❄Chapter 22❄

6.1K 224 4
                                    


-Selamat Membaca-

Jangan lupa vote+komennya yahhh gaess?

Maaf yah gue upnya kelamaan soalnya gue lagi sibuk-sibuknyaa berasa kek orang penting gue kalo sibuk😭😂😂
Gue minta ke kaliannn minta bangettt kritik dan saran kalian tentang cerita ini mau gue lanjutin lagi atau nggakk soalnya sedikit bangetlah ngomennya apalagi vote kalo kalian nggak mau vote minimal komenlahhh  gue syedihhhhh gituuu udah capek2 nuliss ehh nggak di hargaii bangke😕

Dahhh dulu sesi curhatnyaa semoga kalian pahamm😆

-------🌜🌝🌝🌝🌝🌛-------

2 Bulan kemudian........

Huek

Huek

Huekk

Uhuk uhukk

Talia membuang semua makanan yang dia makan ada apa lagi ini bukannya membaik tapi keadaan talia memburuk apalagi dia susah banget makannya belum juga sampe di perut eh di muntahin lagi.

Talia merasakan kepalanya pening dan juga lemas ada apa denganku fikirnyaaa kemudian.

Huek

Huek

Huek

Ceklek

"Taliaa kamu kenapa?" Ujar dave panik saat melihat talia pucat pasih dan talia hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan memuntahkan kembali isi perutnya itu.

Huek

Huek

Uhuk

Uhuk

Seketika talia pinsan karena tidak dapat menahan rasa pusingnya.

"Taliaaa" Teriak dave dan menggendong talia ala bridal style kemudian merebahkan tubuh lemah talia di ranjang

Dave mengambil ponselnya dan menelepon dokter keluarga wilson

"Hallo dok, bisakah kau kemari?

"......"

"Istri saya pinsan dok"

"......"

"Baiklah, saya tunggu"

Tutttttt

Dave mematikan ponselnya dan menatap talia dengan cemas.

"Sayang bangun, jangan bikin aku takut" Ujar dave lirih sambil memegang tangan talia yang hangat itu.

Ceklek

Dokter muda itu datang dengan senyumnya yang menawan sambil berjalan diranjang dimana talia direbahkan.

"Kenapa dia bisa pinsan dave?" Tanya dokter endu

Dave menatapnya dengan tatapan kosong.

"Dia muntah-muntah, dan setelah itu pingsan" Ujar dave pada dokter endu.

Dokter endu hanya tersenyum dia sudah menduga kalau istri dave ini mengandung.

"Tunggu saya periksa dulu" Ujarnya dan memeriksa talia kemudian tersenyum benar dugaannya bahwa talia mengandung.

"Dia tidak apa-apa ini hal biasa yang di alami ibu hamil, pada trimester pertama dia akan mengalami muntah-muntah tapi tidak apa itu wajar karena sekarang dia sedang mengandung sudah masuk 1 minggu" Ujar dokter dan dave sangat terkejut sekalian bahagia

"Istri saya hamil dok? Apa dokter tidak sedang berbohongkan?"

"Saya tidak berbohong, kalau kau tidak percaya bawah saja dia periksa ke dokter kandungan agar lebih detail"

"Baiklah, kalau begitu terima kasih" Ujar dave dan menjabat tangan dokter endu kemudian dokter endu berpamitan untuk pulang.

.
.
.
.
.
.

Senyum dave tidak pernah luntur bahkan sesekali dave mencium telapak tangan talia untuk menyalurkan perasaan bahagianya begitu juga talia dia tak kalah bahagia sama juga dengan dave.

Beberapa menit yang lalu mereka baru saja dari dokter kandungan dan ternyata benar bahwa talia hamil 1 minggu membuat dave dan talia bahagia apalagi kenzo dia sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan mempunyai adik.

"Mulai sekarang kamu jangan masak lagi dan kamu berhentilah jadi dokter jantung talia karena kandungan kamu rawan keguguran, aku tidak mau ambil resiko pokoknya aku yang akan menjagamu dengan ketat tidak boleh berpergian kemana saja tanpa aku. Ngertikan?" Cerocos dave dan talia hanya menganggukan kepalanya saja.

Saat dari ruangan kandungan mereka berdua pergi bertemu dengan kepala rumah sakit tempat talia bekerja dan talia mengundurkan diri dia akan ikuti apa kata suaminya karena dia tidak mau berdosa kalau tidak menuruti kemauan suaminya.

"Dan kamu dilarang bawah mobil kemana mana, Kalau mau keluar ada supir yang akan mengantarmu dan satu lagi kamar kita sementara dibawah dulu" Ujar dave sambil tersenyum

"Dave aku hamil bukannya sakit parah" Ujar talia kesal karena sifat overprotektiv-nya dave muncul.

"Justru karena itu sayang, aku tidak akan membiarkan kamu dan anak kita dalam bahaya" Ujar dave tersenyum manis.

"Terserah kau sajalah" Ujar talia pasrah dan menyenderkan kepalanya dikursi dan memejamkan matanya.

"Dan satu la" Belum dave meneruskan perkataannya sudah di potong talia.

"Diamlah dave, aku mengantuk" Teriak talia kesal dan dave tertawa terbahak bahak.

.
.
.
.
.
.

At mansion

Mansion dave dan talia dibuat gaduh oleh orangtua mereka dan anak mereka kenzo mereka sangat sangat bahagia karena akan kehadiran anggota baru dikeluarga mereka.

"Aduhh sayang, mommy sangat bahagia mendengar kabar kamu hamil lagi" Pekik stella dan memeluk talia dengan sayang

"Talia juga bahagia mom"

"Kamu harus jaga kesehatan yah nak? Jangan kecapean"

"Iya mom"

.
.
.
.
.
.

TBC

GUYSS JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEMNYA GUE NULIS DIAWAL DAN AKHIR CERITA INI AGAR KALIAN NGGAK KELUPAAN UNTUK VOTENYA HEHE😂

Stay With Me [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang