania ~ Aku sudah menemukannya, dan itu ada dalam dirimu. Aku tau harus menjalani hidup seperti apa.. Itu semua karena dirimu. _ Put...