Hallo readers
Jangan lupa vote and komennya ya*SELAMAT MEMBACA*
"Kayaknya ada yang salah deh sama gue" ujar Arfan sambil menatap dalam pada teman-temannya"Emangnya kapan lo pernah bener?" ejek Ryan sambil mengangkat kedua alisnya
"Gue serius woi" ucapnya lagi dengan puppy eyes nya
"Gue jijik liat lo rengginang, oh tuhan mengapa engkau harus memperlihatkan kepadaku betapa buruknya neraka mu? ucap Ryan kembali dengan kata-kata yang mengiris hati Arfan karna telah dikatakan seperti neraka
"Lo ngatain gue neraka?" ucap Arfan dengan tampang-tampang yang tidak ada seram-seramnya
Ryan hanya membalasnya dengan mengedikkan kedua bahunya
Kino dengan ligat langsung meraba setiap inci badan Arfan jika mungkin ia demam atau apalah itu dengan sok khawatir
"Ih homo" ucap Arfan sambil menyapu-nyapu seluruh badannya yang sudah dipegangi oleh Kino
"Emang lo kenapa sih tutup aqua?" tanya Vano heran melihat Arfan yang gesreknya masih sama kayak sebelum-sebelumnya seperti tidak ada yang salah
"Jadi gini ya...kenafa setiap gue merem gue gak bisa liat afafun? ucap Arfan yang langsung menyulut emosi teman-temannya
"Tahan, dilarang menghujat Ryan lo gak boleh melawan orang yang warasnya cukup dipertanyakan ini" ucap Ryan dengan nafas ngos-ngosan
"Gini aja fan, coba lo merem lagi, masih bisa liat atau belum?" ucap Kino dengan senyuman sinis diwajahnya
Arfan langsung merem menuruti perkataan Kino
"Cabut" saut Vano dengan suara pelan pada Ryan dan Kino
Mereka langsung melarikan diri dari warung Pak somad meninggalkan Arfan sendirian
•••
Bel berbunyi menandakan waktunya istirahat
Sorakan demi sorakan terdengar jelas di kelas XII 4, betapa senangnya mereka setelah pelajaran matematika itu berakhir
Vano yang terlihat sangat merindukan pacarnya itu langsung meninggalkan kelas bersama teman-temannya menuju ke kelas Ara, teman-temannya juga sudah tau kalau Vano dan Ara kini tengah berpacaran, pasalnya sepulang Vano dari mall bersama Ara malam itu Vano langsung disambut dengan teman-temannya itu dirumahnya, teman-temannya yang sangat penasaran darimana saja sahabatnya ini, terus menghujani Vano dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, Vano pun menceritakan pada mereka mau tak mau mereka akan tau juga dan Vano pastinya akan menceritakan itu pada teman-temannya sekarang atau pun nanti
Setelah tiba dikelas Ara, ia melihat dan berjalan menuju seseorang yang sekarang tengah mengisi hatinya itu
"Ngantin yok?" ucap Vano sambil mengelus-elus pucuk kepala Ara
Ara menganggukan kepalanya mengiyakan ajakan Vano
Semua warga kelas sontak kaget dengan penuh pernyataan-pernyataan aneh, mengatakan apabila mereka pacaran walaupun itu emang benar, dan satu lagi bagaimana teman Ara mengetahui mereka pacaran sama halnya dengan bagaimana teman Vano mengetahui kalau mereka itu berpacaran pada malam itu
"Cie yang lagi kasmaran-kasmarannya" ucap Lisa
Ara membalas perkataan Lisa dengan tatapan mautnya

KAMU SEDANG MEMBACA
REVANO
Genç Kurgu"Gimana? udah sayang aku apa belom, kalo belum sih besok aku tanya lagi ya" ucap cewe itu "Udah" balas cowo yang duduk disampingnya "Sayang nya banget atau sayang aja?" tanya cewe itu lagi "Sayang aja" jawab cowo tersebut "Ih" jelas dimuka cewe it...