Kini adalah hari minggu dimana Ara hanya ingin bermalas-malasan
Ia membuka matanya melihat bahwa jam masih menunjukkan pukul 07.00 ia pun ingin kembali memejamkan matanya melanjutkan mimpi indahnya tetapi
Tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, yang tak lain adalah pintu kamarnya sendiri
"Ara kamu udah bangun?"
Ooh ternyata adalah mamanya
"Udah ma"
Ceklek
"Bunda masuk ya Ra"
"Iya bun" jawabnya sambil duduk dari posisi tidurnya sebelumnya
Setelah bundanya masuk, bundanya pun duduk di tepi kasur king size milik Ara tersebut
"Bunda mau bica-" ucapan bundanya belum selesai tetapi telah dipotong oleh Ara terlebih dahulu
"Kok mukanya serius banget sih bun, pake acara slow motion aja nih"
Pletak
kini satu jentikan kecil telah mendarat di dahi mulus Ara tersebut"Awh" rengek Ara sambil mengusap-ngusap dahinya tersebut dan membalas tatapan serius bundanya itu
"Makanya dengerin dulu kalo bunda bicara" ucap bunda nya mengelus-elus pucuk kepala anaknya itu
"Iya bun sorry deh ah" balasnya
"Papa sama bunda ada urusan bisnis"
"Iya iya gapapa kok bun, palingan cuman keluar kota semingguan trus-mpph byun ha lep fa syiiin" celetuknya tak selesai karna bunda nya telah membekap mulutnya menahan tawanya melihat kini si kecilnya emang tak pernah bertambah dewasa
"Byundha lep fa syin dong" dan akhirnya bundanya pun melepaskan tangannya dari mulut cerewet Ara tersebut
"Bunda jitak sekali lagi mau?"
"Ngak bun, sorry ya"
"Yaudah denger bunda sebentar"
"Hmm" balasnya pasrah
"Bunda sama papa ada urus-"
"Iya tau" kini jitakan tak kecil kembali mendarat di pipi Ara
"Awh salah apa aku ya rabb" balas Ara sambil mengusap-usap dahinya yang terasa sedikit pedih
"Ada urusan keluar NEGRI SEBULAN" ucap bundanya sambil menekankan dua kata terakhirnya tm
"Iya udah bias- APA?! KELUAR NEGRI? SEBULAN??!!! HUWAAAAA" teriaknya tak kalah keras dari bundanya yang mengundang papanya juga ikut masuk ke kamarnya
Saat melihat papanya yang ikut masuk kekamarnya ia pun langsung berlari untuk memeluk nya erat
"Ih cengeng banget sih kamu" ucap papa nya sambil mengelus-elus kepala Ara
"Yok duduk disana dulu, ada yang lebih penting lagi" ucap papanya yang sambil melangkah payah kekasur Ara karna kini anaknya itu sudah bergelantungan di kakinya
Mereka pun akhirnya duduk bersama dan papa nya pun mulai angkat bicara mengingat ini sudah terlalu pagi dan ia harus berangkat ke kantor
"Papa sama bunda bakalan pergi minggu depan kok, trus kamu juga gak bakal sendirian, karna ada ntar orang yang bakal nemanin kamu"
"Bik surti?" tanya nya lagi
"Bukan...tap-"
"Jangan-jangan pak ujang ya?"
"Bukan Raaa t
ap-"
"Oh bik Maya ya, kapan bik Maya kerja lagi udah lama gak keliatan jug-" kini Ara tiba-tiba berhenti karna merasa ada 4 mata tajam terarah kepadanya yang tak lain adalah papa dan bundanya
"Iya Ara diem deh, yaudah siapa pa?"
"Suami kamu nantinya"
1 detik
2 detik
3 detik
"HAHAHA papa suka bercanda deh ah, masa masih SMA udah nikah aja kayak di novel nov-" ucapan Ara kembali terhenti karena melihat wajah serius bunda dan papa nya itu
"Kamu bakalan nikah sama anaknya temen papa"
"Serius pa? kalau serius sih aku gak mau, tapi kalau papa bercanda sih mah gak lucu tapi aku bakal usahain buat ketawa, makanya bilang kalau papa cuman bercanda doang"
"Papa ngak bercanda nak"
Deg
Kini jantung Ara telah berhenti berdetak
One
Two
Three
"Yaudah papa duluan, bicara sama mama aja ya" setelah itu pun papanya pergi meninggalkan mereka berdua di kamarnya
"Malam selasa kita makan malam sama keluarganya ya nak" setelah mengucapkan itupun bundanya langsung keluar kamar meninggalkan Ara yang tak dapat berkata-kata lagi
Kini dipikirannya hanya ada Vano Vano dan Vano lagi
Haruskah hubungannya harus hancur lagi karna nya?
Ia lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya berdoa agar itu hanya mimpi belaka

KAMU SEDANG MEMBACA
REVANO
Teen Fiction"Gimana? udah sayang aku apa belom, kalo belum sih besok aku tanya lagi ya" ucap cewe itu "Udah" balas cowo yang duduk disampingnya "Sayang nya banget atau sayang aja?" tanya cewe itu lagi "Sayang aja" jawab cowo tersebut "Ih" jelas dimuka cewe it...