Teriakan histeris seorang pelayan memecah keheningan pagi, membuat Jaejoong terbangun dan langsung keluar kamar, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Tepat saat membuka pintu, Jaejoong berpapasan dengan Yunho yang sepertinya juga terbangun oleh hal yang sama. Jaejoong mengekori Yunho menuju arah asal teriakan dan keributan mulai terdengar.
"Ada apa ini?" tanya Yunho yang melangkah di depan Jaejoong, jelas sekali merasa jengkel dengan keributan yang mengganggu tidurnya.
Jaejoong yang masih belum sadar sepenuhnya menabrak punggung Yunho, saat pria itu menghentikan langkahnya, membuatnya sedikit meringis sambil memegangi dahinya.
Yunho seketika membalikan tubuhnya, memegang kedua bahu Jaejoong dan menatapnya serius, berusaha mencegahnya melihat apa yang terjadi.
"Jangan lihat"
Jaejoong tidak mengerti ucapan Yunho, tanpa sadar nalurinya mengikuti rasa penasarannya, dan saat itulah dia melihatnya, dia melihat ibunya tergeletak di lantai dengan posisi aneh. Tangan dan kakinya patah, mencuat ke arah berlawanan. Darah menggenang di belakang kepalanya dan wajahnya, hingga membasahi gaun tidurnya dan matanya terbelak tampak penuh dengan ketakutan.
"Telepon polisi!" perintah Yunho kepada beberapa pelayan yang mulai berkerumun.
Seketika rasa sakit menyeruak di dadanya, menekan suara di dadanya hingga terasa menusuk. Napasnya tercekat dan jantungnya berdebar kencang, bahkan tubuhnya terasa lemas seakan tidak bertenaga.
"Panggil dokter, cepat!"
***
Jaejoong membuka matanya dan menyadari berada di kamarnya dengan seorang dokter yang sedang memeriksanya. Dia tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana bisa dia berada di kamarnya dan seolah baru saja tersadar.
"Dia sudah sadar, Tuan Jung. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan" ucap dokter itu lalu beranjak pergi meninggalkan kamar Jaejoong.
Yunho yang berdiri tidak jauh dari ranjang, tampak pucat dan cemas.
"Kau tidak apa-apa?"
Jaejoong melihat kecemasan di wajahnya.
"Aku... Kenapa aku berada di kamarku, bukankah tadi aku keluar karena mendengar teriakan seseorang"
Seketika itu semua ingatan Jaejoong beputar kembali, dia teringat ibunya yang terbaring dengan darah yang menggenang dan semuanya menjadi gelap.
"Ibuku... Apa dia..." ucap Jaejoong sedikit tercekat, membuat suaranya menghilang.
Yunho mendekat, lalu duduk di ranjang, dia menggenggam tangan Jaejoong, tampak sedih.
"Aku menyesal, Jaejoong... Sangat sangat menyesal... Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, polisi ada di bawah melakukan pemeriksaan. Dan menurut mereka, Hyuna... Mungkin saat itu dia mengantuk atau dia sedikit mabuk... Aku... Aku menyesal... Dia..."
Bagaikan sebuah petir, ucapan Yunho membuat sebuah kenyataan yang cukup berat untuk dia terima.
Seberapapun buruknya hubungan mereka berdua, Hyuna tetaplah ibunya dan Jaejoong selalu menyimpan harapan jika suatu saat nanti ibunya akan mencintainya. Tapi sekarang Hyuna telah tiada.
Jaejoong menatap Yunho dengan senyum yang sedikit dipaksakan, mungkin ini adalah takdirnya, takdir untuk kembali kehilangan keluarganya, dan sekarang dia benar-benar sendiri.
***
Yunho melangkah memasuki kamarnya, tubuhnya terasa sangat letih. Jaejoong sendiri sudah tertidur akibat obat penenang yang diberikan dokter, agar dia bisa beristirahat tanpa terus teringat bayang-bayang kematian ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Side
FanfictionRe-make FF ini hanya re-make dari sebuah karya yang cukup terkenal Hanya re-post dari FF sebelumnya yang pernah diposting di Fanfiction(.)net Mungkin akan ada sedikit perbedaan dari novel aslinya WARNING: √ BOYSLOVE CONTENT √ R18+ √ NOT SAFE FOR EVE...
