duduklah di depanku
dengan suguhan kopi rindu,
ceritakan tentang sebait puisi
yang pernah kautulis dalam sepi
akan kusambut kata demi kata
sebaik tatapan sepasang mata,
biarpun luka tak berjeda
kau pun berhak mendapat telinga
keluhkan setiap apa yang kaurasa,
aku di sini untuk menampung segalanya,
barangkali mereka pernah tak peduli
namun percayalah aku selalu di sisi
sebab begitulah puisi seharusnya
selain mendapat mata
ia patut menjadi sebuah cerita
yang tertuang, dalam bunyi
tanpa batas usia
- Ivanasha
