Vote after reading
Gak nerima siders!Attention! : jika ada nama tokoh yang sama atau salah satu adegan yang sama dengan cerita lain, mohon jangan men-judge saya jika cerita saya plagiat! Please cerita ini pure dari pemikiran saya sendiri! Thank you🤗
Warning! Typo adalah karya terindah:)
Happy reading!
•
•
•
•
•Nadira berjalan menyusuri lorong yang bisa dibilang masih ramai dan masih sangat berisik, karena bell tanda pulang sekolah baru saja berbunyi.
Nadira sampai di depan gerbang sekolah, ia berdiri di pinggir jalan untuk men-stop angkutan umum yang akan mengantarnya pulang kerumah. Sambil menunggu Nadira memainkan handphone-nya.
Tin tin
Motor yang berhenti tepat di depannya mengalihkan pandangan Nadira yang tadi sangat fokus kepada handphone-nya.
"Hai cantik.."
Mungkin hanya dengan sapaan yang di lontarkan oleh seseorang itu kalian tahu siapa gerangan yang ada di depan Nadira-Satya. Dia nampak menaik turun kan alisnya.
Nadira yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas dan kembali mengalihkan atensinya kepada handphone yang sejak tadi ada di genggamannya.
"Lagi nunggu angkot ya?" tanya Satya yang hanya mendapatkan keterdiaman.
"Ca ilah si eneng judes bet dah" ucap Satya dengan sengaja menoel lengan Nadira.
"Bisa diem gak lo, hah?!" Habis sudah kesabaran Nadira menghadapi manusia yang satu ini, Satya yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Nah gitu dong, 'kan kalo gini baru Nadira yang gue kenal" ucap Satya dengan cengirannya. Tepat setelah Satya menyelesaikan omongannya, angkot yang Nadira tunggu-pun datang.
Nadira lebih memilih mengabaikan Satya dan melenggang memasuki angkot. Namun apa yang selanjutnya terjadi mampu membuat Nadira membelalakan matanya.
"Ngapain lo ikut masuk?!" tanya Nadira geram. Ya, Satya memilih mengikuti Nadira yang memasuki angkot yang sekrang mulai melaju.
"Gue tadinya mau ngajak lo pulang bareng, tapi lo-nya keburu masuk ke angkot. Ya udah gue ikutin aja yang penting gue bisa balik bareng lo.
" Gila ya lo! Turun sekarang gak lo!" suruh Nadira, tapi sayangnya itu tidak akan mempan untuk seorang brandalan sekelas Satya.
"Kalo gue gak mau giman?" ucap Satya santai.
"Turun! Emang lo mau motor lo di ambil orang?!" tanya Nadira.
"Ohh motor, gampang itu mah" Setelahnya Satya mengeluarkan handphone-nya. Nadira hanya menatapnya bingung.
"Halo" terdengar sahutan dari sebrang sana-Aditya-.
"Lo dimana?" Tanya Satya.
"Di warung mbok Ijah, kenapa?" Warung mbok Ijah adalah tempat yang biasa Satya dan teman-temannya nongkrong.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Boy
RandomMy first story... [ON GOING] Nadira Adelia Putri. Cewe cantik, primadona sekolah, yang sayangnya sifat jutek yang ia miliki bisa membuat semua laki-laki yang tertarik padanya harus berfikir dua kali untuk memulai hubungan denganya. Namun, semua itu...