Sakura terbangun dipagi hari karena ia merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya.
Ketika emerald itu terbuka ia melihat suaminya tengah menatapnya seraya berbicara tidak jelas.
"Mar...ndi.Mar.....di." Ucap Sasuke.
"Kamar mandi?" Tanya Sakura.
Sasuke pun mengangguk.Sakura bangun kemudian mendekatkan kursi roda Sasuke kesamping tempat tidur.Ia perlahan menggeser tubuh Sasuke.
Basah
Sakura tersenyum ketika Sasuke menatapnya dengan sorot mata bersalah.Ternyata ia sudah mengompol.
"Tidak apa-apa." Ucap Sakura lalu mendorong kursi roda kekamar mandi setelah Sasuke duduk dengan benar.
Dikamar mandi.
Sakura membantu Sasuke melepas pakaiannya.Perlahan ia mendudukkan suaminya kekloset dan menyiramnya dengan air dari shower.
Sasuke memandang Sakura.Melihat setiap hal yang dilakukan wanita itu.Caranya menuangkan sampo ketangan lalu mengusapkannya kerambutnya.Caranya menyabuninya.
"Sudah selesai." Ucap Sakura."Sasuke-kun menunggu dikamar ya.Aku akan mandi dulu."
Sasuke mengangguk.
.
.
.
Gadis berusia 20 tahun menggeliat dari bangunnya.Dengan langkah gontai ia membuka tirai dan jendela yang ada dikamarnya.
Onyxnya menatap butiran salju yang masih turun.Kemudian ia bergidik dingin dan segera menutup jendela.
Sarada keluar dari kamarnya dan mendapati pintu kamar mamanya terbuka.
Ia pun menengok sebentar alangkah terkejutnya ketika mendapati papanya jatuh dari kursi roda didekat kasur.
"Papa!" Sarada segera mengangkat Sasuke kekasur kemudian menyelimutinya."Papa baik-baik saja?"
Sasuke tidak menjawab ia malah menangis dan terus bergumam maaf.
Hancur itulah kata-kata yang pas menggambarkan hati Sarada sekarang.Ia tahu bahwa mungki hal ini adalah karma dari perbuatan papanya dulu.Tapi kenapa harus seperti ini?
Sarada mengusap keringat dan air mata Sasuke kemudian pamit untuk bersiap-siap namun ketika ia mencapai pintu onyxnya mendapati mamanya tengah menyiapkan sarapan.
"Ohayou mama." Sapa Sarada.
"Ohayou gozaimasu Sarada.Kau habis apa dikamar mama?" Tanya Sakura,memiringkan kepalanya.
"Tadi papa jatuh." Jawab Sarada.
"Apa?!" Sakura segera meninggalkan masakannya dan masuk kekamar.Ia bernafas lega ketika mendapati Sasuke tertidur.
Diusapnya surai raven yang lembut itu.Sakura mengambil tangan Sasuke dan membawanya kemulutnya.
Cuup
Menciumnya lama.Menumpahkan kekhawatirannya.
Hari semakin beranjak siang.Kini Sarada sudah sampai dikantornya.
Beberapa pegawai disana menatapnya dengan pandangan menggoda termasuk Chouchou.
"Kenapa kau menatapku seperti itu ha?" Tanya Sarada ketika sudah sampai dimejanya.
"Tidak apa-apa." Jawab Chochou santai seraya menyeruput kopi cupnya."Tadi Boruto datang kemari."
"Uhuk uhuk." Sarada tersedak kopinya ketika mendengar nama Boruto.Wajahnya langsung memerah."A..apa p..peduliku."
KAMU SEDANG MEMBACA
MY MAMA
FanfictionKini kehidupan sang wanita musim semi berubah 180°. Sekuel Strong Mom (ON GOING)