Judul : Renaya
Jika ditanya soal tempat terbaik dan ternyaman, Renaya pasti akan menyebut kamarnya. Karena mau dimanapun ia berada, selain bukan di kamarnya, Renaya selalu merasa bahwa ia seperti orang yang menghilang.
Tak dianggap keberadaannya, seolah memang ia hanya salah satu dari jutaan pasir yang berada di sebuah gurun. Terlihat, namun tak pernah dianggap ada dan berharga.
Renaya melirik arloji di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit. Tinggal tersisa waktu sepuluh menit sebelum bel masuk.
Ia mengembuskan napasnya panjang. Jujur saja, selama ini ia selalu sengaja berangkat siang. Tak betah jika harus berlama-lama di sekolah dan bertemu dengan teman-teman yang entah menganggapnya ada atau tidak.
Ia memejamkan matanya, kemudian kembali menguatkan hatinya. Berharap bahwa semuanya akan segera baik-baik saja. Ia melangkahkan kakinya pelan, mulai keluar rumah setelah berpamitan.
"Semoga aja ... hari ini pulang cepet," gumamnya dalam hati. Sebelum akhirnya segera mempercepat langkahnya menuju sekolah.
- Sumedang, 23 Januari 2020
By : Inayah Wulandari
✨✨✨
Judul: Best friend
"Selamat pagi, perkenalkan namaku Az---"
"Kyaaa!! Ada yang terjatuh dari lantai atas!!!"
Azzaidin, yang saat ini berstatus sebagai murid baru di sekolanya dengan terpaksa harus menghentikan kalimatnya, ia menoleh ke arah yang dimaksud.
Hampir semua anak seisi kelas berlari menuju ke arah jendela, mengintip kebenaran dari ucapan siswi yang berteriak tadi.
Benar saja, telah ditemukan seorang gadis terjatuh dari atap lantai 3 gedung kesenian. Bisa dipastikan gadis tersebut tewas ditempat.
Dengan sekejap seluruh murid berhamburan menuju area TKP. Tak terkecuali dengan Azzaidin yang ikut mengekori teman-temannya.
Saat sedang berlari tiba-tiba Azzaidin hampir saja menabrak seorang gadis yang baru saja turun dari lantai atas. Keduanya sama-sama jatuh karena terkejut.
"Ah maaf, aku tadi terburu-buru" ucap Azzaidin sambil bangkit lalu mengulurkan tangannya, namun gadis pucat yang bernama Anatasya itu masih terdiam.
Dengan cepat Anatasya berdiri dan tiba-tiba berlari meninggalkan Azzaidin begitu saja.
"Ah sudahlah" ucap Azzaidin sambil mengangkat kedua bahu.
Kemudian Azzaidin meneruskan niatnya untuk menuju ke tempat dimana para siswa sedang berkerumul.
Dari kejauhan Azzaidin melihat tubuh jenazah yang sudah terbujur kaku, karena ditutupi oleh kain oleh pihak sekolah maka para siswa tak dapat melihat dengan jelas sosok jenazah tersebut.
Namun Azzaidin menyadari sesuatu,
"Tunggu, gelang biru itu?! Sepertinya aku tadi melihatnya" gumam Azzaidin saat tak sengaja melihat pergelangan tangan si jenazah.
"Bukankah gadis pucat tadi..." lalu Azzaidin mengibaskan telapak tangannya, "Ah sudahlah, mungkin aku salah lihat"
Tak lama pihak berwajib datang.
Para polisi mengamankan area juga mewawancarai beberapa saksi dan sekolah pun mendadak diliburkan hingga 3 hari ke depan.
"Benar-benar seburuk inikah hari pertama sekolahku ya Tuhan?!" gerutu Azzaidin.
Setelah tiga hari berlalu akhirnya sekolah pun memulai kegiatan belajar mengajarnya kembali. Walaupun ada beberapa guru yang masih belum hadir karena masih dalam proses penyelidikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
-WORK OF TSW-
AcakCointain of "Best Work of TSW member's" Berupa; -Quotes -Puisi -Pantun -Dan beraneka ragam lainnya... WELCOME TO TSW! Wanna Join with Us?
