setelah jam pelajaran berakhir hanya tinggal aku dikelas sendiri jika kalian tanya kenapa yaitu jawabannya karna jadwal piketku dan dengan kurang ajarnya joy meninggalkanku tanpa membantuku sama sekali padahal dia juga piket
hahhh seperti ini lah hidupku sekarang joy selalu meninggalkanku sendiri dan lebih memilih berkencan dengan kekasihnya jika aku menasehatinya dia akan menjawab 'diamlah bahkan jika kau sedang berkencan dengan suho sunbae saja aku tidak ada niatan mengganggumu bahkan tidak pernah'
BAHKAN AKU TIDAK INGAT KAPAN AKU BERKENCAN DENGAN SUHO SUNBAE
aku saja tidak tahu apa hubungan kami sebenarnya
dia hanyalah mengatakan 'cobalah'
apa pacar dalam masa percobaan?
konyol sekali
dan emmm sepertinya aku akan basah lagi
tepat didepanku terdapat jisoo dan beberapa temannya, sekolah sudah sepi lagi, dan masing-masing dari mereka membawa segelas kopi? mungkin? yang kutahu digelas itu terdapat minuman yang panas ketahuan dari asap yang mengepul diatasnya
ya tuhan kumohon selamatkan wajahku untuk saat ini saja, kumohon
eh tapi kok mereka pergi? kenapa ekspresi muka mereka seperti ketakutan? apa mereka takut padaku? haha jangan bermimpi irene-ah
sepertinya aku harus cepat pulang sebelum nyonya bae yang terhormat berpidato
sesampainya aku dihalte bus ada seorang pria yang memperhatikanku sadari tadi, aku benci tatapannya seperti... pedofil
OMO DIA MENDEKAT!! OTTOKEE?!
tapi seperti jisoo, pria itu pergi kedalam bus yang harusnya kunaiki tapi tidak ah malas ada ahjusi itu lebih baik aku menunggu dari pada bertemu orang itu lagu
"kenapa sih liat-liat?"
"tau aku cantik"
"untung sudah pergi jika tidak sudah habis riwayatmu" ya seperti inilah diriku selalu berbica sendiri jika tidak ada orang disekitarku tapi sepertinya aku salah
"aku lihat kok seberapa beraninya dirimu saat orang tadi mendekat" dingin tapi masih berkesan mengejek tapi sepertinya aku mengenal suara ini
"SUHO SUNBAE?!" sejak kapan dia disana? tunggu, apa jisoo dan pria tadi adalah ulahnya?
"sejak kapan suho sunbae disini?"
"sejak ladang gandum berubah menjadi coco crans" emm.. aku ingin ketawa tapi ekspresinya membuat selera humorku menghilang
"hahaha" yang bisa kulakukan setelahnya hanyalah tertawa canggung
"oh iya kenapa suho sunbae naik bus? kan suho sunbae membawa sepedah"
"bus akan datang satu jam lagi, mau jalan kaki atau kembali kesekolah mengambil sepedahku"
"eoh?" apa suho sunbae menawariku pulang bersama saat ini?
"kuanggap jawabanmu kembali ke sekolah"
"mwo?"
"cepatlah sebelum orang tadi kembali" ucapnya tanpa menoleh kebelakang
.
.
.
entah kenapa perjalanan pulang lebih terasa lama, bukankah biasanya orang yang dimabuk asmara akan merasakan waktu dua kali lipat lebih cepat dari biasanya tapi ini?
oh iya aku lupa disini dalam hubungan ini hanya diriku yang berperan dalam perasaan
tidak ada pembicaraan diantara kami hanya hening menyelimuti setiap langkah kami
"suho sunbae tahu tidak-"
"tidak" untung sayang jika tidak dah kutenggelemin dibikini bottom ni orang
"ya sudah" jika dalam drama sih si pria akan membujuk dan berekting seakan-akan peduli dan bilang itu adalah candaan
tapi aku baru ingat kalau itu hanyalah sebuah drama
"sunbae benar-benar tidak ingin tahu!!"
"tidak"
"Ya sudah berpura-pura saja sunbae peduli!!"
"tidak"
"ISS SUNBAE INI BISA TIDAK SEKALI SAJA TIDAK MENYEBALKAN?!"
"tiiiiiddaakkkkk"
"YA TUHAN PUNYA DOSA APA AKU DIKEHIDUPANKU SEBELUMNYA HINGGA MEMILIKI SUNBAE SEPERTI DIA!!"
walaupun saat ini aku sangat kesal tapi tidak apa-apa
karna aku bisa melihat senyuman suho sunbae yg sempat punah walau hanya sedikit tapi itu tetap bisa disebut sebuah senyuman bukan?
kuharap waktu dapat mengembalikan suho sunbae yang sempat hilang
T
B
C
KAMU SEDANG MEMBACA
first love (surene)
Romancehanya cerita manis masa sma seorang gadis periang dengan cinta pertamanya Tapi harus diingat, semua yg berawal manis tidak selamanya berakhir manis bukan?