The Third Winner Is...
Nur Rahmadani
Judul Cermin : Bukan Salahku
Genre Cermin : Thriller
Isi Cermin :
Seorang gadis yang menjadi saksi bisu perceraian orang tuanya membuatnya lahir kembali dengan sosok yang tidak mudah dikendalikan.
Pribadi nya yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya membuatnya memiliki banyak teman.
Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa dia adalah pendendam yang harus dijauhi sebab dendam yang mengakar di hatinya membuat nya beringas seketika.
Siapa saja yang membangkitkan dendamnya akan mendapatkan ganjarannya, entah mengungkit masalah keluarga nya atau menyebut nama orang tuanya sekalipun.
Dia berfikir bahwa seseorang yang menjadi anak broken home telah di cap terbuang sejak lahir maka dari itu yang terbuang tidak akan pernah kembali ke rumahnya, tempat dimana dia harus pulang dan melepas lelah.
Rumah memang tempat ternyaman bagi anak seumurannya tapi tidak dengan Ruvin, gadis berumur 16 tahun yang mampu hidup tanpa tidur selama 3 hari dan tanpa makanan sedikit pun.
Aneh, tapi itulah Ruvin gadis baja yang selalu dianggap mati oleh ayahnya sendiri yang lebih memilih istri baru nya dan anak bungsunya.
Dibedakan? Pasti, itulah yang selalu di rasakan Ruvin dalam kehidupannya.
Hari ulang tahunnya di lupakan, di pukuli bahkan terusir dari rumah sudah di alaminya. Hal tersebut mampu membuatnya berubah seperti saat ini, menjadi beringas dan tak sungkan membunuh orang yang mengganggu hidupnya.
***
Hari ini Ruvin kembali kerumah ayahnya untuk mengambil pakaiannya yang akan di pindahkan ke rumah barunya yang sangat tidak layak bagi seorang gadis sepertinya.
Penampilannya yang acak acakan dengan jaket jeans dan celana sobek sobek membuatnya semakin terlihat menakutkan serta matanya yang selalu penuh dengan amarah membuat orang yang melihatnya ketakutan tapi tidak dengan Bi Inem.
"Neng Ruvin pulang? ini bibi baru aja masak, makan dulu neng. Bapak sama ibu juga lagi diluar terus den Vandro ke rumah temannya," ucap bi Inem menyambut kepulangan Ruvin.
"Iya bi. Ruvin mau beresin baju mau pindahan," jawab Ruvin dengan sopan.
Sejak kepergian ibunya yang entah kemana setelah kejadian kelam dihidupnya yang paling mengerti Ruvin hanyalah bi Inem tetapi bi Inem tak bisa melawan jika istri kesayangan ayah Ruvin yang sudah berbicara.
Dia sangat licik, ular saja masih memastikan mangsanya ketika ingin menikam tetapi dia lebih licik dari ular semua yang ada dihadapannya terkena bisanya.
Seperti saat Ruvin di siksa olehnya beberapa tahun yang lalu, Ruvin di pukuli kemudian di mandikan secara paksa tengah malam dan tidak sampai di situ Ruvin juga tidak diberi makan dan disekap dalam kamar selama dua hari.
Entah bagaimana caranya dia masih tetap hidup sampai saat ini.
Ibu tiri yang sangat kejam bahkan naluri keibuan nya tidak ada dan lebih parahnya ayah Ruvin lebih memilih istri daripada anak kandungnya.
Setelah mengemasi barangnya, Ruvin mengelilingi kamarnya sejenak. Untuk melepas semua rasa rindunya terhadap kamar yang menjadi saksi kedekatannya dulu dengan ayah dan ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
-WORK OF TSW-
RandomCointain of "Best Work of TSW member's" Berupa; -Quotes -Puisi -Pantun -Dan beraneka ragam lainnya... WELCOME TO TSW! Wanna Join with Us?
