- CHAPTER 01 -

268 23 13
                                        

"Aku tahu ini memang mendadak untukmu, tapi mau bagaimana lagi......"

Ucapan pemecah kesuniyan itu membuat Jaejoong mengalihkan matanya dan menatap wanita di sampingnya yang sedang fokus menyetir.

Wanita itu tampak berkelas, dengan penampilan yang terlihat elegan, dia terlihat cantik dan muda, berbanding terbalik dengan penampilannya yang sederhana. Tapi setidaknya, pakaian yang dia gunakan saat ini adalah pakaian terbaik yang dia miliki.  Gajinya sebagai pelayan di sebuah cafe sama sekali tidak mengharuskannya membeli pakaian baru setiap bulannya, karena setiap hari dia menggunakan seragam dari tempatnya bekerja.

"Walau kau adalah kesalahan akibat dari kebodohanku di masa lalu, kau tetaplah anakku"

Jantung Jaejoong sedikit tersengat, memang benar wanita itu yang telah melahirkannya, tetapi selama ini wanita itu tidak sedikitpun memberinya perhatian.

Wanita bernama Kim Hyuna itu meninggalkannya begitu saja setelah melahirkannya, di usianya yang sangat muda, 16 tahun. Dia menitipkan Jaejoong pada orang tuanya, lalu pergi untuk melupakan masa lalunya dan melanjutkan hidupnya.

Jaejoong juga tidak pernah memanggilnya 'Eomma', atau panggilan yang biasa digunakan untuk sosok Ibu. Hyuna melarangnya, karena dia tidak ingin karirnya hancur jika media sampai tahu jika dia telah memiliki seorang anak di usia yang cukup muda, Hyuna adalah seorang artis.

Jaejoong tidak terlalu perduli dengan hal itu, karena baginya orang tuanya adalah kakek dan neneknya yang sudah merawatnya sejak lahir hingga beranjak dewasa. Meskipun demikian, Jaejoong tetap menghormati Hyuna.

"Aku sudah terlanjur menceritakan tentang dirimu pada Yunho, secara tidak sengaja tentunya. Tapi siapa yang bisa membohongi seorang Jung Yunho? Dia mengetahui segalanya, jadi percuma saja menyembunyikanmu darinya, dan dia ingin bertemu denganmu"

Jaejoong mengerutkan dahi.

Jung Yunho? Pasti itu nama calon suaminya.

Jaejoong mengela napas pelan, sebisa mungkin dia tidak ingin terlibat dengan kehidupan Hyuna. Dia sudah cukup bahagia bersama kakek dan neneknya, walau saat ini keduanya sudah tidak ada.

Dua tahun yang lalu kakeknya meninggal dunia dan disusul neneknya setahun kemudian. Semenjak saat itu Jaejoong mulai menghidupi dirinya sendiri dan tidak ingin terlibat dengan kehidupan ibunya.

Jaejoong memang sudah terlatih untuk tidak mengharapkan apapun dari Hyuna, wanita itu terlalu egois untuk memikirkan siapapun selain dirinya sendiri. Jika wanita itu tidak datang dan membujuknya, dia tidak akan bersama wanita itu saat ini.

Wanita itu tiba-tiba datang ke tempatnya bekerja dan membujuknya agar menemaninya ke suatu tempat selama beberapa hari, dan mengatakan tentang rencana pernikahannya dengan seorang konglomerat kaya raya dan ternama, yang berusia empat tahun lebih muda darinya dan mengundang Jaejoong untuk turut serta dalam persiapan acara pernikahannya.

Jika harus memilih, Jaejoong ingin menghabiskan waktu liburnya dengan berdiam diri di rumah, membaca beberapa buku peninggalan kakeknya atau pergi ke suatu tempat yang bisa menenangkan pikirannya, bukan bersama wanita yang jarang dia temui ini.

Tanpa terasa mobil yang dia tumpangi memasuki gerbang mewah namun terlihat tertutup, dia melihat beberapa orang berpakaian hitam berdiri mengawasi. Tidak aneh memang jika orang-orang berpakain hitam seperti mereka dipekerjakan sebagai pengawal atau penjaga, apalagi saat ini dia memasuki tempat tinggal konglomerat kaya raya, tidak mengherankan pemandangan seperti ini terlihat.

Hyuna menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah pintu besar berwarna cokelat berhias ukiran dengan dua buah pilar bermarmer putih bergaya gothic dan renaissance yang berdiri menopang bangunan itu. Dengan cepat dia merapihkan penampilannya, setelah merasa sempurna, dia keluar dari mobilnya diikuti Jaejoong.

The Darkest SideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang