- Sepasang -
Dua hari pasca -hampir- tragedi PR Bu Sri, Yohan udah baikan dengan Hangyul. Padahal janjinya mau kemusuhan sama Hangyul selama seminggu penuh dan ga bakal izinin Hangyul pinjem PRnya lagi.
Tapi sekarang Yohan justru lagi nungguin Hangyul nyalin PR Matematika di kamarnya sambil nyemilin topping pizza. Temenan selama hampir seumur hidup dengan Yohan, tentu saja bikin Hangyul tahu kelemahan Yohan.
Makanan.
Setengah jam lalu Hangyul masuk ke kamar Yohan, bikin si empu pemilik kamar yang lagi asik goleran hampir misuh karena Hangyul tiba-tiba muncul, Yohan kan kagetan. Wajahnya juga udah sepet liat wujud Hangyul, tapi seketika berubah sumringah pas melihat bawaan yang ditenteng Hangyul.
Satu box pizza medium dan satu large cup matcha red bean kesukaannya. Hangyul bilang dia ingin bersedekah karena kemarin dia dapat fulus hasil bantuin budenya jaga toko, aslinya Hangyul udah mentok cari salinan PR Matematika. Mumet dia kalo udah urusan itung-itungan.
"Gyul, lo tuh aslinya pinter, cuma males. Coba deh kalo lo rajin dikit, ga ada istilah lo pinjem-pinjem PR lagi. Yang ada gue yang tiap hari ke elo minta diajarin." Ucap Yohan sambil memakan slice pizza ke-4 nya
Hangyul ga bergeming, dia masih sibuk nyalin angka-angka yang bikin kepala dia pening cuma karena liat huruf x y z diantara angka itu.
"Bentar lagi UN. Belajar yang bener kek, ikut les atau apa lah. Lo sama sekali ga punya niatan kuliah di ptn apa? Kemampuan lo tuh lebih dari cukup buat masuk di ptn lewat jalur prestasi. Tapi ya itu, asal lo rajin aja. Gue yakin -"
"-penghapus, penghapus mana?"
"Ck." Yohan mengangkat bibirnya kesal, ia melempar penghapus miliknya yang tinggal setengah ke Hangyul, "Lo kalo dinasihati yang bener tuh dengerin, direnungkan. Ini demi masa depan lo yang lebih baik."
Hangyul masih acuh, tinggal satu nomor lagi dan dia makin ngebut. Ga sabar pengen megang hpnya. Hpnya hangyul sekarang diumpetin Yohan, karena dia tau Hangyul ga bakal selesai-selesai kalo disambi main hp.
"Lo ga boleh fokus ke yang lain selain belajar buat UN, biar masuk ptn sesuai passion lo."
"Gue ga mau kuliah."
"Lah?"
Hangyul menutup buku tugasnya, selesai, "Ribet. Udah males mikir gue, mau kerja aja."
Plak
"Aduh, apa-apaan sih anjing?" tanya Hangyul kesal gara-gara barusan Yohan mukul kepala dia pake tempat pensil
"Kerja, kerja. Lo mau kerja apa, heh? Mikir aja males, mana ada perusahaan mau rekrut lo? Mau jadi apa? Office boy?"
"Ya gapapa, rejeki udah ada yang ngatur. Siapa tau jadi office boy di rumah sakit lama kelamaan diangkat jadi dokter -"
"-jadi dokter jidat lo lebar." Yohan menggeplak dahi Hangyul, "Sadar lo, kebanyakan minum marimas jadi bego."
"Han gue bego nih gara-gara lo sering banget mukul kepala gue. Makanya otak gue jadi koyak."
"Pokoknya lo harus belajar, lo harus fokus UN, lo harus kuliah. Ga peduli mau kuliah dimana."
"Ga, gue mau fokus pacaran mumpung UN masih lama."
"Heh bahrudin, UN tinggal lima bulan dan lo harus fokus sama itu."
"Justru itu, ntar kalo udah fokus UN malah ga bisa pacaran, kebanyakan kasus break tuh ga berhasil alias bablas putus. Nah, gue ga mau nyia-nyiain kesempatan."

KAMU SEDANG MEMBACA
Sepasang +yohangyul
FanfictionMengisahkan dua sahabat yang sama-sama goblognya. @aisahood, August 2k19